Jurus GOTO Memoles Laporan Keuangan

Katadata/Andrey Rahman Tamatalo
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus berbenah untuk mencapai profitabilitas.
Penulis: Syahrizal Sidik
22/5/2024, 11.05 WIB
  • Usai melepas bisnis e-commerce Tokopedia ke TikTok, GOTO terus melakukan upaya pemangkasan beban usaha untuk mencapai profitabilitas lebih cepat, termasuk pelepasan unit bisnis GoTo Logistics. 
  • GOTO mencatatkan penurunan kerugian bersih signifikan pada kuartal peryama dan kenaikan pendapatan sejalan dengan strategi pertumbuhan pada ekspansi pengguna, pengurangan beban operasional, dan penguatan kemitraan dengan TikTok dan Bank Jago.
  • Manajemen GOTO akan melakukan perombakan jajaran pengurus pada RUPST/RUPLSB Juni. Analis pasar modal memperkirakan prospek saham perusahaan akan cerah berkat fokus pada bisnis On-Demand Services (ODS) dan fintech, serta potensi pertumbuhan dari hasil dekonsolidasi Tokopedia.

Perusahaan teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus berbenah. Setelah melepas mayoritas saham di bisnis e-commerce Tokopedia kepada TikTok Januari lalu, GOTO Grup terus melakukan upaya ‘bersih-bersih” agar beban usahanya semakin berkurang. Tujuannya, agar perusahaan bisa mencapai untung lebih cepat di tengah kian ketatnya persaingan bisnis.

Yang terbaru, perusahaan baru saja menyepakati perjanjian jual beli bersyarat mengenai pelepasan GoTo Logistics (GTL), unit bisnis pengiriman pendukung Tokopedia. Transaksi ini dituntaskan pada kuartal kedua tahun ini.

CEO Gojek Tokopedia Patrick Walujo menyebut GoTo Logistics merupakan bisnis yang masih berhubungan dengan servis Tokopedia. Saat ini, Tokopedia dikendalikan oleh TikTok Shop. Transaksi pelepasan ini masih rangkaian dari aksi pelepasan Tokopedia kepada TikTok. Akan tetapi, GOTO Grup masih berhak memperoleh service fee e-commerce dari beroperasinya Tokopedia di bawah TikTok.

“Bisnis pengiriman dan kemudian pemenuhan sebagian dari operasi yang berkaitan dengan Tokopedia, sehingga akan kembali ke Tokopedia,” kata Patrick, dalam Earnings Call Gojek Tokopedia kuartal pertama 2024.

Patrick sebelumnya pernah berujar, alasan melepas 75% saham Tokopedia kepada ByteDance, induk dari perusahaan media sosial TikTok merupakan sebuah pilihan yang harus diambil agar bisa bertahan. Dalam transaksi akuisisi itu, ByteDance merogoh kocek Rp 23,38 triliun untuk menjadi pengendali Tokopedia. “Itu adalah pilihan antara bertahan hidup atau mati. Memang kematiannya bakal perlahan tetapi pasti.”

Setelah melepas bisnis GTL, manajemen GOTO memastikan hal itu tidak akan berdampak kepada GoSend, layanan pengiriman yang saat ini tersedia melalui aplikasi Gojek, segmen bisnis On-Demand Services Grup GoTo. 

Pada tahun ini, GOTO akan fokus pada strategi pertumbuhan dengan memperluas basis pengguna, memperdalam wallet share pengguna ekosistem, menurunkan beban operasional, serta memperkuat kemitraan strategis. 

“GoTo mempertahankan fokus pada segmen bisnis inti yaitu On-Demand Services dan Financial Technology, seiring dengan upaya kami mencapai pertumbuhan yang profitable dan berkelanjutan untuk jangka panjang,” kata Head of Corporate Communications GoTo Sinta Setyaningsih, kepada Katadata.co.id.

Selain itu, GoTo juga akan memperkuat kemitraan dengan TikTok serta layanan perbankan bersama Bank Jago.

Dana Segar dari Divestasi Anak Usaha GOTO (Katadata/Ajeng Ayu Pertiwi)

Upaya GOTO Mencapai Profitabilitas

Sepanjang tahun 2024, perusahaan memasang target laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) disesuaikan impas atau positif. Target ini direvisi dari proyeksi EBITDA positif secara kuartalan. Hal ini tentunya mempertimbangkan perkembangan kinerja keuangan GOTO pada tiga bulan pertama 2024.

Decacorn ini berhasil membukukan kerugian bersih tahun berjalan Rp 937 miliar pada periode kuartal pertama 2024. Kerugian perusahaan susut 76% dibandingkan dengan periode sama kuartal pertama tahun lalu Rp 3,86 triliun. Jika mengacu pada proforma kinerja yang telah mendekonsolidasikan Tokopedia, kerugian GOTO susut 85% menjadi Rp 420 miliar dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2023 Rp 2,82 triliun.

Pada Januari hingga Maret 2024, perusahaan membukukan kenaikan pendapatan bersih 22% menjadi Rp 4,07 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 3,33 triliun.

Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo, mengungkapkan pada kuartal pertama 2024, GoTo mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat. Hal ini tercermin pada pertumbuhan GTV inti Grup sebesar 32% dibandingkan tahun sebelumnya, serta pertumbuhan pendapatan bruto sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Kami berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk tahun buku 2024,” ucap Jacky.

Patrick Walujo menambahkan perusahaan telah telah meletakkan landasan yang kuat pada 2023. Pada kuartal pertama tahun ini, GOTO Grup telah mempercepat pelaksanaan strategi tersebut serta kembali melakukan investasi pada produk-produk andalan yang hasilnya mulai terlihat pada Maret dan April 2024.

“Seiring implementasi strategi tersebut, kami berharap dapat mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih cepat di tahun ini, dan di saat yang sama tetap berkomitmen kepada tujuan profitabilitas yang telah kami tetapkan.”

Analis Shinhan Sekuritas Annisa Septiwijaya menyebut setelah divestasi Tokopedia ke TikTok, segmen utama GOTO tersisa menjadi bisnis On Demand Services (ODS) dan fintech. Namun bukan berarti, segmen e-commerce tidak lagi memberikan kontribusi.

Pada kuartal I 2024 GOTO mencatatkan service fee e-commerce sebesar Rp 110 miliar di mana kuartal tahun sebelumnya tidak ada. Munculnya pos tersebut merupakan dampak dari salah satu klausul divestasi Tokopedia ke TikTok yang akan memberikan service fee senilai 0,4% Gross Transaction Value (GTV) yang akan dibayarkan setiap kuartal. 

Annisa menilai service fee yang diterima GOTO di kuartal I-2024 tersebut tergolong besar mengingat perseroan baru saja resmi menyelesaikan transaksi di akhir Januari 2024 yang berarti dekonsolidasi baru berjalan dua bulan secara resmi yang menandakan service fee tersebut efektif diperoleh sejak Februari dan Maret 2024 saja. 

"Ini setara dengan 0,4% dari GTV Tokopedia dan TikTok Shop maka nilai transaksi di entitas kombinasi tersebut setara dengan kurang lebih Rp 27,5 triliun. Apabila angka tersebut disetahunkan potensi bisa Rp 605 miliar," ujarnya. 

Nilai Transaksi Bruto GOTO (Katadata/Andrey Rahman Tamatalo )

 

Perombakan Pengurus GOTO

Selain membenahi dari sisi kinerja keuangan, perusahaan juga merombak jajaran pengurusnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Juni nanti, GOTO akan meminta persetujuan sejumlah agenda, salah satunya perombakan manajemen. 

Yang pasti, rapat tersebut akan meminta persetujuan dari para pemegang saham ihwal mundurnya Andre Soelistyo dari jabatan komisaris. Andre adalah salah satu pendiri Gojek sejak awal.

Selain itu, William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia yang juga komisaris di GOTO, akan habis masa jabatannya. Masa jabatan Mellisa Siska Juminto sebagai direktur juga bakal berakhir berbarengan dengan William.

John A. Prasetio akan mengisi jabatan komisaris independen. Sementara itu, Robert Holmes Swan habis masa jabatannya hingga berakhirnya RUPST 2024.

 Andre Soelistyo mengundurkan diri dari jajaran Dewan Komisaris GOTO (Dokumentasi GOTO)

Susunan dewan komisaris dan direksi GOTO akan menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Agus D. W. Martowardojo
  • Komisaris: Garibaldi Thohir
  • Komisaris: Winato Kartono
  • Komisaris: Wishnutama Kusubandio
  • Komisaris Independen: Dirk Van den Berghe
  • Komisaris Independen: Marjorie Tiu Lao
  • Komisaris Independen: John A. Prasetio

 

Direksi

  • Direktur Utama: Sugito (Patrick) Walujo
  • Wakil Direktur Utama: Thomas K. Husted
  • Direktur: Wei-JyeJackyLo
  • Direktur: Hans Patuwo
  • Direktur: Catherine Hindra Sutjahyo
  • Direktur: Pablo Malay
  • Direktur: Nila Marita

 

Menilik Prospek Saham GOTO

Vicky Rosalinda, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, memperkirakan outlook perusahaan danpergerakan saham GOTO pada tahun ini cukup cerah. Meskipun, dari sisi kinerja tiga bulan pertama perusahaan teknologi ini masih membukukan kerugian. 

Menurutnya, dampak dekonsolidasi Tokopedia terhadap kinerja GOTO dapat mempengaruhi aset, pendapatannya, serta labanya. Di sisi lain, perbaikan yang tercermin pada  kinerja kuartal pertama serta fokus pada segmen bisnis fintech dan ODS menjadi potensi baru GOTO untuk mencetak pertumbuhan positif.

“Ada potensi pemulihan di tahun ini untuk kinerja GOTO. Hal ini dapat mempengaruhi juga pada pergerakan saham GOTO yang akan bagus,” ujar Vicky saat dihubungi Katadata.co.id. 

Vicky juga menambahkan, prospek saham GOTO saat ini cukup bagus, melihat pada saat ini GOTO fokus pada bisnis ODS dan fintech yang akan menjadi pendorong pendapatan utamanya. Kiwoom Sekuritas memperkirakan kedua segmen tersebut dapat bertumbuh dari sisi kinerjanya tahun ini. Tuntasnya transisi Tokopedia dengan masuknya TikTok Shop juga bakal mendatangkan keuntungan bagi GOTO dari potensi realokasi sumber daya.

Pada segmen fintech, GOTO berencana menyederhanakan proses bagi pengguna untuk menghubungkan akun Gopay mereka dan bekerja sama mengembangkan produk paylater (BNPL) dengan TikTok. “Hal ini dapat menjadi sentimen positif untuk GOTO. Dalam target jangka pendek, kami merekomendasikan untuk buy on weakness dengan target harga Rp 71,” ujarnya.

Nafan Aji Gusta Utama, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan saat ini pelaku pasar menantikan kinerja bottom line Gojek Tokopedia untuk mencapai profitabilitas.

“Paling tidak GOTO terus menerapkan mitigasi bisnis, karena memang dinamika perkembangan sektor teknologi di Tanah Air sangat dinamis,” kata Nafan kepada Katadata.co.id.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk meningkatkan inovasi dalam bisnis. Keputusan GOTO memilih fokus pada bisnis ODS dan fintech dinilai tepat. "Tren pendapatan GOTO relatif positif, mudah-mudahan dengan fokus pada bisnis ODS dan fintech bisa meningkatkan kinerja topline,” tuturnya.

Berdasarkan konsensus analis di Bloomberg, sebanyak 15 sekuritas merekomendasikan buy (beli) saham GOTO. Misalnya, JP Morgan yang menetapkan target harga Rp 75 per saham, Mirae Asset Sekuritas dengan target harga Rp 80, dan CLSA dengan target harga Rp 72. 

Sementara itu, sebelas sekuritas memberikan rekomendasi netral. Contohnya, UOB Kay Hian yang merekomendasikan netral-hold di angka Rp 70 dan Sucor Sekuritas dengan rekomendasi netral-hold di harga Rp 71. Hingga Rabu (22/5) pukul 10.30 WIB, harga saham GOTO terpantau menguat 3,12% ke level Rp 66 per saham.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail