Demi Transisi Energi, Kemenperin Luncurkan Proyek Penangkap Karbon

Katadata
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
22/8/2025, 12.14 WIB

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan tengah memulai pilot project teknologi Carbon Capture Utilization (CCU) berbasis hidrometalugi yang bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik.

Peluncuran proyek penangkap karbon ini demi mewujudkan transformasi industri yang lebih ramah lingkungan.

Teknologi CCU ini berpotensi menangkap CO₂ hingga 65 persen atau lebih dari gas buang, serta memungkinkan mengubahnya menjadi baking soda yang memiliki nilai komersil.

“Teknologi ini bukan hanya mendukung target net zero emission, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Jumat (22/8).

Menurut Agus, dalam dua bulan mendatang, kementeriannya berharap dapat memperoleh data mengenai tingkat serapan CO₂ dari pelaksanaan proyek ini.

Sebagai informasi, teknologi CCU ini dikembangkan oleh UWin Resources Regeneration Inc., yang bekerja sama dengan Prof. Kenny Hsu, seorang pakar yang telah memiliki paten teknologi di berbagai negara.

Pada tahap laboratorium, prototipe sistem CCU ini telah menjalani pengujian resmi oleh lembaga terakreditasi TÜV Rheinland Taiwan. Hasilnya menunjukkan menunjukkan tingkat pengurangan emisi CO₂ lebih dari 99% persen.

Berdasarkan capaian tersebut,  Kemenperin RI, UWin Resources Regeneration Inc., dan PT Petrokimia Gresik pada pada Januari meneken Nota Kesepahaman (MoU) untuk pilot project berskala industri di fasilitas produksi PT Petrokimia Gresik.

Di luar proyek ini, Kemenperin menyampaikan tengah mengeksplorasi pula pemanfaatan mikro alga sebagai solusi penangkapan karbon yang menghasilkan biomassa, green hydrogen, sampai bahan baku kosmetik.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.