Festival Pasar Rakyat (FPR) 2025 resmi dibuka di Pasar Al-Mahirah, Banda Aceh. Festival ini merupakan kolaborasi antara Adira Finance Syariah, Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon Indonesia (Danamon Syariah) Tbk, serta Zurich Syariah.

Pasar Al-Mahirah dipilih sebagai lokasi pembuka karena posisinya yang strategis sebagai salah satu pasar terbesar di Aceh, dengan lebih dari 900 pedagang aktif. Selain menjadi pusat perdagangan, pasar ini telah berkembang menjadi destinasi wisata religi dan budaya.

Kehadiran FPR 2025 di Banda Aceh diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan pasar ke arah yang lebih baik.

“Kami bangga dapat membuka Festival Pasar Rakyat 2025 di Banda Aceh. Pasar Al-Mahirah bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Aceh. Melalui program ini, kami ingin mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat kembali peran pasar rakyat, meningkatkan kesejahteraan pedagang, sekaligus memperkuat ekosistem usaha masyarakat secara berkelanjutan,” kata Kepala Wilayah Sumatera I Adira Finance Iwan Chandra, dalam keterangan tertulis, Senin (22/9).

Rangkaian kegiatan di Pasar Al-Mahirah menghadirkan beragam program yang menyasar tiga aspek utama, yaitu ekonomi, sosial, dan budaya. Dari sisi ekonomi, festival menekankan pemberdayaan pedagang pasar melalui pelatihan literasi keuangan syariah, akses permodalan, serta edukasi pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi bersama Adira Finance Syariah dan Zurich Syariah, kami berharap FPR dapat memberikan dampak positif dalam mendorong transformasi pasar rakyat, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat Banda Aceh, serta berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi daerah.” ujar Syariah Funding Business Head Danamon Syariah Merci Santi Adriani.

Kerja sama antara Danamon Syariah dan Zurich Syariah memungkinkan pedagang untuk lebih mengenal produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, pedagang tidak hanya bertransaksi secara tradisional, tetapi juga dapat mengoptimalkan manfaat layanan finansial modern yang berbasis prinsip syariah.

“Melalui platform Adiraku, Zurich Syariah memperluas penetrasi asuransi ke segmen nasabah yang lebih luas dengan menyediakan produk asuransi mikro seperti Demam Berdarah Plus Syariah, Tipes Plus Syariah, Motor Syariah, dan Mobil Syariah,” ujar Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) Hilman Simanjuntak.

Dari sisi sosial, FPR 2025 membawa misi meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan di area pasar.

Program “Pasar Hijau” digulirkan untuk mengajak pedagang maupun pengunjung menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengelola sampah secara lebih baik. Selain itu, kegiatan bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembagian fasilitas penunjang kebersihan turut dihadirkan sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sementara itu, aspek budaya tercermin dalam berbagai kegiatan seni, pertunjukan tradisional, serta pameran kuliner khas Aceh. 

Gelaran ini disambut baik oleh pemerintah setempat. Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah menekankan pentingnya dukungan semua pihak untuk menghidupkan pasar tradisional.

“Semoga melalui Festival Pasar Rakyat 2025, pedagang semakin berdaya dan masyarakat semakin cinta pasar tradisional. Insyaallah, ikhtiar ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Setelah Banda Aceh, rangkaian FPR 2025 akan berlanjut ke tiga kota lain di Sumatera, masing-masing menghadirkan tema yang relevan dengan karakteristik lokal. Tujuannya adalah memastikan semangat transformasi pasar rakyat dapat dirasakan secara luas, sekaligus mempererat kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.