Perusahaan teknologi akuakultur JALA kembali menggelar Shrimp Outlook 2026, forum strategis yang mempertemukan pelaku industri udang dari hulu hingga hilir di tengah tantangan global yang kian kompleks. Mengusung tema “Thriving Through Change: Beyond Tradition, Toward Ambition”, acara ini akan berlangsung pada 12 Februari 2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
Shrimp Outlook 2026 dirancang sebagai wadah dialog lintas pemangku kepentingan untuk merespons berbagai isu krusial industri udang, mulai dari tantangan budi daya, tuntutan keberlanjutan, hingga dinamika pasar internasional.
Setidaknya 400 peserta ditargetkan hadir dari petambak udang, perusahaan benur dan pakan, eksportir, asosiasi industri, perwakilan pemerintah, serta pemangku kepentingan global .
CEO JALA Liris Maduningtyas dijadwalkan memaparkan gambaran utama laporan Shrimp Outlook 2026 yang menyajikan evaluasi performa budi daya udang Indonesia berbasis data. Selain itu, Executive Vice President Charoen Pokphand Foods Robins McIntosh akan berbagi pandangan strategis dari pengalaman lapangan.
Forum ini juga menghadirkan Willem van der Pijl, Director Global Shrimp Forum, yang akan mengulas lanskap industri udang dunia serta posisi daya saing Indonesia di pasar global. Dari sisi pasar dan keberlanjutan, diskusi akan diperkaya oleh Sustainability Director Aqua Star Corey Peet serta Deputy Editor Undercurrent News Dan Gibson yang membahas dinamika pasar internasional serta ekspektasi konsumen global terhadap produk udang berkelanjutan .
Shrimp Outlook 2026 tidak hanya merefleksikan capaian industri udang nasional selama setahun terakhir, tetapi juga menyoroti tren global yang memengaruhi arah industri ke depan dengan pendekatan berbasis data dan perspektif global. Peserta diharapkan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai strategi adaptasi, peningkatan efisiensi budi daya, hingga peluang menembus pasar premium internasional .
Pendaftaran tiket Shrimp Outlook 2026 masih dibuka hingga 31 Januari 2026 melalui kanal resmi penyelenggara. JALA juga memberikan diskon khusus hingga 50 persen bagi petambak yang telah terdaftar di JALA App, sebagai upaya mendorong partisipasi pelaku utama budi daya udang nasional.