Dirut BPJS Kesehatan Dorong Masyarakat Rajin Berolahraga demi Perpanjang Usia

BPJS Kesehatan
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito saat mengikuti kegiatan bersama komunitas runners BPJS di Brebes, Selasa (12/5/2026).
Penulis: Arif Hulwan
12/5/2026, 12.53 WIB

Brebes – Saat data menunjukkan bahwa penyakit akibat gaya hidup menjadi konsumen terbesar BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mendorong masyarakat menjaga kesehatan jantung dengan rajin berolahraga lari ringan.

Sebagai sosok dengan latar belakang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Pujo mengungkapkan bahwa olahraga lari memiliki banyak faedah bagi kesehatan tubuh jangka panjang.

“Saya bukan pelari, tapi saya berusaha hidup sehat. Kalau kita rajin berlari, jantung kita berdetak lebih cepat. Pembuluh darah jadi lebih lentur, sehingga bisa mencegah hipertensi," papar dia, ditemui usai mengikuti kegiatan bersama komunitas runners BPJS di Brebes, Selasa (12/5/2026).

"Insulin di otot akan dilepaskan, gula darah jadi turun, risiko diabetes pun bisa kita hindari. Rajin olahraga bisa memperpanjang usia, hasilnya nanti kita bisa nikmati 5 sampai 10 tahun ke depan,” lanjutnya.

Pujo menuturkan bahwa pihaknya bersama komunitas masyarakat, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan stakeholders Program JKN lainnya, terus berupaya menggalakkan program promotif preventif. Menurutnya, biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk pelayanan kuratif bisa ditekan melalui penguatan upaya promotif preventif.

Sebagai informasi, penyakit jantung merupakan penyakit yang menelan biaya terbesar dari deretan penyakit berbiaya mahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Pada tahun 2025, tercatat BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya Rp17,3 triliun untuk membiayai 29,7 juta kasus penyakit jantung.

Selain jantung, BPJS Kesehatan juga menghabiskan biaya besar untuk penyakit lain, seperti Rp13,3 triliun untuk membiayai 12,6 juta kasus gagal ginjal, Rp10,3 triliun untuk menjamin 7,1 juta kasus kanker, dan Rp7,2 triliun untuk menjamin 9,5 juta kasus stroke. Padahal, penyakit-penyakit kronis tersebut dapat dicegah sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Penyakit kronis bukan lagi hanya persoalan usia lanjut, tetapi juga menjadi tantangan generasi produktif. Karena itu, kami juga menggagas Program Prolanis Muda untuk menjawab tantangan meningkatnya penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus, yang kini juga banyak dialami oleh masyarakat usia di bawah 45 tahun," tuturnya.

"Melalui pendekatan berbasis komunitas, Prolanis Muda diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan di kalangan generasi muda,” ujar Pujo.

Ia mengingatkan bahwa Program JKN mengusung konsep gotong royong. Sumber dana utama Program JKN berasal dari iuran pesertanya. Peserta JKN yang sehat membantu membiayai peserta yang sakit. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat turut serta mendukung sustainabilitas Program JKN dengan menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga melalui penerapan pola hidup sehat.

“Dengan rajin berolahraga dan menjaga kesehatan, kita sudah bergotong royong mendukung keberlanjutan Program JKN. Perhatikan juga asupan makanan, kurangi gula, garam, dan minyak demi investasi kesehatan kita sendiri di masa depan,” pesan Pujo.

Pada hari yang sama, Pujo juga mengunjungi RSUD Brebes dan RS Islami Mutiara Bunda untuk meninjau layanan peserta JKN. Ia mengimbau jika ada peserta JKN yang mengalami kesulitan di rumah sakit, agar menghubungi petugas BPJS Kesehatan Siap Membantu (BPJS SATU) yang ada di rumah sakit tersebut. Nama, foto dan nomor kontak petugas BPJS SATU! terpampang pada ruang publik di rumah sakit tersebut.

Masyarakat juga dapat menyampaikan aduan melalui chat Whatsapp PANDAWA di nomor 0811 8 165 165, Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, atau dengan menghubungi petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang secara khusus disediakan rumah sakit.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.