Koreksi IHSG 2026: Asing Keluar Rp92.4 Triliun, Siapa Penahannya?

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Pegawai mengamati layar pergerakan saham di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Senin (22/7/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ditutup melemah 22,99 poin atau 0,36 persen ke level 6.433,55.
3/8/2026, 13.41 WIB

Koreksi IHSG 2026 tercatat sebagai salah satu penurunan pasar saham terdalam Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan turun 29,2% dari posisi awal tahun 8.748,13 (2 Januari 2026) ke 6.186,36 pada 30 Juli 2026. 

Sepanjang periode yang sama, investor asing membukukan jual bersih Rp92.35 triliun (27 Juli) — dan yang menahan indeks adalah basis investor domestik, terutama ritel. Tim Riset Pluang (Pluang Maju Sekuritas) mengurai data koreksi ini: kronologinya, penyebabnya, konteks historisnya, dan siapa yang menyerap tekanan jual.

Kronologi Koreksi IHSG 2026?

Data per penutupan 30 Juli 2026:

IndikatorLevel/NilaiTanggalSumber
Penutupan perdagangan perdana 2026 (rekor saat itu)8.748,132 Jan 2026BEI
Titik tertinggi tahun berjalan9.134,7020 Jan 2026BEI
Titik terendah tahun berjalan5.324,148 Jun 2026BEI
Posisi terkini6.186,3630 Jul 2026BEI
Perubahan dari posisi 2 Jan−28,5%per 30 Jul 2026BEI
Perubahan dari titik tertinggi−32,5%per 30 Jul 2026BEI
Kenaikan dari titik terendah+16,2%per 30 Jul 2026BEI
Jual bersih (net sell) investor asing all market±Rp71.17 triliunper 30 Jul 2026BEI

 

IHSG membuka 2026 dengan rekor. Pada 2 Januari 2026 indeks ditutup di 8.748,13, naik 1,17%, level penutupan tertinggi sepanjang sejarah saat itu. Penguatan berlanjut hingga puncak 9.134,70 pada 20 Januari 2026.

Arah berbalik setelahnya. Indeks jatuh 41,7% dari puncak dan menyentuh titik terendah 5.324,14 pada 8 Juni 2026. Sejak titik itu, IHSG naik 16,2% ke 6.186,36 per 30 Juli 2026, meski pada hari yang sama indeks masih melemah 118,67 poin.

Kenapa IHSG Turun Sepanjang 2026?

Koreksi 2026 digerakkan kombinasi faktor global dan domestik.

Faktor global:

  • Sentimen MSCI: Perubahan metodologi perhitungan free float MSCI serta peringatan potensi penurunan status pasar Indonesia memicu kekhawatiran perubahan bobot saham Indonesia di indeks global.

  • Suku bunga global: Ekspektasi kebijakan suku bunga global yang cenderung hawkish mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko di pasar berkembang.

  • Tensi geopolitik: Peningkatan ketegangan geopolitik menambah tekanan pada minat risiko investor global.

Faktor domestik:

  • Arus keluar dana asing: Jual bersih asing mencapai Rp92.35 triliun sepanjang tahun berjalan per 27 Juli 2026.

  • Pelemahan nilai tukar: Rupiah yang melemah terhadap dolar AS menekan valuasi aset dalam negeri.

  • Perlambatan daya beli: Konsumsi rumah tangga yang melambat menjadi perhatian investor terhadap prospek laba emiten.

Pelajari kenapa IHSG turun.

Bagaimana Koreksi 2026 Dibandingkan Koreksi IHSG Sebelumnya?

Dalam dua dekade terakhir, IHSG setidaknya dua kali mengalami koreksi yang lebih dalam. Pada krisis finansial global 2008, indeks terpangkas lebih dari 50% dalam setahun. Pada awal pandemi Covid-19, IHSG jatuh ke kisaran 3.900-an pada akhir Maret 2020 — terkoreksi sekitar sepertiga hanya dalam tiga bulan.

Yang membedakan kedua episode itu dari kejatuhannya adalah pemulihannya: dalam kedua kasus, indeks kembali mendekati atau melampaui level pra-krisis dalam kurun sekitar dua tahun.

Koreksi 29,2% pada 2026 berada di bawah skala 2008 maupun 2020, dan indeks telah memantul 16,4% dari titik terendahnya. Meski demikian, kinerja masa lalu tidak menjamin pola yang sama berulang — kecepatan pemulihan selalu bergantung pada faktor pemicunya.

Siapa yang Menyerap Tekanan Jual?

Saat asing keluar, basis investor domestik justru melebar. Jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 28,96 juta SID per 30 Juni 2026, naik 42,3% dibanding periode sama tahun sebelumnya (KSEI).

Peran ritel juga dominan di sisi transaksi. BEI mencatat rata-rata nilai transaksi harian 2026 sekitar Rp32 triliun, dan 52% di antaranya — sekitar Rp16 triliun per hari — berasal dari investor ritel domestik. Investor asing berkontribusi sekitar 30%, sisanya institusi domestik. Data pasar harian dapat diakses publik di Bursa Efek Indonesia.

Apa Pelajaran Diversifikasi dari Koreksi?

Diversifikasi portofolio adalah strategi menyebar dana ke beberapa kelas aset — misalnya saham, emas, reksa dana, dan obligasi — agar penurunan satu aset tidak menentukan nasib seluruh portofolio. 

Koreksi 2026 menunjukkan relevansinya: portofolio yang seluruhnya berada di satu aset bergerak sepenuhnya mengikuti aset tersebut, sementara portofolio terdiversifikasi memiliki komponen yang tidak bergerak searah — emas, misalnya, secara historis kerap bergerak berlawanan dengan aset berisiko justru pada periode pasar saham tertekan. Pelajari caranya di panduan diversifikasi portofolio.

Bagaimana Cara Mulai Berinvestasi Saham dengan Aman di Pluang?

  1. Unduh aplikasi Pluang, daftar, dan selesaikan verifikasi identitas (KYC).

  2. Aktifkan Rekening Dana Nasabah (RDN) dan setor dana sesuai kemampuan.

  3. Mulai dari nominal kecil dan pelajari emiten sebelum membeli — panduan lengkapnya ada di cara beli saham untuk pemula.

Akses ke saham Indonesia kini tersedia dengan modal terjangkau melalui platform berizin OJK seperti Pluang.

Pertanyaan Umum (FAQ)

  • Kenapa IHSG turun sepanjang 2026? Kombinasi faktor: sentimen perubahan metodologi dan peringatan status pasar dari MSCI, ekspektasi suku bunga global yang hawkish, tensi geopolitik, jual bersih asing Rp92.35 triliun (per 27/7/2026), pelemahan rupiah, dan perlambatan daya beli domestik.
  • Apakah koreksi IHSG 2026 sudah berakhir? Tidak ada pihak yang dapat memastikan arah pasar. Secara data, IHSG telah naik 16,4% dari titik terendah 5.324,14 (8 Juni 2026) ke 6.186,36 per 30 Juli 2026, tetapi masih 29,2% di bawah posisi 2 Januari 2026.
  • Berapa modal minimal untuk mulai investasi saham? Saham Indonesia dibeli per lot (100 lembar); sejumlah emiten dapat dimiliki dengan modal di bawah Rp100 ribu per lot. Yang lebih menentukan adalah konsistensi pembelian berkala dan pemilihan platform berizin OJK, bukan besaran modal awal.
  • Apakah sekarang waktu yang tepat membeli saham? Tidak ada jawaban tunggal — bergantung profil risiko dan horizon masing-masing. Data menunjukkan valuasi sejumlah emiten berada di bawah rata-rata historis pasca-koreksi, namun tidak ada jaminan pasar tidak turun lebih dalam. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil posisi.
  • Apa yang sebaiknya dilakukan investor saat IHSG koreksi? Prinsip dasarnya: hindari keputusan panik, tinjau kembali alokasi antaraset agar sesuai profil risiko, pastikan dana darurat aman, dan jika berinvestasi rutin, evaluasi apakah strategi pembelian berkala masih sesuai rencana keuangan — bukan sekadar mengikuti sentimen harian.

Kesimpulan

Koreksi IHSG 2026 membawa indeks dari rekor 8.748,13 pada 2 Januari ke titik terendah 5.324,14 pada 8 Juni, sebelum pulih sebagian ke 6.186,36 per 30 Juli 2026. Asing mencatat jual bersih Rp92.35 triliun (27 Juli), sementara 28,96 juta investor domestik — dengan ritel menyumbang 52% transaksi harian — menjadi penyerap utama tekanan jual. 

Secara historis koreksi ini belum sedalam 2008 maupun 2020, dan data periode ini menegaskan satu pelajaran lama: alokasi antaraset menentukan seberapa dalam sebuah portofolio ikut terkoreksi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.