Perkembangan artificial intelligence (AI), transformasi ekonomi, dan perubahan sosial membuat dunia kerja semakin dinamis. Kondisi ini menuntut generasi muda tidak hanya menguasai kompetensi di bidangnya, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu.

Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menilai, kemampuan menghubungkan berbagai keahlian menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi tantangan tersebut.

Hal itu disampaikan Dany saat memberikan graduation speech dalam Upacara Wisuda Universitas Indonesia (UI) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Balairung UI, Depok, Sabtu (22/8).

Dalam pidatonya, Dany mengingatkan para wisudawan bahwa dunia profesional tidak bekerja berdasarkan sekat fakultas maupun disiplin ilmu. Karena itu, kemampuan untuk mempertemukan pengetahuan dan perspektif yang berbeda menjadi semakin penting dalam menciptakan solusi bagi berbagai persoalan.

Ia menambahkan, masa depan tidak dibangun oleh satu disiplin ilmu saja, tetapi dari keberanian untuk mempertemukan berbagai keahlian.

"Ketika kedokteran dan kesehatan masyarakat bertemu dengan teknologi, psikologi, serta perspektif sosial dan kebijakan, kita membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang lebih utuh, bukan hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi menciptakan kemungkinan baru dan kemajuan bagi Indonesia,” ujar Dany, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (24/8).

Menurut Dany, penguasaan kompetensi secara mendalam tetap menjadi fondasi. Namun, kemampuan tersebut perlu dilengkapi dengan keterampilan untuk bekerja lintas disiplin.

Kolaborasi antarkeahlian dapat membuat pengetahuan berkembang menjadi inovasi, kemudian diwujudkan menjadi produk atau solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Dany juga mengungkapkan tiga karakter yang menurutnya perlu dimiliki para lulusan dalam menghadapi perubahan dunia profesional, yaitu distinctive, adaptive, dan inclusive.

Pertama, distinctive, yakni kemampuan mengenali kekuatan, kompetensi, dan perspektif unik yang dimiliki. Kedua, adaptive, yaitu kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.

Ketiga, inclusive, yang berarti terbuka terhadap kolaborasi dengan individu dari berbagai latar belakang keahlian dan perspektif.

Ketiga karakter tersebut, lanjut Dany, perlu diperkuat dengan tiga prinsip, yakni power of belief, power of commitment, dan power of legacy.

Power of belief menggambarkan keberanian untuk melangkah. Power of commitment menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.

Sementara Power of legacy mengajak setiap individu melihat perjalanan profesional bukan hanya dari pencapaian pribadi, tetapi juga dampak yang ditinggalkan bagi lingkungan dan masyarakat.

Dany menilai Indonesia memiliki talenta dari berbagai bidang yang dapat menjadi kekuatan untuk menjawab tantangan masa depan. Namun, potensi tersebut perlu dihubungkan melalui kolaborasi dan diwujudkan dalam karya nyata.

“Indonesia memiliki talenta-talenta unggul dari berbagai bidang. Ketika keunggulan tersebut saling terhubung, berkolaborasi, dan diwujudkan menjadi karya nyata, kita memiliki kekuatan besar untuk menciptakan lebih banyak solusi, memperluas manfaat, dan bersama-sama membawa Indonesia semakin maju,” pungkas Dany.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.