Gojek dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkolaborasi dalam penataan kawasan Stasiun Bogor dengan menghadirkan integrasi mobilitas antarmoda yang aman, tertib, dan nyaman.

Kolaborasi ini diresmikan melalui acara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Gojek dan KAI di Stasiun Bogor pada 7 September 2026.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyediaan titik jemput GoRide Instant dan GoCar Instant di kawasan stasiun. Titik jemput yang terintegrasi dengan fitur Instant di aplikasi Gojek ini memungkinkan pengguna kereta untuk melanjutkan perjalanan dengan lebih mudah tanpa perlu menunggu penjemputan dengan waktu yang lama.

Langkah tersebut juga mendukung penataan kawasan stasiun agar aktivitas naik-turun penumpang dapat berlangsung lebih tertib. Henky Prihatna, Chief of Partnership GoTo mengatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan kawasan stasiun yang semakin rapi, aman, dan terintegrasi.

"Gojek turut menjadi bagian dengan menghadirkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant di 37 stasiun, termasuk di Stasiun Bogor. Kami berharap ini dapat membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan nyaman dari rumah ke stasiun, melanjutkan perjalanan dengan kereta, hingga sampai ke tujuan,” kata Henky dalam kesempatan tersebut, Senin (07/09).

Penataan kawasan di Stasiun Bogor menjadi semakin relevan seiring meningkatnya mobilitas pengguna KRL. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa jumlah pengguna KRL di Stasiun Bogor saat ini sebanyak 130.000 penumpang per hari.

Angka tersebut mengalami peningkatan dari sekitar 100.000 penumpang pada tahun sebelumnya. Besarnya jumlah pengguna membuat penataan kawasan tidak hanya fokus pada layanan KRL, tetapi juga mengintegrasikan berbagai moda transportasi.

“Kita harapkan dengan konsep konektivitas ini tidak hanya ada KRL saja. Juga ada nanti Trans Pakuan, kemudian ada angkutan daring. Bahkan kita sedang membicarakan bagaimana kalau kita menginisiasi konsep LRT perkotaan di Bogor,” ujar Bobby.

Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim yang turut hadir dalam acara peresmian tersebut menekankan bahwa penataan kawasan dan mobilitas penumpang di Stasiun Bogor tidak lepas dari tersedianya beragam nya moda transportasi.

“Kita juga harus coba tata transportasi untuk distribusi penumpang. Artinya tetap ada yang pakai kendaraan transportasi publik massal, tetapi juga ada yang daring,” kata Dedie.

Kolaborasi ini menjadi lanjutan dari sinergi antara Gojek dan KAI yang telah berjalan sejak 2022 melalui GoTransit, yang mengintegrasikan layanan GoRide dan GoCar dengan KRL Commuterline.

Kolaborasi ini juga membuka peluang yang lebih luas, seperti pemanfaatan GoPay sebagai solusi pembayaran digital di ekosistem KAI Group, memasarkan dan memanfaatkan teknologi Gojek dan GoPay untuk seluruh entitas usaha di bawah KAI Group, termasuk KAI Logistik.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.