Pemerintah menerbitkan Kangaroo Bond, Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi Australian Dollar (AUD) pada hari ini, 14 Agustus 2025. Ini merupakan pertama kalinya Indonesia mengeluarkan SUN dalam denominasi tersebut.

Setelah diumumkan secara resmi pada 7 Agustus lalu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro, menyebut penawaran ini telah menarik investor global hingga mencapai total orderbook sebesar 8 miliar dolar Australia. 

Ada dua seri obligasi yang diterbitkan, yakni RIAUD0830 bertenor 5 tahun dengan nilai 500 juta dolar Australia dan RIAUD0835 bertenor 10 tahun senilai 300 juta dolar Australia.

Tingginya permintaan tersebut membuka kesempatan pemerintah untuk menetapkan tingkat imbal hasil (yield) yang lebih kompetitif, yaitu sebesar 4,427% untuk tenor 5 tahun dan sebesar 5,380% tenor 10 tahun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, penerbitan perdana Kangaroo Bond sekaligus menjadi tonggak pencapaian atas peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Australia.

“Tingginya minat investor global termasuk investor domestik Australia mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia,” tutur Sri Mulyani, pada pekan lalu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.