PT Ormat Geothermal Indonesia ditetapkan sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu, Halmahera Barat. Penetapan ini menjadi sorotan karena afiliasi Ormat dengan Israel.

Penetapan pemenang lelang itu tertulis dalam pengumuman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tertanggal 12 Januari 2026.

“Menteri ESDM telah menetapkan Pemenang Lelang WKP Telaga Ranu ... yaitu Nama Badan Usaha: PT Ormat Geothermal Indonesia,” tulis pengumuman tersebut.

Merujuk informasi resmi dari Ormat, perusahaan itu awalnya memang didirikan di Israel, dan kemudian terdaftar sebagai perusahaan Amerika Serikat. Saham Ormat juga tercatat di bursa saham Amerika Serikat dan Israel.

Ormat bukan satu-satunya perusahaan asing di pengembangan proyek geothermal di Indonesia. Menurut penelusuran Katadata, ada banyak perusahaan Jepang seperti Inpex, Sumitomo, Kyushu Electric Power, Itochu, Marubeni, dan Tohoku Electric.

Berbagai perusahaan Jepang itu memiliki saham dalam pengembangan proyek geothermal, mulai dari Sarulla, Muara Laboh, Rantau Dedap, hingga Ijen.

Ada pula KS Orka–perusahaan patungan dari Islandia dan Cina–yang ikut menggarap proyek geothermal di WKP Sorik Marapi dan Sokoria dengan kepemilikan saham 95% di kedua proyek.

Menurut Kementerian ESDM, sudah ada Rp157,4 triliun total investasi panas bumi sejak 2015-2024. Dalam kurun waktu yang sama, penerimaan negara dari proyek panas bumi juga mencapai Rp 18,2 triliun. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antoineta Amosella