Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17.504 pulau dan garis pantai sekitar 108 ribu kilometer. Kondisi ini menjadikan sektor kelautan sebagai fondasi strategis pembangunan nasional. 

Potensi tersebut dikelola melalui pendekatan ekonomi biru, yang menempatkan keberlanjutan sebagai prasyarat pertumbuhan.

Bank Dunia memperkirakan nilai ekonomi laut Indonesia melampaui USD280 miliar per tahun. Angka ini mencerminkan besarnya peluang sektor kelautan, sekaligus tantangan dalam memastikan pemanfaatannya tetap terukur dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, kebijakan ekonomi biru diarahkan kepada perluasan kawasan konservasi, penangkapan ikan berbasis kuota, pengembangan budidaya perikanan, pengelolaan pesisir dan pulau kecil, serta pengurangan sampah plastik di laut.

Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai program prioritas, seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan Gerakan Bulan Cinta Laut, yang terintegrasi dengan penciptaan lapangan kerja serta penguatan tata kelola sumber daya.

Komitmen ini sejalan dengan agenda global yang mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam forum seperti Ocean Impact Summit, yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas untuk mempercepat investasi dan inovasi di sektor kelautan berkelanjutan. 

Dengan pendekatan tersebut, ekonomi biru tidak hanya menjadi strategi pertumbuhan, tetapi juga instrumen transisi menuju pembangunan yang inklusif dan berdaya tahan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.