Sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat, Indonesia telah menarik sebanyak Rp2.430 triliun pada 2025 hingga kuartal I 2026. Hal ini sempat disinggung Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat merespons kritik terkait perjalanan luar negeri Prabowo.

Teddy menjelaskan nilai investasi tersebut adalah hasil dari perjalanan luar negeri Prabowo yang bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara lain.

“Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun, itu data dari BKPM,” kata Teddy dalam keterangan video, Senin, 1 Juni 2026.

Menilik lebih lanjut data tersebut, investasi terbesar datang dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1.278,8 triliun atau 52,6% dari total.Sementara, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.150,8 triliun atau 47,4%.

Lebih dari setengah alias 63% investasi asing di Indonesia sepanjang periode itu, datang dari Singapura, Hongkong, dan Tiongkok. Singapura berinvestasi sebesar Rp354,5 triliun, sementara Hongkong dan Tiongkok masing-masing sebesar Rp214,5 dan Rp156,2 triliun.

Sektor yang paling banyak disuntik investasi adalah industri logam, bukan mesin, dan alat dengan realisasi sebesar Rp487,7 triliun. Selain itu, sektor jasa lainnya dan pertambangan masing-masing mendapatkan investasi sebsar Rp265,3 dan Rp225,7 triliun

Tren era Prabowo berbanding terbalik dengan tren pada 2020-2024. Dalam periode tersebut, PMA justru menjadi sumber investasi terbesar dengan proporsi 52,2% dari angka total.

 

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antoineta Amosella