Robert Budi Hartono menjadi pengendali tunggal konglomerasi Grup Djarum setelah saudara kandungnya, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia. Perubahan tersebut tercantum dalam keterbukaan informasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BCA merupakan salah satu aset Grup Djarum yang kepemilikannya berada di bawah PT Dwimuria Investama Andalan (DIA). Perusahaan tersebut sebelumnya dimiliki oleh Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.
“Sehubungan dengan telah meninggal dunianya Alm. Bambang Hartono, maka terdapat perubahan pemegang saham pengendali PT DIA menjadi Robert Budi Hartono,” tulis Sekretaris Perusahaan BCA Rudy Budiartjo dalam keterbukaan informasi di BEI pada 31 Juli 2026.
Dengan perubahan tersebut, Robert kini menjadi satu-satunya pemegang saham pengendali DIA sekaligus pengendali Grup Djarum. Berawal dari perusahaan tembakau, konglomerasi Djarum telah merambah lini bisnis lain seperti elektronik, jasa keuangan, dan teknologi.
Anak-anak dari Budi dan Bambang Hartono pun sudah dipercaya untuk mengisi pos penting dalam perusahaan-perusahaan Grup Djarum. Budi memiliki tiga anak laki-laki, yaitu Victor, Martin, dan Armand. Victor dipercaya menjadi Direktur Utama PT Djarum, Martin memimpin modal ventura GDP Venture, dan Armand kini menjabat Wakil Direktur Utama BCA.
Sementara, Bambang memiliki empat anak, yaitu Roberto, Stefanus, Vanessa, dan Natalia. Rekam publik mencatat Roberto dipercaya menjadi COO Polytron dan Natalia menjadi CEO pusat perbelanjaan Grand Indonesia. Sementara, tidak ada catatan publik terkait jabatan Stefanus dan Vanessa.