Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia meluas hingga negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani telah meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berkoordinasi dengan Malaysia terkait asap karhutla yang mengganggu mereka.
"Karena kan biasanya terjadinya kebakaran di Kalimantan memang efeknya akan juga terdampak ke negara-negara tetangga," kata Puan di Gedung DPR, Senayan, pada Kamis, 27 Agustus.
Sebelumnya, Indonesia sudah mengizinkan Malaysia melakukan operasi penyemaian awan di wilayah perbatasan. Ini dilakukan untuk membantu mengatasi kabut asap.
Merujuk Fire Emissions Watch milik Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA), timbulan asap karhutla Indonesia per 24 Agustus lalu tercatat berada di level pekat. Asap itu terbawa angin bergerak ke Singapura, Malaysia, dan Brunei.
Meluasnya asap ini membuat Malaysia sempat menutup sementara operasional 600 sekolah di negara bagian Sarawak pada 20-21 Agustus lalu.
Pemerintah Singapura membentuk Haze Task Force alias satuan tugas penanganan asap. Tim ini juga berkoordinasi dengan penyelenggara F1 agar acar balapan pada 9-11 Oktober 2026 mendatang tidak terganggu asap.
Data Fire Emissions Watch mencatat Indonesia sudah menghasilkan 2,59 juta ton emisi karbon secara harian per 24 Agustus. Angka ini sudah di atas rata-rata harian Indonesia sejak 2003-2025.