Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan (OECD) merilis Programme for International Student Assessment (PISA) 2025. Asesmen untuk siswa 15 tahun di 91 negara ini menunjukkan skor membaca dan sains Indonesia naik, masing-masing menjadi 365 dan 389 poin, sementara skor matematika turun tipis menjadi 364.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menilai capaian ini patut diapresiasi karena terjadi di tengah tren penurunan performa pendidikan global selama dua dekade terakhir.

"Performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains," kata dia, Selasa, 8 September.

Jika dilihat dari perjalanannya sejak 2006, skor PISA Indonesia sempat anjlok tajam pada 2022. Skor membaca turun ke titik terendah sebesar 359 dan sains ke 383, sebelum akhirnya kembali merangkak naik pada asesmen 2025. Skor matematika justru menunjukkan pola sebaliknya, yakni sempat membaik pada 2015 dengan skor 386 namun terus melandai hingga hanya 364 pada edisi terbaru.

Sejumlah persoalan mendasar juga masih membayangi pendidikan Indonesia. Rasa ingin tahu siswa Indonesia terhadap sains tercatat tinggi (80%), tetapi hanya 30% yang memiliki growth mindset atau keyakinan bahwa kemampuan bisa terus dikembangkan. Dukungan orang tua terhadap pembelajaran sains di rumah juga menurun, dari 57% pada 2022 menjadi 48% pada 2025.

Dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, posisi Indonesia masih tertinggal jauh. Singapura memimpin di ketiga bidang dengan skor di atas 530, diikuti Brunei, Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang juga unggul dari Indonesia. Skor Indonesia bahkan hanya sedikit di atas Filipina.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antoineta Amosella