Diare merupakan kondisi yang sangat mengkhawatirkan bagi orang tua, terutama jika menyerang balita. Untungnya, ada sejumlah herbal aman untuk diare pada balita yang terbukti efektif dan mudah ditemukan di sekitar kita.
Kamu bisa mengandalkan pengobatan alami ini sebagai langkah awal sebelum pergi ke dokter, tentu dengan pemahaman yang tepat dan hati-hati.
Disadur dari situs pafiairbuaya.org, berikut fakta menarik herbal aman untuk diare pada balita dan cara menggunakannya.
1. Kenali Penyebab Diare dan Bahayanya pada Balita
Diare pada balita umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti rotavirus, bakteri dari makanan, intoleransi laktosa, atau konsumsi makanan yang tidak cocok.
Menurut penelitian oleh Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, diare menjadi penyebab utama kematian anak di bawah usia lima tahun di Indonesia karena dehidrasi yang cepat.
Maka dari itu, penting bagi kamu sebagai orang tua untuk bertindak cepat dan tepat.
2. Daun Jambu Biji, Herbal Lokal dengan Efek Antibakteri
Daun jambu biji adalah herbal yang telah lama digunakan secara tradisional. Studi dari Universitas Airlangga menyebutkan bahwa ekstrak daun jambu biji mengandung flavonoid dan tanin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare seperti Escherichia coli dan Salmonella.
Kamu bisa merebus 5 lembar daun jambu biji muda dalam 300 ml air dan memberikan air rebusannya (yang sudah disaring dan didinginkan) dalam dosis kecil sesuai usia balita, maksimal dua kali sehari.
3. Kunyit, Antiinflamasi Alami yang Aman untuk Perut Kecil
Kunyit dikenal sebagai antiseptik alami. Penelitian oleh Universitas Andalas mengungkapkan bahwa kurkumin pada kunyit memiliki efek antiinflamasi dan antibakteri.
Untuk balita, cukup gunakan air hasil perasan kunyit segar yang telah dicampur dengan madu dalam jumlah sangat kecil (madu hanya untuk anak di atas 1 tahun). Minuman ini bisa diberikan satu sendok teh satu kali sehari untuk membantu meredakan gejala.
4. Air Rebusan Daun Sambiloto yang Pahit Tapi Manjur
Sambiloto memang terkenal dengan rasa pahitnya, tapi jangan salah, tanaman ini punya kandungan andrografolida yang berfungsi sebagai imunomodulator. Laporan dari Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sambiloto efektif mengurangi frekuensi buang air pada penderita diare.
Untuk balita, ekstrak sambiloto sebaiknya diberikan dalam bentuk sediaan herbal terstandar dengan takaran yang disesuaikan dan diawasi oleh tenaga medis atau herbalis terpercaya.
5. Rehidrasi Tetap Prioritas, Kombinasi Herbal dan Oralit
Meskipun herbal bisa membantu mengatasi penyebab diare, kamu tetap harus memprioritaskan rehidrasi. WHO merekomendasikan pemberian larutan oralit setiap kali anak buang air besar cair.
Kombinasikan dengan pemberian herbal secara bijak agar hasilnya optimal. Jika dalam 2 hari tidak membaik atau terdapat tanda dehidrasi berat, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan.
Herbal Aman untuk Diare pada Balita Bisa Jadi Penolong Utama
Menggunakan herbal aman untuk diare pada balita memang bisa menjadi pilihan bijak, terutama jika dilakukan dengan pengetahuan yang cukup dan dalam batas yang aman.
Selain murah dan mudah ditemukan, herbal juga cenderung minim efek samping jika diberikan dengan tepat. Kamu tetap harus memperhatikan kondisi tubuh si kecil dan tidak menggantikan herbal sepenuhnya dengan perawatan medis jika gejala memburuk.