Warga Jabodetabek Gelar Meditasi Bersama Ikuti Tata Hati di New Zealand

YCCK
Meditasi bersama Bunda Arsaningsih di Australia
Penulis: Kamila Meilina
Editor: Yuliawati
23/9/2025, 09.26 WIB

Suasana hening memenuhi ruangan auditorium Apartemen Signature Park, Jakarta saat 80-an orang bermeditasi bersama, Sabtu (20/9). Peserta yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) ini bermeditasi mengikuti tuntunan secara online Guru Meditasi Bunda Arsaningsih yang sedang berada di Wellington, New Zealand.

Bunda Arsaningsih bersama Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) menggelar acara talkshow dan meditasi Tata Hati di Wellington. Acara ini diikuti oleh 1.525 peserta secara daring dari berbagai wilayah dan luring. 

Guru meditasi dan peraih dua rekor MURI ini membimbing bermeditasi dengan metode Soul Reflection (Renungan Jiwa). Bunda Arsaningsih menuntun para peserta mengenali emosi-emosi negatif dalam diri seperti kecemasan, kekecewaan, iri hati hingga rasa tak dicintai.

Metode Soul Reflection ini menuntun peserta terhubung dengan energi Tuhan melalui perantara para utusan Tuhan. Keterhubungan dengan Tuhan inilah yang memberikan kekuatan sehingga membebaskan individu dari pendaman emosi/energi negatif dalam diri seseorang dan mengubahnya menjadi energi positif.

Bunda Arsaningsih menekankan spiritualitas sejati bukan sekadar religiusitas, melainkan proses berkesadaran yang dijalani dengan penuh cinta dalam pikiran, ucapan, dan tindakan. “Jika sesuatu belum dilakukan dengan cinta, itu belum menjadi spiritual,” kata Bunda Arsaningsih.

Acara meditasi ditutup dengan pelayanan memancarkan energi cinta bagi bumi dan seluruh makhluk, terkhusus untuk Kutub Selatan.

Salah satu peserta yang hadir di Apartemen Signature Park - Cawang, Rizki Nurhayati, mengatakan setelah mengikuti meditasi merasa lebih plong. "Sebelum meditasi saya tak sadar memiliki kecemasan, ternyata lewat tuntunan meditasi jadi kenal dengan kecemasan dalam diri ini. Jadi ringan, wow banget," kata Rizki.

Rizki mengikuti meditasi bersama dengan mengajak suami dan dua anaknya. Anaknya masing-masing berumur delapan dan lima tahun sudah dia kenalkan dengan metode Soul Reflection.

"Agar anak terbiasa untuk menyadari pendaman negatif dalam diri, dan lebih mawas diri dalam mengolah rasa dalam kehidupan sehari-hari," kata Rizki yang tinggal di Bogor.

Peserta lainnya, Fransisca, mengatakan setelah mengikuti acara Tata Hati merasakan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. "Setelah meditasi, rasanya lebih plong dan damai," kata Fransisca.

Fransisca yang tinggal di Jakarta Timur ini rutin mengikuti meditasi bersama metode Soul Reflection yang diadakan setiap Rabu di Auditorium Apartemen Signature Park pukul 18.00. 

Dia mengatakan Soul Reflection sangat bermanfaat karena membuat dia mengetahui pikiran sebagai proses energi. "Membuat saya jadi mawas diri karena ternyata pikiran negatif yang teradiasi keluar yang bisa menarik hal-hal buruk dalam hidup," kata dia.

Alasan Tata Hati Digelar di New Zealand

Acara talkshow dan meditasi bersama Tata Hati Wellington ini diikuti oleh 1.525 peserta secara daring dan luring. Perhelatan Tata Hati di Wellington ini bagian dari roadshow ke banyak kota di dunia. Sebelumnya Tata Hati digelar di Denpasar, Solo, Paris, Italia, Belgia, Belanda dan Melbourne.

Roadshow Tata Hati untuk memperkuat cahaya, cinta, dan energi Tuhan di berbagai kota di dunia. “Tata Hati membawa keharmonisan pada setiap kota yang dikunjungi,” kata Bunda Arsaningsih.

Acara talkshow dan meditasi Tata Hati di Wellington, New Zealand, Sabtu (20/9) .  (Dok. YCCK)

Tata Hati juga sebagai bagian dari upaya menata kesehatan mental.  New Zealand kerap dipandang sebagai negara dengan kualitas hidup terbaik. Menurut Global Life-Work Balance Index 2025 yang dirilis Remote, Negeri Kiwi menempati peringkat pertama dengan skor 86,9/100, serta berada di posisi ke-12 dalam World Happiness Report.

Namun,  tantangan kesehatan mental tetap menjadi isu serius yang memerlukan perhatian lintas sektor.

Tata Hati di Wellington juga menyoroti nilai-nilai harmoni yang diwariskan bangsa Maori, penjaga kedaulatan tanah Aotearoa. Tradisi dan kearifan lokal mereka dinilai sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana dari Bali, yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Arsaningsih menilai, kehadiran Tata Hati di New Zealand juga sejalan dengan tren global yang menempatkan well-being sebagai bagian penting dari produktivitas dan pembangunan ekonomi.

Industri kesehatan mental dan wellness diproyeksikan bernilai lebih dari US$ 5 triliun atau Rp 82.919 triliun secara global pada 2030, dengan pertumbuhan signifikan di sektor mental health tech dan layanan terapi berbasis komunitas.

Semakin tingginya beban kerja dan tantangan sosial, membuat pendekatan seperti meditasi dan mindfulness semakin dibutuhkan masyarakat. Bukan hanya untuk kesehatan pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari kebijakan korporasi dalam mendukung karyawan dan meningkatkan kinerja.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina