Apa itu Fidyah? Bayar Utang Puasa Bisa Pakai Beras

Unsplash
Apa itu Fidyah?
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
18/3/2025, 16.23 WIB

Apa itu fidyah? Seseorang yang memiliki utang puasa Ramadan dan tidak dapat menggantinya dengan qadha, sebaiknya memahami konsep fidyah agar pelaksanaannya sesuai dengan syariat Islam.

Fidyah umumnya berupa pemberian makanan pokok, tetapi bisa juga dalam bentuk uang yang disalurkan kepada orang yang membutuhkan seperti fakir miskin. Jumlah fidyah yang dibayarkan sesuai banyak puasa yang ditinggalkan.

Tujuan fidyah yaitu memastikan bahwa mereka yang tidak berpuasa, tetap memenuhi kewajiban agama, sambil memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menunjukkan fleksibilitas bagi seseorang yang mungkin tidak mampu berpuasa secara fisik, tetapi masih bisa menjalankan perintah agama Islam.

Apa itu Fidyah?

Apa itu fidyah? Fidyah berarti mengganti atau menebus, berasal dari kata "fadaa". Dalam konteks istilah, fidyah adalah harta yang wajib diberikan kepada orang miskin dalam jumlah tertentu, sebagai kompensasi atas ibadah yang tidak dilaksanakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fidyah merupakan denda yang harus dibayar oleh seorang Muslim yang meninggalkan puasa karena sakit atau sedang dalam perjalanan, dengan memberikan makanan kepada orang miskin.

Fidyah puasa dikembalikan pada kebiasaan masyarakat atau 'urf. Karena itu, membayar fidyah dianggap sah jika seseorang memberikan makanan kepada satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menetapkan kadar fidyah secara khusus. Makanan yang diberikan sebaiknya yang biasa dikonsumsi oleh keluarga. 

Membayar Fidyah dengan Beras

Fidyah Puasa Ramadan (Unsplash)

Dalam mazhab Islam, terdapat perbedaan mengenai jumlah beras yang harus dibayarkan sebagai fidyah. Menurut Imam Malik dan Imam Asy-Syafii, fidyah dalam bentuk beras harus setara dengan 1 mud gandum, sementara Mazhab Hanafi menetapkan jumlah fidyah sebesar 2 mud gandum.

1 mud gandum setara dengan 0,75 kilogram. Untuk menghitung berapa liter beras yang diperlukan, kita perlu memperhatikan berat jenis beras, yang berkisar antara 0,6 hingga 0,8 gram per mililiter. Maka, untuk perhitungan menurut Imam Malik dan Imam Asy-Syafii, diperlukan sekitar 0,75 kg beras. Sementara itu, menurut Mazhab Hanafi, diperlukan 1,5 kg beras.

Untuk menunaikan fidyah, berikan bantuan berupa beras kepada orang yang membutuhkan. Misalnya, jika seseorang memiliki kewajiban mengganti puasa selama 7 hari, ia perlu memberikan 1,5 kilogram beras kepada tujuh orang miskin.

Selain itu, ia dapat menyiapkan hidangan makanan setara dengan fidyah yang harus dibayarkan dan mengundang orang miskin untuk makan bersama hingga kenyang. Contohnya, jika seseorang memiliki utang puasa selama 10 hari, ia harus memberi makan 10 orang hingga kenyang, sebaiknya dengan tambahan lauk seperti daging.

"Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, bahwa dirinya sudah tidak mampu puasa setahun, beliau membuat adonan tepung dan mengundang 30 orang miskin. Kemudian beliau kenyangkan mereka semua." (HR. Ad-Daruquthni, dinilai shahih oleh Al-Albani).

Kapan Fidyah Harus Dibayarkan?

Dengan status hukumnya yang telah disebutkan, seorang Muslim sebaiknya membayar fidyah tepat waktu untuk meraih keutamaan. Waktu yang paling dianjurkan untuk membayar fidyah yaitu sebelum bulan Ramadan berakhir, berikut informasinya:

1. Pada Hari yang Sama

Fidyah merupakan pengganti puasa Ramadan dengan memberikan makanan kepada fakir miskin sesuai hari yang ditinggalkan. Karena itu, seseorang dapat membayar fidyah pada hari yang sama ketika ia tidak berpuasa.

Sebagai contoh, jika seseorang tidak berpuasa karena sakit menahun, ia bisa memberikan makanan matang atau bahan makanan pokok kepada orang miskin pada hari itu juga. Pembayaran fidyah bisa dilakukan setiap hari selama bulan puasa, baik kepada orang yang sama maupun berbeda.

2. Akhir Bulan Ramadan

Waktu lain yang bisa dipilih untuk membayar fidyah yaitu pada hari terakhir bulan Ramadan. Dalam hal ini, seseorang harus menghitung jumlah fidyah berdasarkan hari-hari yang ditinggalkan.

Sebagaimana dicontohkan oleh sahabat Anas bin Malik, beliau pernah membayar fidyah di akhir bulan Ramadan dengan mengundang orang miskin ke rumahnya dan memberikan makanan siap saji.

Kedua waktu tersebut merupakan saat yang tepat untuk membayar fidyah. Namun, jika seorang Muslim tidak dapat membayar fidyah tepat waktu, Islam memberikan keringanan. Seperti halnya qadha zakat fitrah, pembayaran fidyah juga bisa dilakukan secara qadha.

Dengan demikian, Islam tidak secara ketat membatasi waktu pembayaran fidyah. Seorang Muslim dapat membayarnya di waktu lain meski Ramadan sudah berlalu, sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. Namun, sebaiknya fidyah dibayarkan segera, karena puasa yang belum dilaksanakan dianggap sebagai utang.

Kesimpulan apa itu fidyah adalah kewajiban membayar denda atau ganti rugi bagi seseorang yang tidak mampu menjalankan puasa di bulan Ramadan. Bisa dibayar pada hari yang sama atau diakhir bulan Ramadan, sebelum Ramadan selanjutnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.