Wasiat Paus Fransiskus Telah Dirilis oleh Vatikan, Begini Isinya

Vatican News
Surat Wasiat Paus Fransiskus
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
23/4/2025, 15.36 WIB

Vatikan merilis isi surat wasiat Paus Fransiskus yang meninggal pada 21 April 2025 di kediamannya, Casa Santa Marta, Vatikan. Kabar terkait kematiannya telah dikonfirmasi oleh Kantor Pers Takhta Suci. 

Paus Fransiskus telah memimpin Gereja Katolik selama lebih dari 12 tahun. Ia menggunakan surat wasiat terakhirnya untuk menyampaikan keinginannya terkait lokasi pemakamannya setelah wafat. Tokoh utama Gereja Katolik ini tutup usia di umur 88 tahun, sehari setelah tampil mengejutkan di hadapan publik saat perayaan Paskah di Lapangan Santo Petrus. 

Isi Wasiat Paus Fransiskus

Wasiat Paus Fransiskus (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.)

 

Wasiat Paus Fransiskus yang dikeluarkan pada 29 Juni 2022 telah resmi diumumkan, berisi arahan agar pemakamannya kelak dilangsungkan di Basilika Santa Maria Maggiore. Berikut isi wasiatnya mengutip Vaticannews.va:

1. Isi Wasiat Paus Fransiskus Bahasa Inggris

TESTAMENT OF THE HOLY FATHER FRANCIS

 

Miserando atque Eligendo

In the Name of the Most Holy Trinity. Amen.

 

As I sense that the twilight of my earthly life is approaching, and with firm hope in Eternal Life, I wish to express my final wishes regarding my burial place.

I have always entrusted my life and priestly and episcopal ministry to the Mother of Our Lord, Mary Most Holy. Therefore, I ask that my mortal remains rest, awaiting the day of resurrection, in the Papal Basilica of Saint Mary Major.

I wish that my final earthly journey conclude precisely in this ancient Marian shrine, where I go to pray at the beginning and end of every Apostolic Journey to faithfully entrust my intentions to the Immaculate Mother and to give thanks for her gentle and maternal care.

I ask that my tomb be prepared in the burial niche in the side nave between the Pauline Chapel (Chapel of the Salus Populi Romani) and the Sforza Chapel of the aforementioned Papal Basilica, as indicated in the enclosed plan.

The tomb should be in the ground; simple, without particular ornamentation, and bearing only the inscription: Franciscus.

The expenses for the preparation of my burial will be covered by a benefactor and the sum will be transferred to the Papal Basilica of Saint Mary Major. I have given the appropriate instructions to Monsignor Rolandas Makrickas, Extraordinary Commissioner of the Liberian Chapter.

May the Lord grant the deserved reward to those who have wished me well and will continue to pray for me. The suffering that marked the final part of my life, I offer to the Lord, for peace in the world and brotherhood among peoples.

Domus Sanctae Marthae, 29 June 2022

2. Wasiat Paus Fransiskus Bahasa Indonesia

Miserando atque Eligendo
Dalam nama Tritunggal Mahakudus. Amin.

Saat aku merasakan semakin dekatnya senja kehidupan duniawiku, dan dengan harapan kuat akan kehidupan kekal, aku ingin menyampaikan keinginan terakhirku hanya mengenai tempat pemakamanku.

Sepanjang hidup saya, dan selama pelayanan saya sebagai seorang imam dan uskup, saya selalu mempercayakan diri saya kepada Bunda Maria yang Kudus. Karena alasan ini, saya mohon agar jenazah saya beristirahat, sambil menunggu hari Kebangkitan di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore.

Saya berharap perjalanan duniawi terakhir saya berakhir tepat di tempat suci Maria kuno ini, tempat saya selalu berhenti untuk berdoa di awal dan akhir setiap Perjalanan Kerasulan, dengan penuh keyakinan mempercayakan niat saya kepada Bunda Maria yang tak bernoda, dan bersyukur atas pemeliharaannya yang lembut dan keibuan.

Saya meminta agar makam saya dipersiapkan di ceruk pemakaman di lorong samping antara Kapel Pauline (Kapel Salus Populi Romani) dan Kapel Sforza di Basilika, seperti yang ditunjukkan dalam rencana terlampir.

Makamnya seharusnya berada di dalam tanah, sederhana, tanpa ornamen khusus, dan hanya bertuliskan Franciscus .

Biaya persiapan pemakaman akan ditanggung oleh sejumlah uang yang disediakan oleh seorang dermawan, yang telah saya atur untuk ditransfer ke Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore. Saya telah memberikan instruksi yang diperlukan mengenai hal ini kepada Kardinal Rolandas Makrickas, Komisaris Luar Biasa Basilika Liberia.

Semoga Tuhan memberikan balasan yang setimpal kepada semua orang yang telah mengasihiku dan yang terus mendoakanku. Penderitaan yang telah menandai bagian akhir hidupku, kupersembahkan kepada Tuhan, demi perdamaian di dunia dan demi persaudaraan di antara manusia.

Santa Marta, 29 Juni 2022
FRANSIS

Penyebab Kematian Paus Fransiskus

Penyebab kematian Paus Fransiskus diketahui karena stroke, lalu koma dan gagal jantung. Keterangan resmi mengenai hal ini, dikeluarkan oleh Dr. Andrea Arcangeli, selaku Director of the Directorate of Health and Hygiene Vatikan. Kemudian, diumumkan oleh Kantor Pers Tahta Suci pada Senin malam.

Laporan medis menjelaskan bahwa Paus sebelumnya menderita gangguan pernapasan akut yang dipicu oleh pneumonia bilateral dengan infeksi dari berbagai mikroorganisme, bronkiektasis di banyak area paru-paru, hipertensi, serta diabetes tipe 2. 

Kepastian meninggalnya beliau diperoleh melalui pemeriksaan tanatografi elektrokardiografi. Dalam pernyataannya, Dr. Arcangeli menuliskan, “Dengan ini saya menyatakan bahwa, sejauh pengetahuan dan penilaian saya, penyebab kematian beliau adalah sebagaimana yang telah disebutkan.”

Dalam surat wasiat Paus Fransiskus, ia mengungkapkan bahwa akhir hidupnya di dunia terasa semakin dekat. Karena itu, ia menuliskan permintaan terakhir terkait pemakamannya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.