Ceramah adalah pidato yang disampaikan seseorang di depan umum. Pidato yang disampaikan tentang pengetahuan, agama, pesan, dan hal positif.
Ceramah mempersiapkan materi yang terdiri dari bagian pembuka, isi, dan penutup. Ceramah didengarkan banyak orang sebagai pendengar yang menerima wawasan dan ilmu.
Contoh topik ceramah keagamaan di masjid yaitu bersyukur. Topik ceramah ini bisa disampaikan kurang lebih 7 menit oleh penceramah.
Ceramah tentang bersyukur memberikan manfaat bagi para pendengar untuk kebaikan. Berikut contoh ceramah tentang bersyukur yang singkat namun penuh makna.
Contoh Ceramah Tentang Bersyukur
Hadirin yang berbahagia, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah subhanahu wata'ala, yang mana Allah telah memberikan kepada kita semua kenikmatan berupa kesehatan dan kesempatan, sehingga dengan nikmat tersebut kita bisa berkumpul kembali di majelis yang mudah-mudahan diridhoi oleh Allah.
Sebelum penceramah masuk ke inti dari ceramah yang hendak penceramah sampaikan, penceramah hendak berwasiat terlebih dahulu khususnya pada diri penceramah sendiri dan umumnya kepada para hadirin yang hadir di majelis ini.
Isi wasiatnya yaitu marilah kita senantiasa menjalankan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan marilah kita pertahankan ketakwaan kita hingga ajal menjemput. Allah subhanahu wata'ala berfirman :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.
Hadirin yang berbahagia, pernahkan Anda memuji Allah saat memperoleh rezeki dari arah yang tidak terduga? Atau pernahkah Anda memuji Allah subhanahu wata'ala saat berhasil melalui suatu kesulitan?
Bila Anda pernah mengalaminya maka sesungguhnya apa yang Anda lakukan hanyalah salah satu unsur dari perbuatan syukur. Mengapa demikian? Karena, syukur yang ada di dalam ajaran Islam tidak hanya sekedar memuji Tuhan atas karunia yang diberikan, akan tetapi lebih dari itu.
Lalu, sesungguhnya seperti apakah bersyukur yang sempurna menurut ajaran Islam?
Di dalam agama Islam, bersyukur itu tidak hanya diucapkan dengan lisan. Akan tetapi bersyukur itu yang pertama adalah dengan hati, yang kedua dengan lisan, dan yang ketiga adalah dengan perbuatan.
Bersyukur dengan hati adalah sadar dan mengetahui bahwa segala karunia yang kita peroleh sesungguhnya berasal dari Allah subhanahu wata'ala, serta menyadari akan nikmat-nikmat yang diberikan dan tidak melupakannya.
Bersyukur dengan lisan adalah memuji dan menyanjung Allah subhanahu wata'ala selaku Tuhan yang memberikan nikmatnya kepada kita dengan mengucapkan kalimat tahmid. Sedangkan bersyukur dengan anggota badan ialah merealisasikan kesyukuran kita dengan melaksanakan ibadah dan amal shalih karena Allah semata.
Contoh teladan yang patut kita jadikan keteladanan dalam bersyukur, yaitu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam. Beliau itu meskipun sudah diampuni dosa-dosanya oleh Allah subhanahu wata'ala akan tetapi sangat luar biasa dalam menjalankan ibadah dan amal sholeh.
Suatu ketika beliau pernah melaksanakan shalat malam dengan waktu yang sangat lama hingga kaki beliau membengkak. Padahal seandainya beliau itu tidak melakukan hal yang demikian tetap saja dosa beliau juga sudah diampuni oleh Allah.
Ketika beliau ditanya mengapa melakukan hal demikian maka beliau pun menjawab :
أَفَلَا أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا
“Apakah tidak boleh jika aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?”
Dari kisah tersebut dapat kita pahami bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam melaksnakan ibadah dan amal sholeh adalah dalam rangka bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan.
Oleh karena itu hadirin, sudahkah kita seperti beliau dalam mensyukuri nikmat-nikmat dari Allah? Sudahkah kita bersyukur dengan hati, lisan dan perbuatan kita? Apabila belum mari kita berusaha untuk senantiasa bersyukur atas nikmat apapun yang diberikan.
Demikian ceramah tentang bersyukur beserta dalilnya yang dapat penceramah sampaikan. Semoga ceramah tentang bersyukur kepada Allah ini dapat menyadarkan kepada kita agar senantiasa bersyukur kepada Allah ta’ala. Amin ya Robbal Alamin.
Contoh Ceramah Tentang Cara Bersyukur
Assalamu’alaikum wr. wb
Syukur artinya berterima kasih kepada allah atas segala nikmat-NYA yang telah diberikan kepada kita. Ada beberapa cara bersyukur, diantaranya yang paling utama adalah dengan bertaqwa kepada allah, menjalankan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya.
Segala anggota tubuh kita gunakan pada hal kebaikan di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT., itulah yang dinamakan dengan bersyukur atas nikmat Allah. Bibir atau di dalam hati kita mengucapkan Alhamdulillah , itu juga merupakan salah satu cara kita mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Disaat ada orang yang memuji kita, maka ucapkanlah Alhamdulillah, dikala ada orang yang bilang bahwa wajah kita ganteng, maka ucapkanlah Alhamdulillah, disaat ada orang yang bilang bahwa wajah kita cantik untuk kaum hawa, maka ucapkanlah Alhamdulillah, disaat ada orang yang bilang bahwa diri kita ini pintar, maka ucapkanlah Alhamdulillah, disaat kita mendapatkan nikmat dari Allah SWT.
Maka ucapkanlah Alhamdulillah, saat diri kita ada yang memuji, maka ucapkanlah Alhamdulillah, kembalikanlah pujian itu kepada Allah SWT, karena segala puji hanyalah milik Allah SWT. Kita tidak pantas untuk dipuji, hanyalah Allah yang berhak dan pantas untuk dipuji.
Contoh Ceramah Tentang Keutamaan Bersyukur pada Allah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pertama-tama, marilah kita mengucap syukur akan nikmat Allah yang tiada tara. Berkat kebaikannya kita dapat berkumpul di acara yang berbahagia ini.
Lalu tidak lupa sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, kepada keluarga, sahabat, sampai kepada kita umatnya di akhir zaman.
Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk memberikan ceramah tentang bersyukur. Sebab pada hakikatnya, dengan bersyukur hidup bisa lebih berkualitas dan meraih kebahagiaan yang hakiki, sebagaimana dalam ayat Al Quran yang berbunyi:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS. Ibrahim: 7)
Dalam penggalan ayat tersebut, Allah akan memberikan nikmat lebih tatkala kita mampu untuk bersyukur, sedangkan bagi yang tidak bersyukur, Allah menyiapkan balasan yang pedih.
Dengan bersyukur, hidup akan merasa lebih tenang karena kita merasa terus cukup sehingga kita akan lebih mudah bahagia dan mampu menjalani hidup lebih berkualitas. Sementara bagi yang enggan untuk bersyukur hatinya akan kering, dihantui oleh ketidakpuasan dan ingin meraih banyak hal.
Meski hidupnya sudah berkecukupan, tetapi orang yang jarang bersyukur hidupnya sempit dan sulit menemukan bahagia. Oleh sebab itu, saya mengajak kita semua yang ada di sini untuk terus bersyukur. Bukan untuk hal-hal besar, tetapi cobalah untuk mensyukuri hal-hal kecil yang kita miliki.
Itulah ceramah singkat yang bisa saya sampaikan, semoga ada manfaatnya. Terima kasih. Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Ceramah Tentang Syukur atas Anugerah Nikmat
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kaum muslimin rahimakumullah. Nikmat Allah Swt yang diberikan kepada kita sangatlah berlimpah. Bahkan, terkadang tanpa kita pinta, Allah tetap menganugerahkan nikmat yang sangat banyak.
Mulai dari nikmat sehat, rezeki, akal, Islam, dan masih banyak lagi. Maka, tidak ada yang lebih patut untuk dilakukan selain bersyukur atas limpahan rahman dan rahim-Nya.
Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran An Nahl ayat 18, "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt. Secara bahasa syukur adalah pujian kepada yang telah berbuat baik atas apa yang dilakukan kepadanya. Syukur merupakan kebalikan dari kufur.
Sementara menurut istilah, syukur adalah penggunaan seluruh nikmat Allah Swt oleh seorang hamba. Baik dalam bentuk pendengaran, penglihatan, hati, maupun yang lainnya, sesuai dengan tujuan penciptanya.
Rasulullah Saw adalah manusia yang pandai bersyukur. Suatu ketika, beliau pernah ditanya Bilal, "Apakah yang menyebabkan baginda menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa baginda, baik yang dahulu maupun yang akan datang?"
Rasul menjawab, "Tidakkah engkau suka aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?". Oleh karena itu, memang kita mesti siap dalam setiap kondisi ketika bersyukur.
Umar bin al-Khaththab pernah berujar, "Kalaulah sabar dan syukur itu ibarat dua ekor unta, maka aku tidak peduli unta mana yang aku kendarai."
Demikian ceramah singkat tentang bersyukur. Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Demikian contoh ceramah tentang bersyukur yang singkat tapi penuh dengan makna.