3 Teks Khutbah Jumat Isra Miraj 2026 Singkat Sebagai Referensi

Freepik
Teks Khutbah Jumat Isra Miraj 2026
Penulis: Tifani
Editor: Safrezi
15/1/2026, 17.24 WIB

Khutbah Jumat merupakan bagian dari rangkaian ibadah sholat Jumat. Khutbah Jumat sendiri biasanya berisi perkataan yang mencakup pujian kepada Allah, shalawat kepada Rasulullah SAW, doa untuk kaum muslimin, serta pelajaran dan peringatan bagi mereka.

Agar pesan dalam khutbah dapat tersampaikan dengan baik, para khatib harus menyiapkan materi yang tepat. Tentunya dengan memperhatikan momentum Isra Miraj 2026.

Khutbah Jumat menjelang Isra Miraj 2026 yang dibawakan sebaiknya dikemas agar menarik. Bahasa yang digunakan pun harus diperhatikan agar mudah dimengerti oleh para jemaah.

Teks Khutbah Jumat Isra Miraj 2026

Teks Khutbah Jumat Isra Miraj 2026 (Freepik)
 

Pada tahun 2026, peringatan Isra Miraj jatuh tepat pada hari Jumat, 16 Januari. Momen Isra Miraj 2026 ini dapat digunakan untuk menekankan nilai-nilai spiritual, keteladanan Nabi Muhammad SAW, serta pentingnya sholat dan akhlak mulia.

Khutbah tentang Isra Miraj 2026 tidak hanya membahas perjalanan Nabi secara historis, tetapi juga menyampaikan pelajaran yang relevan bagi kehidupan sehari-hari. Mulai dari disiplin dalam ibadah, kesabaran menghadapi ujian, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Dikutip dari laman NU Online  berikut contoh teks khutbah Jumat Isra Miraj 2026.

Teks Khutbah Jumat Isra Miraj 2026: Peringatan Isra Mi'raj sebagai Momentum Memperbaiki Kualitas Shalat

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا بِشَهْرِ رَجَبَ، وَهُوَ الَّذِي اصْطَفَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُجْتَبَى الْمُؤَيَّدَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْجِي قَائِلَهَا يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا وَلَدٌ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ إِلَى سَائِرِ الْأَعَاجِمِ وَالْعَرَبِ اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَآبِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. فَقَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ. وَقَالَ تَعَالَى: حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Hadirin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian. Marilah kita senantiasa berupaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ketakwaan tersebut hendaknya diwujudkan dalam amal perbuatan yang nyata, yaitu dengan imtitsalu awamirillahi ta'ala wajtinabi nawahih, atau melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebab, kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat yang merupakan dambaan setiap insan tidak akan pernah dapat diraih kecuali dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya pada Surat Yunus ayat 63 sampai 64.

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung."

Hadirin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Sebagaimana telah maklum bagi kita semua, salah satu peristiwa besar dan bersejarah yang terjadi pada bulan Rajab adalah peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW, yang menurut mayoritas ulama terjadi pada malam tanggal dua puluh tujuh bulan Rajab. Dalam perjalanan yang sangat istimewa tersebut, Rasulullah SAW mengalami berbagai peristiwa luar biasa. Dan pada puncaknya, beliau SAW berkesempatan menghadap dan bermunajat secara langsung kepada Allah SWT, Tuhan seluruh alam semesta.

Pada peristiwa itulah terjadi momen yang sangat krusial dalam sejarah Islam, yaitu diturunkannya perintah Shalat. Oleh karena itu, Shalat menempati kedudukan yang sangat istimewa di antara seluruh bentuk ibadah. Berbeda dengan kewajiban-kewajiban lainnya yang diturunkan Allah SWT melalui perantara Malaikat Jibril. Puasa, misalnya, diwajibkan melalui firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 dengan perantaraan Malaikat Jibril. Demikian pula kewajiban zakat, haji, dan berbagai ketentuan syariat lainnya, semuanya disampaikan melalui perantaraan Malaikat Jibril.

Adapun kewajiban Shalat, Allah SWT memanggil langsung Baginda Nabi Muhammad SAW untuk menghadap kepada-Nya, tanpa perantara, guna menerima perintah Shalat lima waktu. Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam kitab Fathul Bari jilid 7 halaman 216 menjelaskan:

وَفِي اخْتِصَاصِ فَرْضِيَّتِهَا بِلَيْلَةِ الإِسْرَاءِ إِشَارَةٌ إِلَى عَظِيمِ شَأْنِهَا، وَلِذَلِكَ اخْتُصَّ فَرْضُهَا بِكَوْنِهِ بِغَيْرِ وَاسِطَةٍ، بَلْ بِمُرَاجَعَاتٍ تَعَدَّدَتْ

Artinya: "Kewajiban Shalat yang secara khusus ditetapkan pada malam Isra dan Mi'raj menunjukkan betapa agung dan mulianya kedudukan Shalat. Oleh karena itu, kewajibannya ditetapkan tanpa perantara malaikat, bahkan melalui beberapa kali dialog yang berulang."

Hadirin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Shalat merupakan ibadah yang paling mulia. Ia bukan sekadar rangkaian gerakan dan bacaan, melainkan sarana komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Tuhannya. Ketika seorang mukmin menunaikan Shalat, pada hakikatnya ia sedang berdiri menghadap Allah SWT, bermunajat dengan kalam-Nya, serta menyerahkan seluruh urusan hidupnya hanya kepada-Nya. Oleh sebab itu, Shalat sering disebut sebagai Mi'rajnya orang-orang beriman.

Dalam kitab Tafsir Al-Wasith juz 2 halaman 1080, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan:

أَمَّا الصَّلَاةُ فَهِيَ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِ، وَصِلَةُ الْوَصْلِ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالِاسْتِمْتَاعُ بِالتَّوَجُّهِ نَحْوَ الذَّاتِ الْعَلِيَّةِ فِي أَوْقَاتٍ مُنْتَظِمَةٍ

Artinya: "Adapun Shalat, maka ia adalah mi'rajnya orang beriman, penghubung antara seorang hamba dengan Allah SWT, serta sarana menikmati kelezatan beribadah dengan menghadapkan diri kepada Zat Yang Mahatinggi pada waktu-waktu yang telah ditentukan."

Oleh karena itu, ketika melaksanakan Shalat, kita dituntut untuk benar-benar menghayati setiap bacaan dan gerakan yang kita lakukan. Pada saat itu, sesungguhnya kita sedang berhadapan dan bermunajat kepada Allah SWT, sebagaimana Rasulullah SAW bermunajat dan berkomunikasi langsung dengan Allah SWT pada peristiwa Mi'raj.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT menegaskan bahwa Shalat adalah media dialog antara Allah dan hamba-Nya. Ketika seorang hamba membaca Surah Al-Fatihah dalam Shalat, Allah SWT menjawab setiap ayat yang dibacanya.

Ketika hamba membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Allah SWT berfirman: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."

Ketika membaca:

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah SWT berfirman: "Hamba-Ku telah menyanjung-Ku."

Ketika membaca:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Allah SWT berfirman: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku."

Ketika membaca:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Allah SWT berfirman: "Ini adalah antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia mohonkan."

Dan ketika membaca:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Allah SWT berfirman: "Ini adalah milik hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta." (HR Muslim)

Hadirin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Demikianlah khutbah singkat yang dapat khatib sampaikan pada kesempatan yang mulia ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan hidayah dan kekuatan oleh Allah SWT untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas Shalat kita. Aamiin, aamiin ya Rabbal 'alamin.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْإِنْسِ وَالْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، مَا اتَّصَلَتْ عَيْنُ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ اتَّقُوا اللَّهَ فِيمَا أَمَرَ ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهُمَّ صَلَّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيم وعلى آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ والتَّابِعِينَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِي الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبَنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Teks Khutbah Jumat Isra Miraj 2026: Isra Mi'raj dan Pelajaran Keimanan dari Abu Bakar

Khutbah I

الحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِلَهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ خِيَرَةُ الْمُخْتَرِينَ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِينَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا
الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
:قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّدِقُوْنَ

Ma'asyiral hadirin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya sekaligus menjauhi larangan-Nya. Hanya dengan itulah kita akan selamat di dunia fana maupun akhirat abadi.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Isra Mi'raj merupakan mukjizat supranatural yang melampaui batas akal manusia: Nabi Muhammad SAW menempuh ribuan kilometer dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam semalam, bahkan naik ke langit tujuh, melewati alam mulk, alam jabarut, alam malakut, alam gaib, hingga alam izzah-dimensi yang tak sanggup dipahami oleh logika empirik kita.

Dalam hadits riwayat 'Aisyah RA, ketika Nabi SAW telah menyelesaikan perjalanan Isra Mi'raj, keesokan harinya kabarnya menyebar luas di Madinah. Sebagian mukmin langsung beriman penuh, tetapi ada pula yang ragu hingga murtad karena merasa mustahil manusia bisa bepergian sejauh itu dalam semalam. Mereka mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan berkata, "Wahai Abu Bakar, bagaimana pendapatmu tentang sahabatmu yang mengaku diisra'kan dalam waktu semalam ke Baitul Maqdis?"

Abu Bakar menjawab dengan penuh keyakinan, "Dia benar-benar mengatakan itu?" Mereka pun menjawab, "Ya." Lantas Abu Bakar berkata tegas, "Jika dia mengatakan demikian, maka sungguh dia telah berkata benar."

Mereka bertanya lagi, "Apakah engkau benar-benar mempercayainya, bahwa dia pergi dalam semalam ke Baitul Maqdis dan kembali sebelum subuh?" Jawaban Abu Bakar ternyata di luar dugaan, mencerminkan kedalaman iman siddiqiyyah:

نَعَمْ، إِنَّنِي لَأُصَدِّقُهُ فِيمَا هُوَ أَبْعَدُ مِنْ ذَلِكَ

Artinya: "Ya, aku percaya. Bahkan hal yang lebih mustahil daripada itu sekalipun, aku mempercayainya."

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Sungguh keimanan Abu Bakar tidak ada yang dapat menandinginya. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

لَوْ وَزِنَ إِيمَانُ أَبِي بَكْرٍ بِإِيمَانِ أَهْلِ الْأَرْضِ لَرَجَّحَتْ كَفَّةُ أَبِي بَكْرٍ

Artinya: "Seandainya keimanan Abu Bakar ditimbang dengan keimanan penduduk bumi, maka timbangan beliau lebih berat."

Dari penjelasan di atas, ibrah mendalam yang dapat kita ambil adalah: mari napak tilas jejak Abu Bakar. Jadikan bulan Rajab sebagai momen sakral untuk memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, agar tak tergoyahkan oleh keraguan modern.

Kini Nabi telah tiada dan kita tidak hidup di zamannya. Maka pedoman abadi kita adalah warisannya: Al-Qur'an dan As-Sunnah, yang menjamin keselamatan hingga tujuan akhirat. Sebagaimana sabda Nabi SAW:

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا مَا تَعْتَصِمْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ رَسُولِهِ

Artinya: "Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya." (HR Malik)

Mari kuatkan iman kita sebagaimana Abu Bakar yang tak tergoyahkan oleh keraguan akal. Jadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai kompas hidup yang tetap, panduan pasti melewati lautan dunia yang fana menuju pelabuhan akhirat yang abadi dan mulia.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِلُزُوْمِ اْلجَمَاعَةِ، وَنَهَانَا عَنِ اْلاِخْتِلَافِ وَالتَّفَرُّقَةِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الْأُمَّةِ، أَمَّا بَعْدُ.

فَيَا أَيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ.
وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،
إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوءَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ،
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ.
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Teks Khutbah Jumat Isra Miraj 2026: Mukjizat Isra Miraj

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ (الإسراء: ١)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.

Ma'asyiral Muslimin rahimukumullah,

Di bulan Rajab yang mulia ini kita bertemu dengan sebuah momen yang agung, yaitu peringatan Isra dan Miraj. Allah swt, berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ (الإسراء: ١)

Artinya: Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS al-Isra': 1).

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Mukjizat Isra telah tetap dengan nash Al-Quran, hadits-hadits yang shahih dan ijma'. Oleh karena itu, kita wajib mengimaninya. Perjalanan Isra' terjadi dengan roh dan jasad Nabi.

Hal itu bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Oleh karenanya, para ulama menegaskan: Barangsiapa yang mengingkari mukjizat Isra', berarti ia telah mendustakan Al-Quran dan barangsiapa mendustakan Al-Qur'an maka ia tidak lagi tergolong sebagai bagian dari kaum muslimin.

Ma'asyiral Muslimin rahimukumullah,

Perjalanan Isra dimulai dari rumah Ummu Hani' binti Abu Thalib sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Anas bin Malik ra, ia berkata: Abu Dzarr menyampaikan hadits bahwa Rasulullah bersabda: "Atap rumahku dibuka, ketika itu aku di Makkah, Jibril turun dan membelah dadaku, lalu membasuhnya dengan air zamzam, kemudian ia datang membawa bejana emas yang penuh dengan hikmah dan iman, maka ia menuangkannya di dadaku, kemudian menutup dadaku kembali," (HR Muslim).

Al-Baihaqi meriwayatkan dari sahabat Syaddad bin Aus ra, ia berkata: Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana engkau diperjalankan Isra'? Nabi menceritakan:

"Aku melakukan shalat malam bersama para sahabatku di Makkah, lalu Jibril mendatangiku dengan binatang putih, postur tubuhnya lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghl (peranakan kuda dan keledai), maka Jibril berkata: 'Naiklah!' Namun Buraq bergoyang kegirangan saat aku mendekatinya. Lalu Jibril memutar Buraq dengan memegang telinganya dan menaikkanku ke atas punggungnya, sehingga akhirnya binatang tersebut berangkat membawa kami. Kakinya melangkah sejauh pandangan matanya, hingga kami sampai ke suatu daerah yang penuh dengan pohon kurma, lalu Jibril menurunkanku seraya berkata: 'Laksanakanlah shalat di tempat ini!' aku pun melaksanakan shalat di tempat tersebut. Kemudian kami naik ke atas Buraq lagi dan Jibril berkata: 'Tahukah engkau di mana engkau tadi melakukan shalat?' Aku menjawab: 'Allah-lah yang Maha Mengetahui.' Jibril berkata: 'Engkau tadi melakukan shalat di Yatsrib, di Thaybah (yang di kemudian hari disebut Madinah).'

Demikianlah, Nabi di malam itu berpindah dari satu tempat ke tempat berikutnya dengan mengendarai Buraq, dan ditemani oleh malaikat Jibril. Nabi melakukan shalat di bukit Thur Saina (Tursina), tempat diperdengarkannya kalam Allah kepada Nabi Musa as, kemudian di Bait Lahm (Betlehem), tempat 'Isa al-Masih bin Maryam as dilahirkan. Nabi bercerita:

"Kemudian Jibril kembali membawaku hingga kami memasuki kota Baitul Maqdis dari pintu Yamani. Jibril pun mendatangi arah kiblat Masjidil Aqsha dan mengikat Buraq di sana. Lalu kami memasuki Masjidil Aqsha dari pintu yang terkena cahaya matahari dan bulan. Kemudian aku melakukan shalat di salah satu tempat di masjid tersebut."

Ma'asyiral Muslimin rahimukumullah,

Peringatan Isra adalah peringatan yang agung, yang menyegarkan ingatan kita tentang sejarah hidup makhluk Allah yang paling agung, pemimpin makhluk seluruhnya yang menjelaskan hakikat kebenaran dan menampakkannya, pemilik mukjizat-mukjizat yang luar biasa nan menakjubkan, penghulu para nabi, Nabi agung Muhammad saw.

Di malam yang agung tersebut, Allah memperlihatkan keutamaan dan kemuliaan Sayyidina Muhammad saw di atas semua nabi dan rasul. Allah mengumpulkan untuk Nabi kita Muhammad saw, semua nabi dan rasul di Baitul Maqdis. Lalu Nabi Muhammad melaksanakan shalat sebagai imam bagi mereka semua.

Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad saw, melihat banyak sekali keajaiban-keajaiban yang mengandung hikmah dan pelajaran bagi kita semua.

Di antaranya, ketika beliau melewati kuburan tukang sisir putri Firaun, beliau mencium bau wangi yang muncul dari kuburan perempuan muslimah yang shalihah tersebut, perempuan yang Allah berikan kepadanya dan kepada anak-anaknya karunia mati syahid.

Dalam kisahnya, bahwa suatu hari perempuan ini tengah menyisir rambut putri Fir'aun. Lalu jatuhlah sisir dari tangannya. Ia lalu berucap: "Bismillah (dengan menyebut nama Tuhan Allah)." Putri Firaun bertanya kepadanya: "Apakah kamu memiliki tuhan selain ayahku?" Tukang sisir itu menjawab: "Iya, Tuhanku dan Tuhan ayahmu adalah Allah."

Putri Firaun kemudian memberitahukan hal itu kepada ayahnya. Fir'aun lantas meminta tukang sisir itu untuk meninggalkan agamanya. Akan tetapi tukang sisir menolak. Fir'aun lalu memanaskan air di suatu wadah besar yang diisi minyak hingga mendidih. Kemudian ia memerintahkan para algojonya untuk melemparkan anak-anak tukang sisir itu satu persatu ke air panas tersebut, sehingga daging mereka meleleh dan lepas dari tulangnya.

Namun tukang sisir tidak surut sedikit pun untuk mempertahankan imannya. Hingga tibalah giliran anaknya yang masih menyusu untuk dilempar. Tiba-tiba anak itu berbicara kepada ibunya. Allah menjadikannya bisa bicara. Anak itu berkata: "Wahai Ibuku, bersabarlah karena siksa akhirat lebih pedih dari siksa dunia. Janganlah engkau gentar dan mundur selangkah pun, sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran."

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Mampukah kita di masa sekarang ini meraih puncak kesabaran seperti ini? Di masa yang penuh godaan ini, mampukah kita mempertahankan kebenaran yang kita yakini? Seberapa kuat kita mampu memegang teguh nilai-nilai kebenaran yang diajarkan Baginda Rasulullah saw? Di masa yang penuh dengan fitnah ini, bisakah kita meneladani Masyithah (tukang sisir putri Firaun)?

Marilah kita berintrospeksi, menanyai diri sendiri. Apakah kita telah mengerjakan apa yang Allah wajibkan kepada kita? Apakah kita telah menjauhi segala hal yang Allah haramkan? Apakah kita telah melaksanakan shalat pada waktunya? Apakah kita telah membayar zakat yang diwajibkan atas kita?

Rasulullah dalam perjalanan Isra'nya juga melihat orang-orang yang menyebar seperti binatang-binatang ternak, aurat mereka hanya tertutup dengan kain-kain kecil. Jibril berkata kepada Rasulullah: "Mereka adalah orang-orang yang tidak menunaikan zakat."

Nabi juga melihat sekumpulan orang yang retak dan pecah kepalanya, kemudian kembali seperti semula. Jibril berkata: "Mereka adalah orang-orang yang enggan dan malas menunaikan kewajiban shalat."

Rasulullah juga melihat orang-orang yang memperebutkan daging busuk dan mengabaikan daging bagus yang sudah terpotong-potong. Jibril berkata: "Mereka adalah orang-orang dari umatmu yang meninggalkan sesuatu yang halal, dan lebih memilih sesuatu yang haram dan keji, lalu memakannya. Mereka adalah para pezina." Rasulullah juga melihat orang-orang yang meminum nanah yang keluar dari para pezina. Jibril berkata: "Mereka adalah para peminum khamr yang diharamkan oleh Allah di dunia."

Inilah sebagian keajaiban yang Allah perlihatkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw, dalam perjalanan Isra'. Mudah-mudahan kita dapat memetik hikmah dan pelajaran darinya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ، وَعَلٰى إِخْوَانِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَارْضَ اللهم عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ غَيْرَ ضٰالِّيْنَ وَلاَ مُضِلِّيْنَ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا وآمِنْ رَّوْعَاتِنَا وَاكْفِنَا مَا أَهَمَّنَا وَقِنَا شَرَّ ما نَتَخوَّفُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى ويَنْهٰى عَنِ الفَحْشٰاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Itulah 3 contoh Khutbah Jumat Isra Miraj 2026 yang singkat dan terbaru lengkap dengan doanya sebagai referensi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.