Di Indonesia, kultum atau kuliah tujuh menit merupakan salah satu kegiatan di bulan Ramadhan yang umum dilakukan dimana ustadz menyampaikan dakwah yang berisi nasihat, motivasi, dan inspirasi kepada para jamaah, serta mengingatkan mereka tentang ajaran-ajaran Islam.
Kegiatan ini sendiri biasanya dilakukan setelah shalat berjamaah, menjelang berbuka puasa, atau setelah ibadah shalat tarawih. Adapun tema yang disampaikan umumnya masih relevan dengan bulan Ramadhan.
Salah satunya yaitu tentang Malam Lailatul Qadar yang dipercaya merupakan waktu ketika malaikat turun ke bumi dengan tugas memberi kedamaian, berkah, dan bimbingan hingga fajar menjelang.
Selain itu, malam Lailatul Qadar juga diyakini oleh ulama sebagai malam ketika Al-Qur'an pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui perantara Malaikat Jibril.
Berikut di bawah ini kumpulan kultum singkat tentang malam Lailatul Qadar yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Kultum Singkat tentang Malam Lailatul Qadar
Berikut ini lima kultum singkat tentang malam Lailatul Qadar beserta dalilnya yang bisa dijadikan referensi.
1. Amalan untuk Meraih Lailatul Qadar
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh.
Hadirin Rahimakumullah
Tentu kita semua tidak asing dengan nasihat dan anjuran untuk meningkatkan kualitas ibadah di akhir bulan Ramadhan, sebab akhir bulan Ramadhan terdapat sebuah momen istimewa yaitu sebuah malam yang memiliki kemuliaan yang pahalanya lebih dari seribu bulan.
Momen tersebut adalah malam Lailatul Qadar yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Malam yang memiliki keutamaan lebih dari seribu bulan tersebut waktunya dirahasiakan oleh Allah swt untuk menguji keikhlasan kita dalam beribadah, namun Rasulullah saw memberikan tanda-tanda terjadinya malam tersebut di sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Sayyidatina Aisyah:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ، أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Artinya, "Dari Aisyah ra berkata" Rasulullah saw (ketika) memasuki sepuluh terakhir Ramadhan beliau menghidupkan malam itu, membangunkankeluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya."
Hadirin Rahimakumullah
Kita sebagai seorang hamba sudah seharusnya mencari bekal untuk kehidupan di akhirat kelak, sehingga memperbanyak ibadah di malam mulia ini sangat dianjurkan untuk menunjukkan sikap kehambaan kita dengan memperbanyak ibadah. Setidaknya ada lima amalan agar dapat meraih keistimewaan malam mulia tersebut.
Pertama, mendirikan shalat sunnah dengan istiqomah terutama shalat sunnah yang dianjurkan seperti shalat tahajud dan salat tasbih dengan berjamaah. Shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari yaitu dalam waktu antara setelah shalat isya dan subuh memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah kesempatan terkabulnya doa. oleh karena itu amalan shalat sunnah mala mini sangat dianjurkan untuk dilakukan menjelang akhir bulan Ramadhan.
Kedua, perbanyaklah berdzikir kepada Allah swt dan berdoa untuk meminta ampunan. Amalan ini bisa mengantarkan kita untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Ketiga, amalan yang dianjurkan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar adalah melakukan i'tikaf di masjid. I'tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat tertentu. Rasulullah saw juga melakukan hal tersebut sebagaimana yang disebutkan oleh Sayyidatina Aisyah:
عَنْ عَائِشَة كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya, "Dari Aisyah ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah saw melakukan i'tikaf setelah tanggal dua puluh Ramadhan hingga akhir hayatnya," (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Keempat, bersedekahlah dengan ikhlas. Umat Islam sangat dianjurkan untuk saling membantu sesama muslim oleh karena itu dianjurkan bersedekah. Terutama bersedekah di sepuluh hari terakhir bulan penuh berkah ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةُ رَمَضَانَ. (رواه البيهقي)
Artinya, "Dari Anas ra ia berkata, bahwa Rasulullah saw pernah ditanya, apakah sedekah yang paling utama? Ia menjawab sedekah di bulan Ramadhan." (HR Al-Baihaqi).
Hadits di atas menunjukan betapa besarnya balasan untuk orang yang melakukan sedekah di akhir bulan Ramadhan terutama pada sepuluh hari terakhir menjelang perginya bulan Ramadhan.
Demikian kultum singkat ini dapat saya sampaikan. Semoga Allah memperkenankan kita untuk memperoleh lailatul qadar. Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh.
2. Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Selamat siang para hadirin yang berbahagia, puji dan syukur mari kita panjatkan kepada Allah SWT, yang berkat-Nya kita masih diberikan kesehatan jasmani dan rohani sampai detik ini, sehingga dapat berkumpul di ruangan ini.
Selawat dan salam juga kita curahkan pada baginda besar Nabi Muhammad SAW serta keluarga dan para sahabatnya, yang semoga kelak di akhirat kita semua akan mendapatkan syafaatnya, Aamiin Ya Robbal Alamin.
Saudara dan teman-temanku yang Allah SWT banggakan, sekarang ini kita sedang berada di bulan Ramadhan, bulan penuh keistimewaan. Terdapat banyak sekali keutamaan yang terdapat di bulan suci ini, salah satunya adalah malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar adalah satu malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan yang lebih mulia dari pada seribu bulan. Muhammad Quraish Shihab, seorang ulama dan guru besar tafsir di Indonesia, menjelaskan pada bukunya bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam penetapan Allah bagi perjalanan manusia.
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang keistimewaannya tidak terbanding, dengan turunnya Al-Qur’an ke bumi yang menjadikannya sebagai suatu malam yang terpilih oleh Allah SWT. Saudaraku sekalian, kini kita tahu bahwa malam Lailatul Qadar adalah suatu malam yang penuh keutamaan, yang mana kita semua harus berlomba-lomba agar bisa mendapatkannya.
Bagaimana caranya? Tingkatkan ibadah kita semaksimal mungkin, perbanyak zikir dan selawat, membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat wajib dan sunnah, dan yang terpenting menjaga keimanan kita. Namun, jangan hanya saat bulan Ramadhan, kita harus istiqomah dan menjaga ibadah kita bahkan di bulan-bulan lain di luar bulan Ramadhan, karena tujuan akhir kita tidak lain adalah surga Allah SWT.
Sekian ceramah singkat hari ini, semoga kita semua bisa merasakan segala keistimewaan yang terdapat di bulan Ramadhan ini. Aamiin Ya Robbal Alamin.
Tolong dimaafkan bila ada salah ucap dan perbuatan yang saya lakukan,
Wassalamualaikum wa rahmatullahi wabarakatuh.
3. Makna Lailatul Qadar
Makna Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan. Malam kemuliaan yang penuh dengan keberkahan ini diberikan kepada umat Muhammad. Diberikan kepada nabi yang mulia dan agung, yaitu Nabi Muhammad, sebagai penghulu seluruh nabi dan rasul yang pernah Allah turunkan di dunia ini.
Selanjutnya, Lailatul Qadar diterima oleh umat yang mulia dan agung pula, yaitu umatnya Nabi Muhammad, umat akhir zaman. Umurnya pendek, badannya kecil-kecil, kebaikannya sedikit, maksiatnya banyak. Kenapa disebutkan umat Nabi Muhammad umat yang mulia dan agung? Ini karena kita terlahir dan mengikuti Nabi yang agung dan mulia, yaitu Rasulullah Muhammad. Sehingga kemulian dan keagungan umat ini Allah memberikan garansi kepada umat Muhammad dengan masuk surga terlebih dahulu dari umat nabi yang lain sebelum Nabi Muhammad.
Hal ini senada dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari nomor hadits 876 dan Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim nomor hadits 1413 dengan sanad yang shahih dari sahabat Abu Hurairah bahwa baginda Rasulullah bersabda:
نَحْنُ الْآخِرُوْنَ الْأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ
"Kami adalah umat yang terakhir (datangnya), namun kami yang pertama (diadili) pada hari kiamat. Kami pertama masuk ke dalam surga."
Kemudian juga sangat berkaitan dengan pembahasan makna Lailatul Qadar, yaitu malam kemulian yang telah diberikan kepada umat mulia, yaitu umat akhir zaman. Dan Allah 3 menjelaskan sendiri tentang Lailatul Qadar (malam kemuliaan) ini dalam kitab-Nya yang mulia dalam surat Al Qadr ayat 2:
وَمَا أَدْرِيكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?".
Malaikat-malaikat pada malam itu turun dan Malaikat Jibril juga turun untuk mengatur segala urusan, hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat Al Qadr ayat 4:
تَنَزَّلُ الْمَلَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
"Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan."
Malam yang penuh dengan keberkahan itu terjadi sampai terbit fajar. Kemulian dan keselamatan serta kesejahteraan hingga terbit fajar, inilah kemuliaan dari malam kemuliaan yang Allah janjikan untuk umatnya Muhammad. Dari awal malam hari (saat terbenam matahari) hingga terbit fajar, keadaan umat Muhammad diselimuti oleh keberkahan, kesejahteraan, dan keselamatan hingga terbit fajar di hari tersebut. Hal ini senada dengan firman Allah dalam Al Quran surat Al Qadr ayat 5:
سَلْمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Demikian yang dapat kami sampaikan terkait tentang Lailatul Qadar (malam kemuliaan), yaitu amalan yang lebih baik dari seribu bulan, para malaikat turun untuk mengatur segala urusan dan kesejahteraan hingga terbit fajar, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Semoga bermanfaat untuk diri saya dan jamaah sekalian. Kebenaran datang dari Allah, janganlah kamu ragu-ragu padanya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 147:
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."
4. Malam Lailatul Qadar dan Doanya
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang dirahmati Allah, pada kesempatan yang berharga ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan penting tentang satu malam yang paling istimewa dalam Islam, yaitu Lailatul Qadar.
Malam ini disebut dalam Al-Quran sebagai malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan. Ini berarti ibadah yang kita lakukan di malam tersebut akan lebih baik ketimbang ibadah selama lebih dari 83 tahun.
Kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk memburu Lailatul Qadar dan menghidupkan malam ini dengan amal ibadah yang maksimal.
Rasulullah SAW pun telah memberikan petunjuk mengenai datangnya Lailatul Qadar. Beliau menganjurkan umatnya agar beribadah dengan sebaik-baiknya pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.
Ada begitu banyak amalan yang bisa dilakukan di malam Lailatul Qadar, salah satunya adalah memperbanyak doa. Malam Lailatul Qadar menjadi kesempatan emas bagi kita untuk memohon ampun kepada Allah. Karena itu, banyak-banyaklah berdoa agar dosa-dosa kita diampuni.
Ada sebuah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA seperti diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (dibaca ‘annā jika berjamaah) Arti: Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf yang Pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh lima imam hadis (kecuali Imam Abu Dawud), disebutkan doanya sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (dibaca ‘annā jika berjamaah).
Arti: Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).
Doa ini mengajarkan kita untuk memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pemaaf, karena malam Lailatul Qadar adalah waktu yang sangat tepat untuk meminta penghapusan dosa-dosa kita yang telah lalu. Allah adalah Maha Pengampun, dan Dia mencintai hamba-Nya yang memohon ampunan.
Selain doa tersebut, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak doa lain yang berisi permohonan keberkahan hidup, kesehatan, perlindungan dari keburukan, serta permintaan agar diberikan keteguhan iman dan husnul khatimah.
Tentu, doa-doa ini harus kita ucapkan dengan penuh kesungguhan dan rasa tulus ikhlas agar dikabulkan oleh Allah SWT. Malam Lailatul Qadar adalah malam di mana segala doa bisa diijabah, maka manfaatkanlah waktu ini untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon segala kebaikan yang kita harapkan.
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengabulkan doa-doa kita. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Rahasia Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Bulan Ramadhan memiliki berbagai keistimewaan dan anugerah yang Allah SWT berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Salah satu keistimewaan terbesar di bulan ini adalah malam Lailatul Qadar, malam yang penuh dengan rahmat dan kasing sayang Allah SWT bagi umat Rasulullah SAW.
Lailatul Qadar merupakan malam dengan sejumlah keutamaan yang luar biasa. Al-Quran menggambarkan malam itu sebagai malam yang lebih mulia daripada 1000 bulan. Pada malam itu, langit dihiasi dengan turunnya para malaikat yang membawa berkah serta kedamaian bagi orang-orang yang menghidupkannya dengan ibadah. Dalam surat Al-Qadar, Allah SWT berfirman:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ٥
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar," (QS. Al-Qadr: 1-5).
Lailatul Qadar adalah kado istimewa dari Allah SWT bagi umat Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW diperlihatkan umur umat nabi sebelumnya yang panjang, sehingga beliau merasa bahwa umatnya yang berusia lebih pendek tidak dapat menyamai ibadah mereka. Sebagai bentuk kasih sayang-Nya, Allah SWT memberikan malam Lailatul Qadar sebagai hadiah istimewa.
Rasulullah SAW juga menyebutkan keutamaan malam Lailatul Qadar bahwa beribadah di malam agung tersebut akan menghapus dosa-dosa yang telah berlalu. Beliau bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barangsiapa shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau," (HR Al-Bukhari).
Malam Lailatul Qadar adalah anugerah agung yang Allah SWT berikan kepada umat Islam sebagai kesempatan untuk meraih keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Keutamaan malam ini tidak hanya terletak pada kemuliaannya yang lebih baik daripada 1000 bulan, tetapi juga pada limpahan rahmat dan ampunan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Karena itu, hendaknya setiap Muslim memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, mengisi malam-malam Ramadhan dengan ibadah, doa, dan taubat yang tulus agar dapat meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan hamba yang diberikan taufik oleh Allah SWT untuk menemukan dan menghidupkan malam Lailatul Qadar. Dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan, kita berharap mendapatkan ampunan dan keberkahan yang tak ternilai. Amin. Wallahu a'lam.
Itulah lima kultum singkat tentang Malam Lailatul Qadar bserta dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.