Di Indonesia, bulan Ramadhan umumnya identik dengan kegiatan kultum yang biasanya disampaikan ustadz setelah shalat berjamaah, menjelang berbuka puasa, atau setelah ibadah shalat tarawih.

Kultum atau kuliah tujuh menit sendiri merupakan dakwah yang berisi nasihat, motivasi, dan inspirasi kepada para jamaah, serta mengingatkan mereka tentang ajaran-ajaran Islam. 

Adapun materi yang disampaikan biasanya masih berkaitan dengan bulan Ramadhan maupun amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan suci.

Berikut di bawah ini beberapa contoh kultum Ramadhan singkat 7 menit tentang berbagai tema beserta dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh Kultum Ramadhan Singkat 7 Menit

Berikut ini sepuluh contoh kultum Ramadhan singkat 7 menit tentang berbagai tema lengkap dengan dalilnya yang bisa dijadikan referensi.

Contoh Kultum Ramadhan Singkat 7 Menit (Unsplash)

1. Memperbaiki Diri di Bulan Suci

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri - memperbaiki hati, ibadah, dan akhlak kita. Karena sejatinya, tujuan utama puasa bukan hanya menahan fisik, tetapi membentuk pribadi yang bertakwa.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan puasa adalah takwa, dan takwa hanya bisa diraih dengan perubahan dan perbaikan diri.

Jamaah sekalian,

Memperbaiki diri setidaknya bisa kita mulai dari tiga hal:

1. Memperbaiki Hubungan dengan Allah

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah: shalat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, memperbanyak doa, dan dzikir.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)

Ini kesempatan besar bagi kita untuk memulai lembaran baru. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam ibadah kita.

2. Memperbaiki Akhlak dan Perilaku

Puasa juga melatih kita menahan emosi, menjaga lisan, dan memperbaiki sikap terhadap orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)

Artinya, nilai puasa bukan hanya pada lapar, tetapi pada perubahan sikap.

Mari kita jadikan Ramadhan sebagai latihan menjadi pribadi yang sabar, jujur, dan lembut terhadap sesama.

3. Memperbaiki Diri dengan Taubat

Tidak ada manusia yang bebas dari dosa. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk kembali kepada Allah.

Taubat bukan hanya ucapan, tetapi tekad memperbaiki diri - meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Ukuran keberhasilan Ramadhan bukan seberapa banyak menu berbuka yang kita nikmati, tetapi seberapa besar perubahan dalam diri kita. Jika setelah Ramadhan kita lebih rajin shalat, lebih lembut hati, dan lebih dekat kepada Allah - itulah tanda Ramadhan kita berhasil.

Seorang ulama berkata:

"Orang yang cerdas adalah yang memperbaiki dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati."

Jangan tunggu Ramadhan berikutnya - karena kita tidak tahu apakah masih diberi kesempatan.

Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk benar-benar memperbaiki diri - meningkatkan ibadah, menjaga akhlak, dan memperbanyak taubat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang mendapatkan ampunan dan keluar dari Ramadhan dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya.

Wallahu a'lam bishawab

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2. Ramadhan Bulan Jihad

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. 
اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ 

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah, tuhan semesta Alam yang telah memberi kita nikmat yang berlimpah hingga detik ini.

Sholawat serta salam, mari kita curahkan kepada Nabi Muhammad saw, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. 

Rasulullah SAW. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembiraakan datangnya Ramadhan, sebagaimana sabdanya, “Telah datangkepada kalian bulan Ramadhan, rajanya bulan, sambut dan hormatilahRamadhan.”Lintasan sejarah Islam berbicara, terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. 

Selama kehidupan Rasulullah saw., dua buahpeperangan terjadi di bulan Ramadhan, yang pertama adalah PerangBadar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah, dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian.

Bahkan, setelah kehidupan Rasulullah SAW, bulan Ramadhan tetapmenjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. Beberapakejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihadterus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. 

Tentunya, Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. Pastinya, Allah SWTsajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dantanda-tanda tersebut, yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin.

Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslahmemahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja, Rasulullah SAW, dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. 

Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya didunia, termasuk hidupnya, ini merupakan bukti bahwa dia sungguh-sungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT semata. 

Dia tidakmemiliki keinginan lain, selain Allah SWT. Dia tidak menyembah materiapa pun dalam kehidupannya, keinginannya, dan semua semata-mataditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. Inilah tujuan seorang Mujahiddan tidak ada selain itu.Untuk beberapa alasan, banyak muslim tidak mampu melakukankeikhlasan dalam beribadah tersebut. 

Mereka masih membutuhkan ataumengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa merekaadalah hamba Allah SWT, mereka masih lebih mementingkan pekerjaan,keluarga, kesehatan, dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatandunia. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebutadalah taqwa, sebagaimana firman Allah SWT.

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS 2 :183)

3. Sholat Tarawih dan Witir Penghidup Malam Ramadan

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'du.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Ramadan bulan penuh berkah diisi rangkaian ibadah istimewa. Salah satu amalan utama adalah sholat Tarawih dan Witir setiap malam setelah sholat Isya, dengan Witir lebih utama di akhir malam sebagai penutup ibadah sunnah. Bukan sekadar rutinitas, keduanya menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ketaatan kepada Allah.

Sholat Tarawih sunnah muakkad sangat dianjurkan berjamaah di masjid, meski boleh sendiri. Keutamaannya luar biasa: Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa melaksanakan sholat (Tarawih) di Ramadan dengan iman dan ikhlas karena Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu." (HR Muslim).

Imam An-Nawawi menjelaskan:

وَالْمُرَادُ بِقِيَامِ رَمَضَانَ صَلاَةُ التَّرَاوِيْحِ

Artinya:"Qiyamul layl Ramadan adalah sholat Tarawih, disepakati ulama kesunnahannya" (Syarh Muslim).

Jadi, Tarawih bukan hanya pahala, tapi jalan ampunan dosa kecil dan penghidupan malam mulia.

Tak kalah pentingadalah sholat Witir, yang berarti ganjil, praktik sholat sunnah yang satu ini juga dianjurkan untuk dilakukan dengan rakat ganjil, misal satu, tiga, lima, tujuh rakat dan angka ganjil lainnya.

Hal ini berdasarkan salah satu hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah, Rasulullah saw bersabda:

أَوْتِرُوا يَا أَهْلُ اَلْقُرْآنَ، فَإِنَّ اَللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ

Artinya, “Berwitirlah kalian semua wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil.” (HR Ibnu Khuzaimah).

Adapun keutamaan Sholat Witir adalah sebagaimana yang telah disebutkan oleh Rasulullah kepada semua manusia, bahwa Sholat Witir merupakan sholat sunnah yang sangat berharga dan sangat agung di sisi Allah swt, bahkan lebih berharga dari unta merah yang merupakan harta paling berharga di masa itu. Keutamaan ini sebagaimana dijelaskan dalam salah satu haditsnya, yaitu:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ هِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ: الْوِتْرُ، جَعَلَهُ اللَّهُ لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَىٰ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ

​​​​Artinya, “Sesungguhnya Allah telah memberi kalian suatu sholat yang lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu Sholat Witir. Allah menjadikannya untuk kalian antara waktu sholat Isya hingga terbit fajar.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Saudaraku, jadikan Tarawih dan Witir amalan utama! Berjamaah dapat ampunan, istiqamah dapat pahala monumental. Isi malam Ramadan dengan ini, karena tak tahu umur kita bertemu Ramadan lagi. Semoga kita termasuk hamba yang dirahmati, amin.

4. Makna Takwa sebagai Tujuan Puasa

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Kita semua mengetahui bahwa puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan untuk mencapai derajat takwa. Lalu, apa sebenarnya makna takwa, dan bagaimana puasa dapat mengantarkan kita kepada ketakwaan?

Takwa berarti kesadaran yang mendalam bahwa Allah selalu mengawasi kita dalam setiap keadaan. Orang yang bertakwa akan selalu menjaga dirinya dari perbuatan dosa, baik dalam kondisi terang-terangan maupun tersembunyi.

Puasa mengajarkan kita untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah, karena meskipun tidak ada yang melihat, kita tetap menahan diri dari makan dan minum demi menjalankan perintah-Nya.

Takwa juga berarti mampu mengendalikan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah. Dengan berpuasa, kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, baik dalam bentuk makanan, minuman, maupun emosi yang berlebihan seperti marah dan amarah.

Orang yang bertakwa adalah mereka yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Puasa mengajarkan kita bagaimana rasanya menahan lapar dan dahaga sehingga menumbuhkan empati terhadap mereka yang kurang beruntung.

Dari sini, puasa mendorong kita untuk lebih banyak bersedekah dan membantu sesama. Orang yang bertakwa sudah pasti memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap sesama, dan itu adalah bentuk kepatuhan dirinya terhadap Sang Pencipta.

Hadirin yang berbahagia,

Jelas sudah bahwa puasa memiliki makna yang sangat mendalam dalam membentuk ketakwaan. Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, kita belajar untuk mengontrol diri dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan merasakan lapar dan haus, kita menjadi lebih peduli terhadap orang lain yang kondisinya tidak seberuntung kita. Dan dengan menjaga ibadah selama Ramadan, kita semakin dekat dengan Allah SWT.

Semoga kita semua dapat menjalankan puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan sehingga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa.

5. Kemenangan Menyambut Ramadan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Hari ini, kita berkumpul dalam kebersamaan untuk merayakan kedatangan bulan suci Ramadan. Ramadan merupakan momen istimewa yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan hati dan jiwa, serta meningkatkan ketaqwaan dan ibadah.

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كان مريضا أو على سفرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ آخر يُرِيدُ الله بكم اليُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ ) وَلِتُكْبَرُوا الله عَلى مَا هَدْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan. (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran."

Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Dalam ayat ini, Allah SWT mengisyaratkan kepada kita bahwa bulan Ramadan adalah kesempatan yang sangat berharga untuk mendapatkan keberkahan dan ampunan-Nya. Oleh karena itu, mari kita sambut kedatangan Ramadan dengan hati yang bersih dan tekad yang kuat untuk menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menyambut Ramadan dengan baik:

Membersihkan Hati dan Jiwa: Sebelum Ramadan tiba, mari kita introspeksi diri dan membersihkan hati serta jiwa dari segala dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan. Bersihkan hati dari rasa iri, dengki, dan kebencian, serta tingkatkan kebaikan dan ketakwaan dalam diri.

Menetapkan Tujuan dan Niat: Tetapkan tujuan yang jelas untuk Ramadan ini. Apakah itu memperbanyak ibadah salat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, atau menjauhi hal-hal yang merusak keimanan. Sertakan niat yang tulus dan ikhlas untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya selama bulan suci ini.

Mengatur Waktu dan Kegiatan: Merencanakan waktu dan kegiatan selama Ramadan agar dapat memaksimalkan ibadah. Tentukan waktu untuk beribadah, berdoa, membaca Al-Qur'an, serta waktu untuk istirahat dan menjaga kesehatan tubuh.

Meningkatkan Kebaikan dan Kebajikan: Gunakan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kebaikan dan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Bersedekah kepada yang membutuhkan, berbuat baik kepada sesama, dan menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga dan tetangga.

Jamaah sekalian,

Dengan menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan tekad yang kuat, kita akan dapat meraih keberkahan dan rahmat yang Allah SWT janjikan dalam bulan suci ini. Mari manfaatkan setiap momen dalam Ramadan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Kultum Ramadhan Singkat 7 Menit (Muslim Matters)

 

6. Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi kita kesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Seringkali kita memahami puasa hanya sebagai kegiatan menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam Matahari. Padahal, makna puasa jauh lebih dalam daripada itu. Puasa adalah latihan pengendalian diri, baik lahir maupun batin.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan puasa adalah takwa, bukan sekadar lapar. Takwa berarti menjaga diri dari dosa, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Jamaah sekalian,

Rasulullah SAW mengingatkan kita bahwa nilai puasa tidak hanya pada menahan makan:

"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga." (HR Ibnu Majah)

Hadits ini menjadi peringatan bagi kita. Jika selama berpuasa kita masih mudah marah, berkata kasar, berbohong, atau melakukan hal yang dilarang, maka kita belum memahami hakikat puasa.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda:

"Jika salah seorang dari kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh. Jika ada yang mengganggunya, katakan: sesungguhnya aku sedang berpuasa."
(HR Bukhari & Muslim)

Ini menunjukkan bahwa puasa adalah latihan menjaga lisan, emosi, dan perilaku.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Puasa seharusnya mendidik kita dalam beberapa hal:

1. Menjaga lisan - dari ghibah, fitnah, dan kata-kata kasar.
2. Menjaga hati - dari iri, dengki, dan prasangka buruk.
3. Menjaga perbuatan - dari maksiat dan hal sia-sia.
4. Menumbuhkan empati - merasakan penderitaan orang yang kekurangan.

Jika nilai-nilai ini tumbuh dalam diri kita, maka puasa kita tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai di sisi Allah.

Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kualitas puasa kita - bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari dosa dan memperbanyak kebaikan.

Semoga Allah menerima ibadah puasa kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertakwa.

Wallahu a'lam bishawab

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

7. Keutamaan Mudik dalam Islam

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita bersama-sama merenungkan keutamaan mudik dalam Islam. Mudik, yang merupakan tradisi pulang kampung halaman saat Hari Raya Idul Fitri, bukan hanya sekedar tradisi budaya, tapi juga memiliki nilai-nilai religius yang tinggi.

Pertama, mudik merupakan bentuk silaturahmi. Dalam Islam, silaturahmi sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, mudik merupakan kesempatan untuk menebar kebahagiaan. Saat mudik, kita dapat berkumpul bersama keluarga dan handai tolan yang mungkin sudah lama tidak bertemu. Kita dapat berbagi keceriaan dan kebahagiaan bersama mereka.

Ketiga, mudik merupakan sarana untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan mudik, kita dapat mengunjungi tempat-tempat ibadah di kampung halaman, seperti masjid dan mushola. Kita juga dapat mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang diadakan di sana.

Keempat, mudik dapat membantu perekonomian di kampung halaman. Saat mudik, para perantau biasanya membawa uang dan oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Hal ini dapat membantu meningkatkan perputaran uang di kampung halaman dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di sana.

Kelima, mudik dapat menjadi ajang untuk mengenang masa kecil. Saat mudik, kita dapat mengunjungi kembali tempat-tempat yang penuh dengan kenangan masa kecil. Hal ini dapat membantu kita untuk lebih bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Namun, perlu diingat bahwa mudik juga memiliki beberapa potensi bahaya, seperti kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempersiapkan diri dengan matang sebelum mudik. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, patuhi peraturan lalu lintas, dan selalu berhati-hati di jalan.

Demikianlah beberapa keutamaan mudik dalam Islam. Semoga dengan mudik, kita dapat meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT, mempererat tali silaturahmi dengan keluarga dan handai tolan, serta meningkatkan perekonomian di kampung halaman.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

8. Pentingnya Doa, Zikir, dan Shalawat selama Ramadan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, bulan di mana doa-doa akan dikabulkan, dan bulan di mana zikir menjadi salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan.

Doa adalah sarana bagi kita untuk berkomunikasi dan meminta sesuatu kepada Allah, sedangkan zikir adalah mengingat Allah dengan puji-pujian, baik dilafalkan dengan suara maupun diucapkan dalam hati.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi…” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak doa dan zikir selama bulan Ramadan agar mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah.

Ada banyak doa yang dianjurkan di bulan Ramadan, mulai dari doa melihat hilal, doa makan sahur, doa berbuka puasa, doa memohon ampunan, dan masih banyak lagi. Di bulan ini, banyak-banyaklah berdoa dan meminta kepada Allah sebagai bentuk penghambaan kita sebagai manusia kepada Tuhannya.

Begitu juga dengan zikir. Kita bisa rutin mengucapkan:

  • Tasbih: Subhanallah (Maha Suci Allah)
  • Tahmid: Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
  • Tahlil: Laa ilaaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah)
  • Takbir: Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
  • Istigfar: Astaghfirullahal ‘azhim (Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung)

Jangan lupa pula untuk sering-sering bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain mendapat rahmat dari Allah, shalawat memberi kesempatan bagi kita untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di hari akhir kelak.

Jemaah yang dirahmati Allah,

Mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk memperbanyak doa dan zikir. Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

9. Keutamaan Sabar dan Syukur

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita bersama-sama merenungkan dua konsep penting dalam agama kita: sabar dan syukur. Dua nilai luhur ini adalah kunci utama untuk menjalani kehidupan yang penuh makna dan bahagia di dunia ini.

Pertama, mari kita bicarakan tentang sabar. Sabar adalah sikap ketenangan dan ketabahan dalam menghadapi segala ujian dan cobaan yang Allah berikan kepada kita. Ketika kita diuji dengan kesulitan, kegagalan, atau penderitaan, sabarlah yang membawa kita melewati segala rintangan tanpa kehilangan akal dan emosi.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Al-Baqarah ayat 155-156:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَثَ وَبَشِّرِ الصيرين ( ١٥٥ ) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُونَ) (١٥٦ )

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un". Mereka itulah yang mendapat keberkatan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Kedua, mari kita bahas tentang syukur. Syukur adalah sikap menghargai dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, baik yang besar maupun yang kecil. Ketika kita bersyukur, kita menyadari bahwa setiap nikmat adalah anugerah dari-Nya yang patut kita hargai dan manfaatkan dengan baik.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَبِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Sabar dan syukur adalah dua sifat mulia yang tidak hanya membawa keberkahan di dunia, tetapi juga kebahagiaan abadi di akhirat. Mari kita jadikan keduanya sebagai pegangan dalam setiap langkah kita, dalam suka maupun duka. Dengan sabar dan syukur, kita akan mampu menjalani kehidupan dengan lapang dada, penuh keberkahan, dan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

10. Kemuliaan Memaafkan Sesama

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Memaafkan adalah tindakan mulia yang diajarkan oleh agama kita. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Al-A'raf ayat 199,

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَهِلِينَ

Artinya: "Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang ma'ruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh."

Memaafkan adalah bentuk kebesaran hati dan kekuatan karakter. Dengan memaafkan, kita membebaskan diri dari beban dendam dan kebencian yang merusak hati dan jiwa kita. Allah SWT berjanji akan memberikan ganjaran bagi mereka yang mampu memaafkan sesama.

Sebagaimana Dia berfirman dalam Al-Qur'an surah Assyuara ayat 40,

وَجَزْؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهُ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّلِمِينَ

Artinya: "Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah."

Di bulan suci Ramadan ini, mari kita jadikan kesempatan untuk memaafkan orang-orang yang telah menyakiti atau menganiaya kita. Dengan memaafkan, kita mengikuti jejak para nabi dan rasul, serta mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah sepuluh contoh kultum Ramadhan singkat 7 menit berbagai tema lengkap dengan dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.