Sahur Sehat di Tengah Tren “Sahur Scroll” Saat Ramadan
Sahur menjadi salah satu kunci untuk menjaga energi dan fokus selama menjalankan ibadah puasa. Oleh karena itu, penting memilih menu sahur bernutrisi agar tubuh tetap bertenaga, membantu mengontrol rasa lapar, sekaligus menjaga kadar gula darah stabil sepanjang hari.
Mengutip Halodoc, menu sahur sehat idealnya mengandung kombinasi protein, karbohidrat, serat, serta lemak sehat. Beberapa pilihan makanan yang bisa dikonsumsi antara lain kurma, buah-buahan, kacang-kacangan, serta sumber protein rendah lemak seperti telur, ikan, dan ayam. Protein diketahui dapat membantu menahan rasa lapar lebih lama karena dicerna tubuh secara perlahan.
Selain itu, yoghurt yang dipadukan dengan potongan buah juga bisa menjadi pilihan menu sahur yang praktis dan menyehatkan. Tambahan granola dapat menjadi sumber karbohidrat dan serat yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
Di sisi lain, sahur kini tidak hanya berkaitan dengan menyiapkan makanan sebelum waktu subuh. Banyak orang juga memanfaatkan waktu ini untuk melakukan berbagai aktivitas digital, mulai dari membuka media sosial hingga berbelanja online.
Sahur Scroll
Kebiasaan menggunakan gawai saat sahur bahkan melahirkan istilah baru di kalangan pengguna internet, yakni “sahur scroll”. Istilah ini merujuk pada aktivitas membuka berbagai aplikasi digital, termasuk media sosial dan e-commerce, saat menunggu waktu sahur atau setelahnya.
Sejumlah platform digital mencatat lonjakan aktivitas pengguna pada dini hari selama Ramadan. Berdasarkan analisis data transaksi pengguna OVO, aktivitas transaksi pada waktu sahur meningkat hingga 79 persen dibandingkan periode di luar Ramadan.
Tren serupa juga terlihat di berbagai platform e-commerce. Data Tokopedia dan TikTok Shop pada Ramadan 2025 menunjukkan bahwa nilai transaksi saat sahur dapat meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan waktu normal. Bahkan pada pekan pertama Ramadan, lonjakan transaksi mencapai sekitar 10,5 kali lipat pada jam sahur.
Sementara itu, Lazada mencatat adanya pergeseran pola aktivitas pengguna selama Ramadan. Jika pada hari biasa transaksi cenderung aktif pada jam kerja atau malam hari, selama bulan puasa puncak aktivitas digital bergeser ke sekitar pukul 03.00 dini hari dan kembali meningkat sekitar pukul 19.00 saat waktu berbuka.
Selain waktu belanja yang berubah, kategori produk yang dibeli masyarakat selama Ramadan juga menunjukkan pola tertentu. Beberapa produk yang paling banyak dibeli saat sahur antara lain busana muslim, paket hampers, produk kecantikan, perlengkapan ibadah, hingga bahan makanan yang berkaitan dengan kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.