8 Kesalahan Investor Kripto Pemula yang Harus Dihindari, Jangan Terjebak FOMO

kaspersky
Kesalahan investor kripto pemula.
Penulis: Bahrul Ilmi
Editor: Safrezi
29/10/2025, 17.15 WIB

Ketertarikan anak muda terhadap investasi kripto semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari pilihan investasi yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat, kesadaran mengenai literasi finansial yang terus meningkat, hingga munculnya para influencer kripto yang memberikan edukasi terkait investasi crypto.

Satu sisi hal tersebut memberikan dampak positif, namun di sisi lain dengan minimnya literasi keuangan masyarakat di Indonesia, dan tak sedikit pihak yang memanfaatkan celah tersebut untuk mencari keuntungan, banyak investor kripto pemula yang akhirnya terjebak dan mengalami kerugian.

Ditambah lagi dengan nilai aset kripto yang mudah mengalami perubahan dalam waktu singkat. Sehingga kita bukan hanya perlu meluangkan waktu untuk memantau pergerakan market, tetapi juga memiliki kemampuan analisa mendalam yang akan sangat membantu dalam mengambil keputusan.

Kesalahan Investor Kripto Pemula

Apabila kamu ingin mencoba investasi kripto, berikut beberapa kesalahan investor kripto pemula yang perlu kamu hindari, yaitu:

1. Tidak Melakukan Riset dengan Benar

Kesalahan umum para investor pemula adalah kurang melakukan riset, termasuk investor atau trader pemula yang tertarik menjadikan kripto sebagai aset digital mereka. Tidak sedikit trader kripto pemula yang mengambil keputusan berdasarkan tren atau opini dari seseorang yang dianggap lebih memahami tentang kripto.

Padahal nilai aset kripto bisa berubah dalam hitungan detik, dan pergerakannya sulit diprediksi, terutama oleh trader pemula. Maka dari itu, penting untuk melakukan riset mendalam sebelum melakukan investasi.
Akan lebih baik lagi jika kamu juga memiliki kemampuan analisa secara teknikal dan fundamental. Sebab itu bisa menghindarkan kamu dari kesalahan memilih aset digital dan mengambil keputusan.

2. Trading Berdasarkan Emosi

Dalam investasi, kita memang sering disarankan untuk melakukan penjualan di saat harga tinggi, dan membeli ketika harga aset tersebut sedang turun. Namun hal tersebut tidak berlaku di semua kondisi dan pilihan instrumen investasi.

Sebagai investor kripto pemula, kamu perlu belajar menahan diri menghadapi fluktuasi pasar. Jangan melakukan trading berdasarkan emosi, sebab itu menjadi salah satu alasan kenapa banyak investor kripto mengalami kegagalan.

3. Mengejar Keuntungan Cepat

Tidak dipungkiri bahwa kripto sebagai aset digital memang mampu memberikan keuntungan secara cepat. Namun karena hal tersebut pula, banyak investor pemula yang akhirnya terjebak karena sekedar ingin mendapat keuntungan besar dalam waktu singkat.

Padahal portofolio investasi yang sehat dibangun dengan perencanaan yang matang, sehingga dibutuhkan kesabaran, kemampuan analisa yang mendalam, diversifikasi instrumen investasi hingga manajemen risiko yang baik sebagai investor.

4. Menggunakan Leverage Berlebihan

Saat ini ada banyak aplikasi investasi yang menyematkan fitur semacam robot trading untuk memudahkan trader. Tujuannya agar investor pemula dapat memaksimalkan dana yang mereka miliki secara tepat dan fleksibel.

Namun terkadang hal tersebut dimanfaatkan secara berlebihan, sehingga bukannya memberikan keuntungan tapi malah sebaliknya.

5. Terjebak Pump and Dump

Selain kurangnya riset dan minimnya kemampuan analisa, banyak investor kripto pemula yang terjebak dengan teknik pump and dump. Sederhananya, pump and dump merupakan teknik manipulasi pasar yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan modal besar.

Mereka kemudian secara sengaja menaikkan harga token kripto dengan cepat lewat hype dan promosi, lalu menjualnya kembali ketika para investor pemula ikut masuk dan membeli token kripto yang sedang mereka target.

6. Terkecoh dengan Volume dan Candle Hijau

Trader kripto pemula juga sering terkecoh dengan volume dan candle hijau yang mereka lihat. Volume besar tidak selalu berarti bahwa kepercayaan pasar meningkat. Sedangkan candle hijau panjang, diikuti dengan dump yang cepat tanpa pantulan, itu juga bisa menjadi tanda adanya pump and dump.

7. Terlalu Percaya Influencer Kripto

Sebagian besar dari kita mungkin sepakat bahwa adanya influencer kripto membantu kita belajar lebih cepat. Walau begitu, kita juga tetap harus kritis dan mengecek ulang kebenaran dari apa yang disampaikan oleh influencer tersebut.

Sebab tidak dipungkiri bahwa ada oknum influencer kripto yang turut dalam praktik pump and dump. Sementara banyak followers-nya yang begitu percaya dengan setiap ucapannya, tanpa mengecek ulang kebenarannya. Sehingga tak sedikit trader pemula yang merugi hanya karena terlalu mengikuti influencer kripto yang menjadi idolanya.

8. Tidak Memiliki Exit Plan

Salah satu penyebab kegagalan trader kripto pemula yang paling besar adalah tidak memiliki exit plan. Kebanyakan dari mereka hanya bertahan di satu instrumen investasi, dan tidak tahu harus beralih ke instrumen yang mana ketika mereka mengalami kegagalan.

Secara umum, kamu sudah harus memikirkan strategi keluar ketika melihat investasi yang kamu lakukan sudah tidak sesuai dengan yang kamu harapkan. Banyaknya investor besar yang mulai beralih ke investasi lain juga bisa jadi tanda kamu sudah harus keluar dari investasi tersebut.

Setelah mengetahui beberapa kesalahan investor kripto pemula, apakah kamu masih termasuk investor kripto yang sudah menerapkan strategi investasi dengan baik? Jika saat ini kamu masih baru dalam dunia investasi kripto, ada baiknya untuk terus belajar, terutama mendalami kemampuan analisa baik secara teknikal maupun fundamental.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.