Ciri-ciri Kurma Israel yang Diboikot Jelang Ramadan, Jangan Asal Pilih

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Ilustrasi, pedagang kurma melayani pembeli di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (23/3/2023).
Penulis: Nadhira Shafa
Editor: Agung
6/3/2024, 12.48 WIB

Bulan Ramadan sebentar lagi akan tiba. Salah satu buah yang identik dengan bulan suci ini adalah kurma. Kurma memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan energi, menjaga sistem pencernaan, dan mengandung berbagai vitamin dan mineral.

Namun, tidak semua kurma yang dijual di pasaran berasal dari negara-negara muslim. Ada beberapa merek kurma yang diklaim sebagai produk Israel, negara yang terus melakukan penindasan dan genosida terhadap rakyat Palestina.

Seruan boikot terhadap produk Israel, termasuk kurma, makin kencang menjelang Ramadan. Hal ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

Lalu, bagaimana cara membedakan kurma Israel dengan kurma lainnya? Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri kurma Israel yang perlu diwaspadai, agar tidak salah pilih saat berbelanja:

Kurma (pixabay.com)

Ciri-ciri Kurma Asal Israel

Boycott, Divestment, Sanction (BDS) Australia adalah bagian dari gerakan global yang menentang Israel dengan cara damai. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak membeli atau mendukung produk, layanan, dan kegiatan budaya yang berasal dari Israel, menarik investasi dari negara tersebut, dan mendesak pemerintah untuk memberikan sanksi terhadap Israel. 

Tujuan mereka adalah agar Israel menghormati hak-hak rakyat Palestina dan menghentikan pelanggaran hukum internasional yang dilakukannya. Salah satu produk yang menjadi sasaran boikot adalah kurma Israel, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Barcode (kode batang) pada kemasan kurma bertuliskan 729. Nomor tersebut adalah nomor seri untuk negara Israel.
  • Produk kurma dengan merek ekspor Israel, seperti King Solomon, King Medjool, Medjool Plus, Jordan River dan Bahri.
  • Produk kurma bertuliskan perusahaan ekspor Israel, seperti Medjool Plus, Carmel Agrexco, Mehadrin dan Hadiklaim.
  • Khusus untuk produk kurma Medjool, tidak semua jenis kurma tersebut diproduksi dari Israel. Kurma ini perlu dicek lagi identitas perusahaan produsennya dalam kemasan.
  • Kurma tanpa keterangan perusahaan produsen dan asal negara produksi yang jelas. Produk kurma seperti ini diupayakan untuk dihindari agar terhindar dari trik produsen Israel mengelabui pembeli.
  • Biasanya harga kurma Israel dijual lebih murah dibanding yang lain karena disubsidi oleh pemerintah Israel.

Selain itu, American Muslims for Palestine (AMP) juga memiliki ciri-ciri kurma yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Mereka mengimbau umat muslim untuk tidak membeli produk kurma yang memiliki label Israel, Tepi Barat (West Bank), Lembah Jordan (Jordan Valley), serta jika tidak disebutkan asal usulnya.

"Pada bulan Ramadan ini dan seterusnya, boikot kurma Israel yang banyak di antaranya ditanam dan dikemas di permukiman ilegal Israel di Lembah Yordan, Tepi Barat Palestina," tulis AMP di situs resminya.

Itulah beberapa ciri-ciri kurma Israel yang harus dihindari saat berbelanja. Mari bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan Palestina dengan cara yang kita bisa. Selamat berbelanja dan selamat menjalankan ibadah puasa.