Ini Tanda-tanda Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya yang Bisa Dicoba

Pixabay/kalhh
Tanda-Tanda Tekanan Darah Tinggi
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
16/6/2025, 13.25 WIB

Tanda-tanda tekanan darah tinggi sering kali tampak ringan dan kerap diabaikan, seperti rasa lelah berlebihan atau sakit kepala. Bahkan, pada sebagian orang, kondisi ini bisa muncul tanpa menimbulkan keluhan apa pun. Karena itu, mengenali tanda-tanda hipertensi sejak awal dan melakukan pencegahan penting agar tidak berkembang menjadi komplikasi berbahaya.

Tekanan darah yang melebihi 130/80 mmHg bisa dikatakan darah tinggi. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari keturunan, efek dari konsumsi obat tertentu, hingga adanya penyakit lain seperti gangguan pada ginjal atau tiroid.

Tanda-tanda Tekanan Darah Tinggi

Tanda-tanda Tekanan Darah Tinggi (Unsplash )

 

Hipertensi adalah suatu kondisi tekanan darah terhadap dinding arteri berada di atas normal. Masalah ini harus diwaspadai karena sering kali tidak menimbulkan gejala khas, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya. Berikut tanda-tanda tekanan darah tinggi:

1. Sakit Kepala

Ketika tekanan darah meningkat, aliran darah menuju pembuluh darah kecil di otak menjadi lebih deras dari biasanya. Hal ini bisa memicu timbulnya sakit kepala. Perlu diketahui bahwa sakit kepala akibat hipertensi berbeda dari sensasi pusing yang terasa seperti kepala berputar. Sakit kepala yang dipicu oleh tekanan darah tinggi biasanya ditandai dengan rasa nyeri berdenyut atau seperti detakan di kepala.

2. Sesak Napas

 Perlu diwaspadai apabila Anda mengalami sesak napas, karena bisa jadi salah satu tanda-tanda tekanan darah tinggi. Sesak napas menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

3. Nyeri Dada

Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan pada arteri, menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan kehilangan kelenturannya. Akibatnya, aliran darah serta suplai oksigen ke jantung menjadi terganggu, bisa memicu gangguan jantung dan keluhan seperti nyeri dada, terutama angina.

4. Mimisan 

Salah satu tanda-tanda tekanan darah tinggi yang perlu diwaspadai yaitu keluarnya darah dari hidung. Hal ini terjadi karena tekanan darah yang meningkat dapat memengaruhi pembuluh darah, termasuk yang berada di hidung, sehingga membuatnya lebih mudah pecah dan berdarah.

5. Gangguan Penglihatan

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan pengliatan. Selain itu, kondisi ini  dapat menyebabkan peradangan pada retina. Meski penglihatan kabur sering dikaitkan dengan hipertensi, hal tersebut bisa menjadi gejala dari masalah mata lain seperti katarak atau glaukoma.

Tanda-tanda Darah Tinggi Sudah Parah

Apabila tidak segera diperiksa dan ditangani sejak dini, tekanan darah tinggi yang sudah mencapai tingkat parah dapat memicu berbagai gejala, antara lain:

1. Rasa Lelah Berlebihan

Peningkatan tekanan darah memberi beban tambahan pada organ-organ penting seperti jantung, otak, dan ginjal, yang pada akhirnya membuat tubuh mudah merasa lelah.

2. Mual dan Muntah

Pada kasus hipertensi berat, penderita bisa mengalami mual bahkan muntah, yang disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam kepala.

3. Kebingungan Mental

Hipertensi dapat merusak pembuluh darah kecil di otak yang berfungsi untuk menyampaikan informasi antarbagian otak. Akibatnya, penderita bisa mengalami gangguan daya ingat, kebingungan, kesulitan konsentrasi, dan gejala lain yang terkait dengan fungsi kognitif.

4. Darah Dalam Urin

Hematuria atau adanya darah dalam urin merupakan salah satu tanda yang umum muncul pada penderita hipertensi.

Cara Mencegah Penyakit Darah Tinggi

Meski faktor seperti usia dan genetik tidak dapat dihindari, masih banyak risiko lain penyebab tekanan darah tinggi yang bisa dikendalikan. Karena itu, langkah pencegahan penting dilakukan, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi terkena hipertensi.

1. Pilih Pola Makan Sehat: Rendah Lemak dan Tinggi Serat

Apa yang dikonsumsi memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, termasuk dalam mencegah hipertensi. Dianjurkan mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat, seperti gandum utuh (sereal, roti, pasta), produk susu rendah lemak, daging tanpa kulit, buah, serta sayuran. Selain itu, hindari makanan berminyak seperti gorengan agar tekanan darah tetap terkontrol.

2. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik penting untuk menjaga berat badan tetap ideal dan mencegah tekanan darah naik. Semakin berat tubuh seseorang, semakin tinggi volume darah yang dibutuhkan, dan hal ini bisa meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah. Disarankan  berolahraga minimal 30 menit sehari, lima kali seminggu. 

3. Batasi Konsumsi Garam

Untuk pencegahan, asupan garam sebaiknya tidak melebihi 2 gram (sekitar satu sendok teh) per hari. Hindari makanan tinggi garam, seperti makanan cepat saji, makanan kaleng, dan makanan olahan.

4. Pertahankan Berat Badan Ideal

Risiko hipertensi bisa meningkat apabila kelebihan berat badan. Untuk menjaga berat badan tetap normal, mulailah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan rutin beraktivitas fisik.

5. Kelola Stres dengan Baik

Stres berkepanjangan bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah karena hormon stres mempersempit pembuluh darah dan mempercepat detak jantung. Karena itu, penting untuk mengelola stres, misalnya dengan meditasi, mendengarkan musik, atau melakukan kegiatan yang menenangkan.

6. Tidur Cukup dan Berkualitas

Kurangnya waktu tidur atau tidur yang tidak nyenyak bisa berdampak negatif pada tekanan darah. Usahakan tidur selama 7–8 jam setiap malam. Untuk membantu tidur lebih nyenyak, ciptakan suasana yang tenang, hindari tidur dalam keadaan lapar atau terlalu kenyang, dan batasi tidur siang tidak lebih dari 30 menit.

7. Batasi Konsumsi Kafein

Minum kopi lebih dari empat cangkir per hari berpotensi meningkatkan tekanan darah, meskipun efeknya dapat berbeda-beda tiap orang. Kafein diyakini dapat meningkatkan produksi adrenalin dan menghambat pelebaran pembuluh darah, yang menyebabkan tekanan darah meningkat.

8. Rutin Mengecek Tekanan Darah

Memantau tekanan darah secara berkala merupakan langkah penting dalam pencegahan. Anda bisa melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan atau menggunakan alat tensimeter di rumah, dengan memastikan cara penggunaannya benar.

Itulah beberapa tanda-tanda tekanan darah tinggi yang penting diketahui untuk mencegah risiko komplikasi serius di kemudian hari. Meski gejalanya sering kali ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali, kondisi ini tetap berbahaya apabila tidak ditangani dengan tepat. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.