Jeffrey Epstein Sering Berupaya Dekati Vladimir Putin, Ada Di Epstein Files

Katadata
jeffrey epstein berupaya dekati putin
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
5/2/2026, 16.27 WIB

Rilis dokumen dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali mengungkap detail baru mengenai jaringan internasional Jeffrey Epstein. Arsip yang dipublikasikan pada Jumat (30/1/2026) tersebut memperlihatkan bagaimana terpidana kasus kejahatan seksual itu berupaya secara konsisten mendekati Presiden Rusia, Vladimir Putin, selama bertahun-tahun. 

Dokumen yang dibuka ke publik menunjukkan bahwa upaya tersebut dilakukan Epstein bahkan setelah ia menjalani vonis pertamanya terkait kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Meskipun berbagai manuver tercatat secara rinci dalam arsip tersebut, hingga kini tidak terdapat bukti sah yang mengonfirmasi bahwa pertemuan langsung antara Jeffrey Epstein dan Vladimir Putin benar-benar terjadi.

Arsip yang dirilis Departemen Kehakiman AS atau DOJ merupakan bagian dari penyelidikan panjang terhadap aktivitas global Epstein. Lebih dari tiga juta dokumen dipublikasikan, mencakup korespondensi internal, email, serta catatan komunikasi lintas negara sejak awal 2010-an hingga 2018. Rilisan dokumen ini mengungkapkan luasnya jaringan Epstein di berbagai belahan dunia. Dalam arsip tersebut, nama Vladimir Putin tercatat muncul sebanyak 1.055 kali, menjadikannya salah satu figur paling sering disebut dalam dokumen Epstein.

Berusaha Mendekati Putin Sejak 2010

presiden rusia vladimir putin (skynews)

 

Dokumen DOJ memperlihatkan bahwa Jeffrey Epstein secara konsisten dan gigih mencoba membangun jalur komunikasi dengan Vladimir Putin selama bertahun-tahun. Upaya ini dilakukan melalui berbagai pendekatan dan memanfaatkan jaringan perantara internasional. Pendekatan tersebut berlangsung sejak sekitar 2010 hingga menjelang akhir hidup Epstein. Status hukumnya sebagai terpidana tidak menghentikan langkah-langkah yang ia lakukan untuk menjangkau lingkar kekuasaan Rusia.

Dalam sejumlah korespondensi email, Epstein berulang kali menyatakan keinginannya untuk membahas isu ekonomi strategis dengan Vladimir Putin. Topik utama yang ingin ia angkat berkaitan dengan peluang investasi asing di Rusia serta diversifikasi ekonomi negara tersebut. Epstein kerap memposisikan dirinya sebagai pihak yang mampu mempertemukan kepentingan ekonomi internasional dengan agenda pembangunan Rusia.

Dokumen juga menunjukkan bahwa Epstein telah mencoba memperoleh visa Rusia sejak 2010. Dalam salah satu pesan email, ia secara eksplisit mempertanyakan apakah dirinya perlu mengurus visa dan menyebut memiliki teman yang mengenal Vladimir Putin. Pertanyaan tersebut memperlihatkan upaya Epstein untuk mencari jalur administratif maupun personal guna memperlancar aksesnya ke Rusia.

Berupaya Mendekati Putin Lewat Relasi Politik

Untuk membuka jalur menuju Kremlin, Jeffrey Epstein memanfaatkan jaringan politik internasional yang telah ia bangun. 

  • Salah satu tokoh yang sering muncul dalam dokumen adalah Thorbjorn Jagland, mantan Perdana Menteri Norwegia yang pada periode tersebut menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Council of Europe. Posisi Jagland dinilai strategis karena memberinya akses luas ke pemimpin negara-negara Eropa dan Rusia.
  • Dalam sejumlah komunikasi, Jagland tercatat beberapa kali berdiskusi dengan Epstein mengenai Rusia dan isu-isu yang relevan. Bahkan, Jagland sempat menawarkan diri untuk mempresentasikan kemungkinan investasi Epstein kepada Vladimir Putin. Jalur komunikasi ini bersifat informal dan tidak resmi, namun dianggap penting oleh Epstein dalam upayanya membangun akses ke lingkar kekuasaan Rusia.
  • Selain pendekatan melalui jaringan politik, dokumen DOJ juga mencatat beberapa upaya Epstein untuk mengatur pertemuan langsung dengan Vladimir Putin. Pada Juni 2013, Epstein mengundang Putin untuk menghadiri makan malam di Paris dengan mengklaim bahwa Bill Gates akan menginap di kediamannya. Upaya ini tidak pernah dikonfirmasi berhasil.
  • Pada kesempatan lain, Epstein juga mencoba menjangkau Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Pada 2018, ia berusaha mengirim pesan kepada Lavrov melalui Jagland. Selain itu, pada 2017, Epstein meminta Jagland untuk mendiskusikan isu masa depan digital currency dengan Vladimir Putin. 
  • Dokumen juga memuat klaim Epstein mengenai pemahamannya terhadap dinamika politik Amerika Serikat. Ia menyebut memiliki wawasan khusus tentang pola pikir Presiden AS saat itu, Donald Trump, dan mengklaim bahwa informasi tersebut dapat membantu kepentingan diplomatik Rusia. Namun, dokumen tidak menyertakan bukti independen yang mendukung klaim tersebut, dan tidak ada indikasi bahwa pihak Rusia menindaklanjutinya.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.