Namanya Disebut di Epstein Files, Mantan PM Norwegia Diselidiki Kepolisian

katadata
pm norwegia jagland membantah soal relasi dengan epstein
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
9/2/2026, 12.14 WIB

Kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein kembali memicu dampak hukum dan politik lintas negara. Di Norwegia, nama mantan Perdana Menteri Thorbjoern Jagland terseret dalam pusaran Epstein Files dan mendorong aparat penegak hukum membuka penyelidikan resmi. Penyelidikan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi berat yang diduga memiliki keterkaitan dengan hubungan Jagland dan Epstein di masa lalu.

Dokumen Epstein Files yang baru dirilis otoritas Amerika Serikat memuat berbagai informasi mengenai jejaring relasi Epstein dengan tokoh-tokoh penting. Temuan dalam dokumen tersebut menjadi dasar bagi unit kepolisian kejahatan ekonomi Norwegia untuk melakukan pendalaman hukum terhadap Jagland, yang dikenal sebagai figur penting dalam politik dan diplomasi internasional.

Oekokrim Membuka Penyelidikan Dugaan Korupsi Berat

Unit kepolisian kejahatan ekonomi Norwegia, Oekokrim, pada Kamis, 5 Februari 2026, mengumumkan telah membuka penyelidikan terhadap Thorbjoern Jagland. Mantan perdana menteri sekaligus ketua Komite Nobel Norwegia itu diselidiki atas dugaan korupsi berat.

Menurut Oekokrim, keputusan membuka penyelidikan didasarkan pada informasi yang terungkap dalam dokumen yang baru dirilis terkait mendiang Jeffrey Epstein. Dokumen tersebut mencakup periode ketika Jagland memegang sejumlah jabatan strategis di tingkat nasional dan internasional.

Direktur Oekokrim, Paal Loeseth, menyatakan bahwa sangat masuk akal untuk melakukan penyelidikan mengingat posisi penting yang pernah diemban Jagland selama periode yang tercantum dalam dokumen Epstein Files.

Oekokrim menegaskan akan menelusuri secara mendalam apakah terdapat penerimaan hadiah, perjalanan, atau pinjaman yang berkaitan dengan jabatan publik yang pernah dipegang Jagland.

Seiring dengan dibukanya penyelidikan, kepolisian Norwegia mengajukan permintaan pencabutan imunitas Jagland. Imunitas tersebut melekat karena status Jagland sebagai mantan pimpinan organisasi internasional.

Permintaan pencabutan imunitas itu telah disetujui oleh Kementerian Luar Negeri Norwegia. Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, menyatakan langkah tersebut diambil agar fakta-fakta dalam kasus ini dapat terungkap secara menyeluruh.

Norwegia juga akan mengajukan proposal resmi kepada Komite Menteri Dewan Eropa untuk mencabut imunitas Jagland, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Melalui pengacaranya, Anders Brosveet, Jagland menyatakan menyambut baik dibukanya penyelidikan tersebut dan siap bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang. Kuasa hukum menyatakan keyakinannya terhadap hasil penyelidikan berdasarkan temuan awal yang telah dikaji.

Selain Jagland, sejumlah figur publik Norwegia lainnya juga turut disorot, termasuk Putri Mahkota Mette-Marit. Putri Mahkota Mette-Marit sebelumnya menyatakan telah menunjukkan penilaian yang buruk dengan tetap menjalin hubungan dengan Epstein setelah Epstein divonis bersalah. Pernyataan tersebut kembali mengemuka seiring dibukanya Epstein Files dan meningkatnya perhatian publik terhadap relasi Epstein di Eropa.

Siapa Sosok Mantan PM Norwegia Jagland?

Thorbjørn Jagland adalah seorang politikus senior dari Partai Buruh Norwegia yang memiliki jejak panjang dalam politik domestik dan internasional. Lahir pada 5 November 1950 di Drammen, Norwegia, Jagland telah menduduki sejumlah posisi penting dalam pemerintahan dan organisasi internasional selama beberapa dekade. 

Jagland pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Norwegia pada periode 25 Oktober 1996 hingga 17 Oktober 1997, serta sempat menjadi Menteri Luar Negeri dari Maret 2000 hingga Oktober 2001. Ia juga memimpin Parlemen Norwegia (Storting) sebagai presidennya dari 2005 hingga 2009. 

Kiprah Jagland tidak terbatas pada politik dalam negeri. Pada tahun 2009, ia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa, sebuah organisasi antarnegara yang berfokus pada penegakan hak asasi manusia, demokrasi, dan supremasi hukum di Eropa. Ia kemudian terpilih kembali untuk periode kedua hingga 2019, menjadikannya salah satu sekretaris jenderal Dewan Eropa yang paling berpengalaman. 

Selain itu, Jagland pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nobel Norwegia, yang bertanggung jawab memilih penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahunan. Dalam peran tersebut, ia mempengaruhi keputusan penting seperti penghargaan Nobel Perdamaian kepada Uni Eropa pada 2012. 

Karier politik panjang Jagland juga mencakup peran sebagai pemimpin Partai Buruh Norwegia dan posisi-posisi penting di badan legislatif negaranya. Namun, beberapa penugasan yang dilakoninya, terutama di organisasi internasional, kini menjadi sorotan dalam konteks penyelidikan atas keterkaitannya dengan Epstein Files dan dugaan korupsi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.