Apa itu Penyakit Campak? Ini Penyebab, Gejala, Pencegahan hingga Pantangannya

Unsplash
Apa itu penyakit campak
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
9/3/2026, 10.42 WIB

Apa itu penyakit campak? Campak adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus, umumnya menyerang anak-anak dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Penyakit ini menular dari orang ke orang melalui percikan droplet atau bisa juga melalui udara (airborne).

Campak termasuk dalam kategori penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi (PD3I). Meskipun beberapa orang menganggap campak hanya berupa ruam kecil dan demam yang hilang dalam beberapa hari, penyakit ini sebenarnya berpotensi serius karena dapat menimbulkan komplikasi yang menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian.

Apa itu Penyakit Campak?

Apa itu penyakit campak (Unsplash)

Campak adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang mudah menular. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam pada kulit di seluruh tubuh, serta gejala yang mirip dengan flu.

Ruam yang timbul pada awalnya berupa bintik merah kecil, lalu menyatu dan menjadi lebih besar. Meski tampak mirip, gejala campak berbeda dengan rubella. Pada campak, ruam dapat bertahan sekitar 5–7 hari, sedangkan pada rubella hanya berlangsung sekitar 1–3 hari. Kedua penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin MMR.

Campak disebabkan oleh virus yang menyebar melalui percikan air liur dari penderita. Biasanya, gejala mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah seseorang terpapar virus tersebut.

Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak dan dapat menimbulkan komplikasi serius. Namun, campak pada anak maupun orang dewasa dapat dicegah dengan pemberian vaksin.

Penyebab Campak

Campak terjadi akibat infeksi virus Morbillivirus. Virus ini sangat mudah menyebar melalui droplet atau percikan air liur dari mulut dan hidung penderita, yang keluar saat batuk, bersin, atau berbicara. Risiko seseorang untuk terkena campak akan meningkat pada kondisi berikut:

• Bayi yang belum menerima vaksin.
• Orang yang belum mendapatkan vaksin campak atau vaksin MMR secara lengkap.
• Tinggal serumah dengan orang yang sedang sakit campak.
• Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS atau kanker.

Gejala Penyakit Campak

Gejala awal infeksi campak pada anak maupun orang dewasa umumnya ditandai dengan batuk berdahak, pilek, demam tinggi, serta mata yang tampak merah. Sebelum ruam muncul, anak-anak terkadang mengalami bintik Koplik, yaitu bintik merah kecil dengan bagian tengah berwarna biru keputihan yang terlihat di dalam mulut.

Setelah itu, ruam biasanya mulai terlihat sekitar 3–5 hari sejak gejala awal muncul. Ruam tersebut awalnya muncul di bagian belakang telinga dan sekitar kepala, kemudian menyebar ke leher, hingga akhirnya meluas ke seluruh tubuh. Berikut gejala penyakit campak:

• Mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
• Gejala yang menyerupai pilek, seperti batuk kering, hidung berair, dan sakit tenggorokan.
• Tubuh terasa lemas dan mudah lelah.
• Demam tinggi.
• Nyeri atau rasa sakit pada tubuh.
• Lesu dan kehilangan nafsu makan.
• Diare atau muntah.
• Bintik kecil berwarna putih keabu-abuan di dalam mulut dan tenggorokan.

Diagnosis Campak

Diagnosis campak umumnya ditentukan berdasarkan gejala klinis yang muncul, terutama adanya ruam khas yang disertai gejala lain. Dokter juga biasanya melakukan pemeriksaan fisik, serta menanyakan riwayat vaksinasi pasien. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, seperti:

• Tes darah, untuk mengetahui adanya antibodi terhadap virus campak.
• Usap tenggorokan atau hidung untuk mendeteksi keberadaan virus campak.

Pengobatan Campak

Karena campak disebabkan oleh virus, tidak ada pengobatan medis khusus untuk menyembuhkannya. Umumnya, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Untuk membantu meredakan gejala, beberapa perawatan yang dapat dilakukan antara lain:

• Banyak minum air putih agar tidak dehidrasi.
• Istirahat yang cukup serta menghindari paparan sinar Matahari ketika mata masih sensitif terhadap cahaya.
• Mengonsumsi obat penurun demam dan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Vaksin Campak untuk Pencegahan

Campak dikenal dengan sebutan rubeola. Saat ini, penyakit ini dapat dicegah melalui pemberian vaksin. Vaksin campak merupakan bagian dari vaksin MMR, yaitu vaksin kombinasi yang melindungi dari campak, gondongan, dan rubella.

Vaksin MMR diberikan sebanyak dua dosis. Dosis pertama biasanya diberikan saat anak berusia sekitar 15 bulan, sedangkan dosis kedua diberikan ketika anak berusia 5–6 tahun atau sebelum memasuki sekolah dasar.

Vaksin memiliki peran penting dalam pencegahan campak. Cara kerjanya yaitu dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap virus yang telah dilemahkan di dalam vaksin. Dengan demikian, jika suatu saat tubuh terpapar virus campak yang sebenarnya, sistem imun sudah siap untuk melawan infeksi tersebut.

Pantangan Penyakit Campak

Saat seseorang terkena campak, terdapat beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar penularan tidak meluas dan proses pemulihan dapat berlangsung dengan baik. Berikut beberapa pantangan yang perlu diperhatikan:

1. Menghindari Kerumunan dan Kontak Dekat

Penderita campak sebaiknya tidak berada di tempat ramai atau melakukan kontak dekat dengan orang lain, karena virus dapat menyebar melalui udara. Oleh sebab itu, sebaiknya tetap berada di rumah dan membatasi interaksi sosial hingga masa penularan berakhir, yaitu sekitar empat hari setelah ruam muncul. Hal ini penting untuk mencegah penularan kepada orang lain.

2. Menjaga Jarak dari Kelompok Rentan

Penderita juga perlu menghindari kontak dengan orang yang berisiko tinggi mengalami komplikasi serius akibat campak. Kelompok ini meliputi bayi yang belum mendapatkan vaksin, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah seperti penderita HIV/AIDS atau pasien yang menjalani kemoterapi, serta ibu hamil. Penularan pada kelompok tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan yang lebih berat.

3. Menghindari Makanan yang Sulit Dicerna

Selama sakit, sistem pencernaan bisa menjadi lebih sensitif. Karena itu, sebaiknya menghindari makanan seperti gorengan, makanan berminyak, makanan cepat saji, serta makanan yang terlalu pedas atau asam. Jenis makanan tersebut, dapat memperparah iritasi tenggorokan akibat batuk dan membebani sistem pencernaan.

4. Tidak Melakukan Aktivitas Fisik Berat

Tubuh memerlukan banyak energi untuk melawan infeksi virus campak. Karena itu, aktivitas fisik yang berat atau melelahkan sebaiknya dihindari. Istirahat yang cukup penting agar sistem kekebalan tubuh dapat bekerja secara optimal dalam melawan virus dan mempercepat pemulihan.

Apa itu penyakit campak? Campak merupakan penyakit infeksi yang menular dan disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit yang menyebar ke seluruh tubuh. Penularan campak terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.