Apa itu Rudal Tomahawk? Salah satu Rudal yang Digunakan AS

Katadata
Apa itu Rudal Tomahawk
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
11/3/2026, 17.34 WIB

Apa itu Rudal Tomahawk? Militer Amerika Serikat diketahui menjadikan Tomahawk sebagai salah satu senjata utama dalam operasi militernya di konflik Timur Tengah, termasuk dalam ketegangan terbaru dengan Iran. Dalam perkembangan terbaru, rudal tersebut diduga terlibat dalam serangan yang menghantam sebuah sekolah perempuan di wilayah Minab.

Sejumlah analisis independen dan bukti visual menunjukkan bahwa rudal jenis Tomahawk kemungkinan digunakan dalam serangan tersebut, meskipun penyelidikan resmi masih berlangsung dan belum ada kesimpulan final dari pihak pemerintah AS mengenai tanggung jawab atas insiden itu.

Insiden yang terjadi pada 28 Februari 2026 tersebut, dilaporkan menyebabkan ratusan korban jiwa, sebagian besar siswi sekolah, dan menjadi salah satu peristiwa dengan korban sipil terbesar dalam konflik yang sedang berlangsung

Apa itu Rudal Tomahawk?

Rudal Tomahawk (iStock)

Apa itu Rudal Tomahawk? Rudal Tomahawk adalah rudal jelajah subsonik jarak menengah yang diluncurkan dari kapal perang maupun kapal selam milik United States Navy. Sistem senjata ini dirancang untuk memberikan kemampuan serangan presisi jarak jauh hingga ke target yang berada jauh di dalam wilayah musuh.

Rudal Tomahawk mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir. Namun, seiring perubahan kebijakan pertahanan, peran nuklir pada sistem rudal ini secara bertahap telah dihentikan.

Tomahawk adalah rudal berpemandu strategis buatan Amerika Serikat yang terbang pada ketinggian rendah dan dapat diluncurkan dari kapal perang maupun kapal selam untuk menyerang target di darat. Senjata ini dirancang untuk menghantam sasaran tetap, seperti fasilitas komunikasi dan sistem pertahanan udara, terutama di wilayah berisiko tinggi yang berbahaya bagi pesawat tempur berawak karena ancaman rudal permukaan-ke-udara.

Sebagai senjata jarak jauh tanpa awak, Tomahawk memiliki tingkat akurasi sekitar 5 meter. Rudal ini memiliki panjang sekitar 5,6 meter, jangkauan hingga 2.400 km, dan mampu melaju dengan kecepatan sekitar 885 km/jam.

Dalam peluncurannya, Tomahawk biasanya ditembakkan secara vertikal dari kapal, tetapi juga dapat diluncurkan secara horizontal melalui tabung torpedo pada kapal selam serang atau dari peluncur eksternal di lambung kapal selam. Saat fase awal peluncuran, rudal menggunakan pendorong berbahan bakar padat.

Setelah itu, sistem propulsinya beralih ke mesin turbofan yang menghasilkan panas rendah sehingga sulit dideteksi oleh sensor inframerah. Selain itu, ukurannya yang relatif kecil serta jalur terbangnya yang rendah membuatnya lebih sulit terdeteksi radar.

Ketika mendekati daratan, Tomahawk menggunakan sistem navigasi inersia dan teknologi Terrain Contour Matching, yaitu metode pencocokan kontur medan antara peta digital dalam komputer rudal dan kondisi nyata di lapangan untuk menentukan posisi serta arah menuju target.

Dengan sistem ini, rudal mampu bermanuver mengikuti kontur permukaan bumi, bahkan berbelok seperti pesawat tempur dan terbang hanya sekitar 30–90 meter di atas permukaan tanah.

Dalam strategi militer, Tomahawk sering digunakan pada tahap awal operasi untuk melumpuhkan jaringan komunikasi dan sistem pertahanan udara lawan. Rudal ini dapat diarahkan ulang saat sedang terbang, bahkan berputar di udara sementara operator memilih target baru. Beberapa varian juga dilengkapi kamera yang dapat mengirimkan data penilaian kerusakan serangan kembali kepada analis militer.

Jenis-jenis Rudal Tomahawk

Melansir Center for Strategic and International Studies melalui situs MissileThreat, Tomahawk memiliki beberapa jenis dengan kemampuan berbeda. Berikut penjelasannya:

1. Blok I

Terdiri dari tiga desain utama: TLAM-N, BGM-109G Gryphon, dan TASM, berikut penjelasannya:

TLAM-N

• Mampu membawa hulu ledak nuklir W80 nuclear warhead berkekuatan sekitar 200 kT.
• Memiliki jangkauan hingga 2.500 km.
• Sistem panduan menggunakan kombinasi navigasi inersia dan Terrain Contour Matching.
• Tingkat akurasi diperkirakan sekitar 80 meter CEP.

BGM-109G Gryphon

• Memiliki jangkauan sekitar 2.500 km dengan kecepatan sekitar 800 km/jam.
• Panjang rudal sekitar 6,4 meter, diameter 0,52 meter, dan berat peluncuran sekitar 1.470 kg.
• Dipersenjatai satu hulu ledak nuklir W84 nuclear warhead dengan daya ledak 10–50 kT.

TASM (Tomahawk Anti-Ship Missile)

• Dikenal memiliki kemampuan manuver yang baik dengan berbagai pola penerbangan.
• Jangkauan sekitar 460 km, lebih pendek dibanding varian lainnya.
• Dapat terbang pada ketinggian tinggi hingga 450 meter atau sangat rendah di atas permukaan laut (sea-skimming), bahkan melakukan serangan curam pada fase akhir.
• Menggunakan pencari radar aktif untuk mendeteksi target, berbeda dengan sistem TERCOM.
• Membawa hulu ledak konvensional seberat sekitar 454 kg

2. Blok II

Jenis ini mencakup TLAM-C yang dirancang untuk menghancurkan target yang diperkuat TLAM-D, ditujukan untuk menyerang target yang lebih “lunak”, seperti pesawat atau konsentrasi pasukan.

TLAM-C

• Memiliki jangkauan sekitar 1.300 km jika diluncurkan dari kapal dan sekitar 925 km jika ditembakkan dari kapal selam.
• Tingkat akurasinya meningkat signifikan hingga kurang dari 10 meter CEP.
• Saat digunakan dalam Perang Teluk Persia 1991, sekitar 85% dari 300 rudal Blok II yang diluncurkan berhasil mencapai targetnya.

TLAM-D

• Menggunakan hulu ledak fragmentasi tunggal untuk menghantam sasaran.
• Memiliki tiga pilihan jalur penerbangan pada fase akhir.
• Rudal dapat mendekati target secara vertikal, horizontal, atau meledak tepat di atas target untuk memaksimalkan efek serangan.

3. Blok III

• Varian ini menghadirkan pembaruan pada sistem elektronik yang memungkinkan pelaksanaan serangan terkoordinasi.
• Dilengkapi sistem navigasi Global Positioning System (GPS), sehingga waktu perencanaan misi berkurang drastis dari sekitar 80 jam menjadi hanya sekitar 1 jam.
• Rudal memiliki kemampuan loitering, yaitu dapat berputar di atas area target sambil menunggu kedatangan aset militer lainnya.
• Menggunakan mesin turbofan baru yang lebih efisien, mengonsumsi sekitar 3% lebih sedikit bahan bakar sekaligus menghasilkan sekitar 20% daya dorong lebih besar.

4. Blok IV

Merupakan salah satu varian Tomahawk paling modern dengan kemampuan melayang di udara selama beberapa jam sebelum menyerang target. Dilengkapi tautan data dua arah yang memungkinkan rudal menerima pembaruan misi atau koreksi arah secara langsung saat sedang terbang.

Dapat dialihkan ke target lain atau rute baru meskipun sudah berada di tengah perjalanan menuju target awal. Memiliki waktu peluncuran lebih cepat dan kemampuan memberikan penilaian kerusakan secara real-time melalui sistem pemantauan setelah serangan.

Varian TLAM-E Block IV memiliki jangkauan sekitar 900 mil laut (sekitar 1.600 km) dan membawa hulu ledak tunggal seberat sekitar 1.000 pon.

Apa itu rudal Tomahawk? Tomahawk adalah rudal jelajah jarak jauh buatan Amerika Serikat yang dirancang untuk menyerang target darat dengan presisi tinggi dari kapal perang maupun kapal selam. Senjata ini mampu terbang rendah untuk menghindari radar, memiliki jangkauan hingga ribuan kilometer, serta menggunakan sistem navigasi canggih untuk mencapai sasaran secara akurat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.