Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen BUMI: Ini Aturan BEI dan KSEI
Struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BUMI atau PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kini bisa diketahui oleh publik. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merupakan salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia yang berada di bawah kelompok usaha Bakrie Group.
Selain dikenal sebagai produsen utama batu bara, BUMI juga mengembangkan bisnis di sektor mineral melalui anak perusahaannya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Bagi investor maupun pengamat pasar, memahami komposisi pemegang saham BUMI menjadi hal penting karena dapat memberikan gambaran mengenai struktur pengendalian perusahaan, aliran kepemilikan, serta pengaruh kelompok usaha besar seperti Bakrie maupun Salim Group.
Pada awal berdirinya, perusahaan ini beroperasi di bidang pariwisata dan perhotelan. Namun setelah proses akuisisi pada tahun 1997, arah bisnis perusahaan berubah dengan fokus pada sektor energi, khususnya minyak, gas, dan pertambangan. Sejak tahun 2000, perusahaan resmi menggunakan nama PT Bumi Resources Tbk, yang menandai babak baru dalam perkembangan bisnisnya.
Struktur Kepemilikan Saham di atas 1 Persen BUMI
Struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BUMI menjadi salah satu informasi penting bagi investor yang ingin memahami siapa saja pihak yang memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan. Berikut struktur kepemilikan saham BUMI:
| No | Investor Name | Domisili | Total Holding Shares | Shares |
| 1 | Mach Energy (Hongkong) Limited | Hongkong | 170,000,000,000 | 45.78 |
| 2 | UBS Switzerland AG | Switzerland | 18,948,730,283 | 5.10 |
| 3 | CRIS Developments Limited | Virgin Islands British | 14,771,574,700 | 3.98 |
| 4 | Treasure Global Investments Limited | Hongkong | 11,805,000,000 | 3.18 |
| 5 | Glas Trust (Singapore) LTD | Singapore | 7,716,639,554 | 2.08 |
| 6 | PT Bakrie Capital Indonesia | Indonesia | 4,390,143,957 | 1.18 |
| 7 | Bank of Singapore Limited | Singapore | 3,853,411,201 | 1.04 |
Aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Menghadirkan Informasi Kepemilikan Saham Emiten di atas 1 Persen
Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi menghadirkan informasi kepemilikan saham emiten di atas 1% yang dapat diakses oleh publik. Kebijakan ini merupakan implementasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Dewan Komisioner Nomor 1/KDK.04/2026 yang menunjuk KSEI dan BEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada masyarakat.
Berdasarkan ketentuan tersebut, data kepemilikan saham di atas 1% akan disiapkan oleh KSEI dan dipublikasikan secara berkala setiap bulan melalui situs resmi BEI. Sebelumnya, informasi pemegang saham yang tersedia bagi publik hanya mencakup kepemilikan di atas 5%.
Dengan aturan baru ini, tingkat keterbukaan informasi menjadi lebih luas sehingga investor dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai struktur kepemilikan saham suatu emiten.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa penyediaan data tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas transparansi terkait struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat.
Menurutnya, penyajian informasi ini dilakukan secara sistematis agar investor dan para pemangku kepentingan dapat memahami dengan lebih jelas komposisi kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI.
Struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BUMI memberikan gambaran penting mengenai pihak-pihak yang memiliki pengaruh signifikan terhadap arah kebijakan dan pengendalian perusahaan. Dengan memahami komposisi pemegang saham di PT Bumi Resources Tbk, investor dapat menilai kekuatan kepemilikan, potensi dukungan dari pemegang saham utama, serta stabilitas tata kelola perusahaan.