Kabar Netanyahu Meninggal Viral, Kantor PM Israel Rilis Pernyataan
Kabar Netanyahu meninggal kembali ramai di media sosial di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Rumor itu mencuat setelah berbagai unggahan menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas dalam serangan Iran.
Isu Netanyahu Meninggal menjadi semakin kuat karena Netanyahu sempat tidak banyak muncul secara fisik di depan publik. Sejak serangan pada 28 Februari 2026, ia lebih sering menyampaikan pernyataan melalui rekaman video. Kemunculan yang terbatas itu menimbulkan banyak pertanyaan di media sosial.
Awal Mula Rumor Netanyahu Meninggal
Sejak akhir Februari 2026, ketegangan geopolitik semakin meningkat tajam setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Serangan itu kemudian dibalas oleh Iran melalui peluncuran drone dan rudal ke sejumlah titik, termasuk wilayah Israel serta kawasan lain yang dikaitkan dengan kepentingan militer Amerika Serikat.
Di saat yang sama, berbagai rumor tentang kondisi tokoh-tokoh penting juga bermunculan. Netanyahu menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan karena perannya sangat sentral dalam konflik ini. Ketika kemunculannya dibatasi dan tidak banyak terlihat langsung di depan publik, sebagian pengguna media sosial mulai mengaitkannya dengan rumor bahwa ia telah tewas. .
Video Konferensi Pers Memicu Kecurigaan, Kantor PM Israel Tegas Membantah
Pada 12 Maret malam waktu Israel, Netanyahu akhirnya muncul dalam sebuah video jumpa pers. Kemunculan itu semula dipandang sebagai cara untuk meredam rumor tentang kondisinya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Video konferensi pers yang dibagikan melalui akun X resmi Netanyahu memicu gelombang spekulasi baru. Sejumlah warganet menilai ada kejanggalan dalam rekaman tersebut, terutama pada bagian tangan kanan Netanyahu yang pada satu momen terlihat seperti memiliki enam jari.
Dari detail visual itu, muncul dugaan bahwa video tersebut merupakan hasil olahan artificial intelligence atau AI. Ada juga yang menyoroti mimik wajah, susunan gigi, dan latar belakang video yang dianggap tidak wajar. Beberapa pengguna media sosial bahkan menyebut tonjolan di dekat jari kelingking Netanyahu sebagai “kesalahan jari AI klasik”.
Di tengah arus spekulasi yang makin liar, Kantor Perdana Menteri Israel akhirnya buka suara. Menanggapi pertanyaan koresponden Anadolu Agency mengenai klaim bahwa Netanyahu telah dibunuh, pihak kantor perdana menteri memberikan jawaban tegas. Mereka menyatakan bahwa kabar tersebut adalah berita palsu dan bahwa Netanyahu dalam keadaan baik.
Sempat Diisukan Kabur Ke Berlin Sebelum Muncul Rumor Kematiannya
Sebelum rumor kematiannya mencuat, beredar klaim yang menyebutkan bahwa Netanyahu diam-diam telah dibawa ke Jerman dan kini berlindung di sebuah bunker di Berlin.
Spekulasi tersebut mulai ramai setelah data pelacakan radar menunjukkan bahwa pesawat resmi pemerintah Israel, Wing of Zion, terlihat mendarat di Bandara Brandenburg, Berlin, pada Sabtu malam (7/3). Informasi ini kemudian memicu berbagai dugaan bahwa Netanyahu berada di dalam pesawat tersebut.
Sejumlah unggahan di media sosial bahkan menyebut bahwa pemimpin Israel berusia 76 tahun itu sedang bersembunyi di wilayah Jerman.
Rumor tersebut kemudian memicu reaksi publik di Jerman. Beberapa kelompok menggelar aksi protes dan menuntut pemerintah Jerman untuk mengambil tindakan apabila Netanyahu benar berada di negara tersebut. Mereka menilai keberadaan Netanyahu di Jerman dapat melanggar ketentuan dalam Statuta Roma, yang menjadi dasar hukum Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Namun demikian, pemerintah Jerman membantah rumor yang beredar. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman yang berbicara secara anonim menyatakan bahwa tidak ada bukti bahwa Netanyahu berada di pesawat Wing of Zion yang mendarat di Berlin. Disebutkan bahwa pesawat tersebut hanya singgah sementara atau sekadar parkir di bandara.
Hingga saat ini, lokasi pasti Netanyahu memang tidak selalu diumumkan secara terbuka. Hal tersebut dinilai berkaitan dengan faktor keamanan, mengingat ia disebut sebagai salah satu target utama Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.