Jadi Salah Satu Tanda akan Terjadinya Kiamat, Apa itu Sungai Eufrat Timur?
Sungai Eufrat Timur Adalah aliran sungai penting di Timur Tengah yang membentang melintasi Turki, Suriah, dan Irak. Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa mengeringnya Sungai Eufrat menjadi salah satu tanda akhir zaman.
Sungai Eufrat merupakan Sungai terpanjang di Asia Barat, dengan panjang sekitar 1.739 mil. Sungai ini terbentuk dari pertemuan dua anak sungai utama, yaitu Murat (Efrat Timur) yang bersumber dari Danau Van, serta Karasu (Efrat Barat) yang berasal dari pegunungan di utara Erzurum, Turki.
Apa itu Sungai Eufrat Timur?
Melansir Britannica.com, sungai Eufrat adalah salah satu sungai utama di kawasan Timur Tengah dan merupakan sungai terpanjang di Asia Barat Daya, dengan panjang sekitar 2.800 km. Sungai ini menjadi bagian penting dari sistem sungai Tigris–Efrat. Hulu sungai berada di Turki, lalu mengalir ke arah tenggara melewati Suriah hingga masuk ke Irak.
Dalam bahasa Turki, sungai ini dikenal sebagai Fırat Nehri, sementara dalam bahasa Arab disebut Nahr Al-Furāt. Sungai Eufrat terbentuk dari pertemuan Sungai Karasu dan Murat di wilayah dataran tinggi Armenia. Dari sana, alirannya melintasi Pegunungan Taurus menuju dataran tinggi Suriah, lalu mengalir melalui wilayah barat dan tengah Irak sebelum bertemu dengan Sungai Tigris.
Setelah bergabung dengan Sungai Tigris, aliran tersebut membentuk Shatt al-Arab yang bermuara di Teluk Persia. Sejak zaman kuno, lembah Sungai Eufrat telah dimanfaatkan untuk irigasi dan menjadi pusat berkembangnya peradaban besar, dengan banyak kota penting berdiri di sepanjang alirannya. Bersama Sungai Tigris, wilayah ini dikenal sebagai Mesopotamia, salah satu pusat peradaban tertua di dunia.
Benarkah Sungai Eufrat Mengering Jadi Tanda Kiamat?
Menurut Nihayatul 'Alam karya Muhammad al-‘Areifi yang diterjemahkan oleh Zulfi Askar, Imam Nawawi menukil hadits dari Riyadhus Shalihin yang menyebut bahwa keringnya Sungai Eufrat merupakan salah satu tanda kiamat. Dari Ubay bin Ka’ab RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Kiamat tidak akan terjadi sampai al-Furat (Sungai Eufrat) mengering sehingga muncul gunung emas. Manusia saling membunuh untuk merebutnya. Dari setiap seratus orang yang berusaha mengambilnya, sembilan puluh sembilan orang terbunuh. Setiap orang berharap menjadi yang selamat." (HR Muslim)
Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW juga bersabda:
"Hampir terbuka al-Furat dengan simpanan emas. Siapa yang mendatanginya jangan sekali-kali mengambilnya." (HR At-Tirmidzi)
Istilah "mengering akibat munculnya gunung emas" merujuk pada timbulnya gunung emas yang kemungkinan terjadi karena perubahan aliran Sungai Eufrat. Saat ini, gunung emas tersebut masih tertimbun tanah dan keberadaannya belum diketahui. Umat Islam dianjurkan untuk tidak mengambil apapun dari gunung tersebut agar terhindar dari malapetaka dan pertumpahan darah.
Dalam buku Al Jannah: Misteri Surga Terungkap di Akhir Zaman karya Brilly El Rasheed, dijelaskan bahwa Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menafsirkan mengeringnya Sungai Eufrat sebagai terbukanya dasar sungai karena surutnya air, yang disebabkan perubahan aliran sungai.
Selain itu, Abu Ubaidah dalam komentarnya terhadap kitab An Nihayah Fi Al Fitan wa Al Malahim oleh Ibnu Katsir menekankan bahwa gunung emas dalam hadits ini bisa bersifat kiasan. Gunung emas mungkin dimaksudkan sebagai minyak bumi, karena keduanya memiliki nilai manfaat yang signifikan bagi manusia.
Apa itu sungai Eufrat Timur? Secara umum, Sungai Eufrat merupakan salah satu sungai terpenting di kawasan Timur Tengah yang memiliki peran besar dalam sejarah dan perkembangan peradaban manusia. Dengan aliran yang melintasi beberapa negara serta menjadi bagian dari sistem Sungai Tigris–Efrat, sungai ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber air, tetapi juga pusat kehidupan sejak zaman kuno.