Kapan Terakhir Puasa Syawal 2026? Ini Jadwal dan Bacaan Niatnya

Pexels
Ilustrasi, Kapan Terakhir Puasa Syawal 2026
Penulis: Tifani
Editor: Safrezi
30/3/2026, 12.51 WIB

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan amalan puasa Syawal setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri 2026. Ibadah sunnah ini memiliki keutamaan luar biasa yakni, pahala setara berpuasa satu tahun penuh.

Melansir buku Panduan Praktis Ibadah Puasa karya Drs E Syamsuddin Ahmad Syahirul Alim Lc, puasa Syawal dilakukan sebagai penyempurna amalan puasa Ramadhan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِرًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal maka ia seakan puasa sepanjang tahun." (HR. Muslim, Abu Daud, dan At-Tirmidzi)

Menariknya, puasa Syawal dapat dilakukan selama bulan Syawal sebulan penuh. Lantas, kapan terakhir puasa Syawal 2026?

Kapan Terakhir Puasa Syawal 2026?

Kapan Terakhir Puasa Syawal 2026 (Pexels)

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal). Puasa ini dapat dilakukan kapan saja selama masih berada dalam bulan Syawal, baik secara berturut-turut maupun terpisah, meskipun yang lebih utama adalah dikerjakan secara berurutan sejak awal bulan.

Karena puasa Syawal hanya bisa dilakukan di bulan Syawal, maka ada batas waktu pelaksanaannya, yaitu sampai akhir bulan Syawal sebelum masuk bulan Zulkaidah. Lantas kapan batas akhir puasa Syawal 2026?

Batas akhir puasa Syawal adalah sampai akhir bulan Syawal atau sebelum bulan Zulkaidah. Puasa sunah selama enam hari ini boleh dilakukan kapan saja selama bulan Syawal, baik di awal, tengah, maupun akhir bulan, meskipun sunnahnya dilakukan secara berurutan setelah Idulfitri atau mulai 2 Syawal.

Pada tahun 2026, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, sedangkan Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal pada 20 Maret 2026. Artinya, puasa Syawal bisa mulai dilakukan pada 2 Syawal, yakni 22 Maret 2026 versi pemerintah atau 21 Maret 2026 versi Muhammadiyah.

Dengan perhitungan 30 hari bulan Syawal, maka batas akhir puasa Syawal diperkirakan sekitar 17 atau 18 April 2026, sebelum masuk bulan Zulkaidah.

Niat Puasa Syawal 2026

Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), waktu pelaksanaan puasa sunnah Syawal sebaiknya dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri, yakni pada tanggal 2 hingga 7 Syawal. Jika dikonversi ke kalender Masehi, mengikuti penetapan pemerintah, puasa ini dapat dilaksanakan mulai Minggu, 22 Maret 2026 hingga Jumat, 27 Maret 2026.

Namun, puasa Syawal tetap boleh dilakukan di luar tanggal tersebut. Adapun niat puasa Syawal selama enam hari yang dilaksanakan secara berurutan dibaca pada malam hari.

Berikut bacaan niat puasa Syawal 6 hari berurutan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi ta'ala.

Artinya, "Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Syawal Tidak Berurutan

Selain dilakukan secara berurutan, puasa Syawal juga dapat dikerjakan secara terpisah. Jika belum sempat menjalankannya di awal bulan, puasa tetap boleh dilakukan secara tidak berurutan hingga akhir bulan Syawal.

Apabila dilakukan secara terpisah, maka niat puasa dibaca setiap hari. Niat puasa Syawal ini dapat dibaca pada malam hari maupun siang hari.

Waktu membaca niat pada siang hari diperbolehkan, dengan catatan dari subuh di hari itu belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.

Adapun niat puasanya yakni:

Bacaan niat puasa Syawal (dibaca pada malam hari):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."

Bacaan niat puasa Syawal (dibaca pada siang hari):

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adaa'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah SWT."

Hukum Puasa Syawal dan Qadha

Terkait puasa Syawal dan puasa qadha Ramadan, para ulama memiliki beberapa pendapat.

Pendapat pertama menyatakan puasa qadha Ramadan harus didahulukan, karena qadha bersifat wajib sedangkan puasa Syawal sunnah. Oleh karena itu, sebaiknya seseorang melunasi utang puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal.

Pendapat kedua menyatakan puasa Syawal boleh dilakukan terlebih dahulu, kemudian qadha Ramadan, selama masih ada waktu untuk mengganti puasa sebelum Ramadan berikutnya. Pendapat ini memberi kelonggaran bagi umat Islam yang ingin tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal.

Pendapat ketiga menyebutkan bahwa puasa Syawal dan qadha Ramadan boleh digabungkan dalam satu niat menurut sebagian ulama, namun sebagian ulama lain tidak membolehkannya karena masing-masing memiliki tujuan ibadah yang berbeda. Karena itu, banyak ulama menyarankan untuk memisahkan keduanya agar lebih sempurna.

Itulah ulasan singkat mengenai batas kapan terakhir puasa Syawal 2026.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.