Pemerintah Memutuskan Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia Tidak Naik
Harga bahan bakar minyak di Indonesia tidak naik? Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik untuk BBM bersubsidi maupun non-subsidi. Kebijakan ini berlaku tidak hanya di SPBU milik PT Pertamina (Persero), tetapi juga di SPBU milik perusahaan swasta.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah bersama Pertamina dan pihak swasta masih membahas kemungkinan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Ia menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap tidak mengalami perubahan dan masih mengikuti tarif yang berlaku saat ini. Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, belum ada keputusan terkait penyesuaian harga sehingga masih tetap sama.
"Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ucapnya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).
Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia Tidak Naik
Hingga 16 April 2026, harga bahan bakar minyak di Indonesia tidak naik, terpantau masih sama seperti bulan sebelumnya. Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax (RON 92) masih berada di harga Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Pertamax Green (RON 95) Rp12.900 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite dan Solar subsidi juga belum berubah sejak 3 September 2022, masing-masing tetap di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Sementara itu, harga BBM di SPBU swasta seperti BP-AKR dan Vivo juga tidak mengalami perubahan per 1 April 2026.
Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia Tidak Naik, Ini Daftar Harga BBM di Beberapa Wilayah Indonesia
Harga BBM SPBU PT Pertamina (Persero) (DKI Jakarta) menjadi salah satu acuan bagi masyarakat dalam memantau perubahan biaya energi di Indonesia. Penyesuaian harga ini biasanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan pemerintah. Berikut harga bahan bakar minyak di beberapa wilayah Indonesia per 17 April 2026:
Harga BBM SPBU PT Pertamina (Persero) (DKI Jakarta):
• Pertalite: Rp10.000 per liter
• Solar subsidi: Rp6.800 per liter
• Pertamax: Rp12.300 per liter
• Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
• Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
• Dexlite: Rp14.200 per liter
• Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Harga BBM SPBU Shell Indonesia (sebagian besar stok kosong):
• Shell Super: Rp12.390 per liter
• Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
Harga BBM SPBU Vivo Energy Indonesia:
• Revvo 92: Rp12.390 per liter
• Revvo 95: Rp12.930 per liter
• Diesel Primus: Rp14.610 per liter
Harga BBM SPBU BP-AKR (Jabodetabek, sejak 3 Maret 2026):
• BP Ultimate: Rp12.930 per liter
• BP 92: Rp12.390 per liter
• BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
Harga bahan bakar minyak di Indonesia tidak naik. Perubahan harga BBM tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga berdampak pada harga kebutuhan pokok dan biaya distribusi barang.