13 Perjalanan Kereta Batal Hari Ini Usai kecelakaan KRL di Bekasi
Insiden kecelakaan KRL di Bekasi yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan dampak besar terhadap operasional kereta api nasional. Peristiwa tabrakan antara kereta rel listrik (commuter line) dengan kereta jarak jauh tersebut menyebabkan gangguan serius pada jalur utama.
Dampak kecelakaan KRL di Bekasi langsung dirasakan oleh penumpang KRL maupun kereta jarak jauh yang melintasi jalur tersebut. Pada Senin dan Selasa, 27-28 April 2026, operator kereta api memutuskan untuk membatalkan sejumlah perjalanan untuk mendukung proses evakuasi, pemeriksaan rel, serta pemulihan sistem operasional
Daftar 13 Perjalanan Kereta Batal Hari
Jalur rel di kawasan Bekasi merupakan salah satu lintasan tersibuk dalam jaringan perkeretaapian. Ketika terjadi gangguan pada satu titik, dampaknya dapat merambat ke berbagai rute perjalanan.
Usai kasus kecelakaan KRL di Bekasi, jalur yang terdampak tidak dapat langsung digunakan karena harus melalui proses evakuasi rangkaian kereta dan pemeriksaan keselamatan. Akibatnya, perjalanan kereta jarak jauh dari dan menuju Stasiun Gambir serta Pasarsenen dihentikan sementara pada 27-28 April 2026.
Berikut daftar 13 perjalanan kereta jarak jauh yang dibatalkan untuk tanggal 28 April 2026:
- KA 117B Gunungjati relasi Cirebon–Gambir
- KA 56F–53F Purwojaya relasi Cilacap–Gambir
- KA 58F–59F Purwojaya relasi Gambir–Cilacap
- KA 143B Madiun Jaya relasi Madiun–Pasarsenen
- KA 17 Argo Sindoro relasi Semarang Tawang–Gambir
- KA 75B Mataram relasi Solo Balapan–Pasarsenen
- KA 163 Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen
- KA 149 Singasari relasi Blitar–Pasarsenen
- KA 94–91 Jayabaya relasi Malang–Pasarsenen
- KA 61B Manahan relasi Solo Balapan–Gambir
- KA 257 Progo relasi Lempuyangan–Pasarsenen
- KA 29F Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir
- KA 175 Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasarsenen
Pembatalan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan penumpang serta kelancaran proses penanganan di lokasi kejadian.
Penanganan dan Evakuasi Pasca Insiden
Setelah kecelakaan KRL di Bekasi terjadi pada 27 April 2026, berbagai pihak langsung melakukan penanganan intensif. PT Kereta Api Indonesia bekerja sama dengan Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis untuk mengevakuasi korban dan mengamankan area.
Fokus utama penanganan adalah penyelamatan korban serta pemulihan jalur. Rangkaian kereta yang terdampak dievakuasi dari lintasan utama, sementara pemeriksaan rel dan sistem sinyal dilakukan untuk memastikan keamanan.
investigasi dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengidentifikasi penyebab kejadian. Sementara itu, PT KAI terus melakukan perbaikan jalur dan penyesuaian jadwal agar operasional kereta dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin.
Hingga Selasa, 28 April 2026, sebagian jalur dilaporkan sudah mulai dapat digunakan secara terbatas, meskipun proses pemulihan penuh masih berlangsung.
Kebijakan bagi Penumpang Terdampak
Sebagai respons terhadap pembatalan perjalanan pada 28 April 2026, operator memberikan kebijakan khusus bagi penumpang yang terdampak kecelakaan KRL di Bekasi.
Penumpang dapat mengajukan pengembalian dana tiket secara penuh tanpa potongan biaya. Proses pengembalian dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah tanggal keberangkatan. Selain itu, penumpang juga diberikan opsi untuk menjadwalkan ulang perjalanan sesuai dengan ketersediaan.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi dampak kerugian yang dialami penumpang akibat gangguan operasional.