Mengenal Argo Bromo Anggrek, Kereta yang Tabrakan dengan KRL Bekasi
Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL Commuter Line yang tengah berhenti di jalur pada Senin (27/4/26) sekitar pukul 20.52 WIB. Insiden ini menyebabkan gerbong terakhir KRL ringsek, 14 orang korban tewas dan 84 orang terluka.
Menurut laporan, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Sementara korban terbesar justru berasal dari KRL yang sedang berhenti akibat gangguan jalur, diduga dipicu insiden di perlintasan sebelumnya.
Kereta Api Argo Bromo Anggrek atau yang populer dengan sebutan Argo Anggrek dikenal sebagai primadona kereta api jarak jauh. Rangkaian ini menghubungkan Jakarta (Stasiun Gambir) dan Surabaya (Stasiun Pasar Turi).
Berikut sejarah dan profil Argo Bromo Anggrek yang terlibat kecelakaan dengan KRL.
Argo Bromo Anggrek Profil dan Sejarah Operasionalnya
Argo Bromo Anggrek merupakan simbol kemewahan dan kecepatan di jalur utara Pulau Jawa. Bahkan, kereta ini disebut sebagai "Raja Jalur Utara" karena kecepatannya dan fasilitasnya yang mewah.
Mengutip dari laman PT Inka, nama "Argo Bromo" diambil dari Gunung Bromo yang ikonik di Jawa Timur. Sementara itu, nama "Anggrek" diambil dari bunga Anggrek yang melambangkan keindahan dan keanggunan.
Sejak awal kemunculannya, kereta ini memang diposisikan sebagai layanan kelas eksekutif tertinggi. Bahkan, kereta ini identik dengan desain eksterior yang elegan dan waktu tempuh yang sangat kompetitif dibandingkan transportasi darat lainnya.
Dalam hierarki perkeretaapian nasional, KA Argo Bromo Anggrek menempati kasta tertinggi sebagai kereta kelas satu. Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan nomor perjalanan 1 hingga 4 dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).
Kereta api Argo Bromo Anggrek menempuh jarak sejauh 720 km hanya dalam waktu sekitar 8 jam 10 menit. Kereta ini Argo Anggrek memegang rekor sebagai kereta api tercepat di rute Jakarta-Surabaya.
KAI menyediakan dua jadwal keberangkatan setiap harinya, yakni perjalanan pagi dan malam untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang. Lantas seperti apa sejarah operasional kereta Argo Bromo Anggrek?
KA Argo Bromo Anggrek pertama kali diresmikan pada 24 September 1997. Jejaknya tercatat saat Presiden Soeharto meresmikan JS950 Argo Bromo bertepatan dengan Hari Teknologi Nasional pada 31 Juli 1995.
Nama "JS950" memiliki filosofi mendalam yakni Jakarta-Surabaya dalam 9 jam. Kemudian kereta ini diluncurkan pada peringatan 50 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Evolusi berlanjut pada 24 September 1997 dengan peluncuran varian "Anggrek". Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan teknologi bogie K9 (CL243 bolsterless) hasil kolaborasi dengan Alstom.
Teknologi suspensi udara ini memungkinkan kereta melaju stabil hingga kecepatan 120 km/jam dengan guncangan yang sangat minim. Fitur ini memberikan kenyamanan maksimal bagi penumpang jarak jauh.
Argo Anggrek menawarkan dua pilihan kelas mewah dengan fasilitas penunjang yang lengkap. Kelas Eksekutif memiliki kapasitas 50 tempat duduk dengan konfigurasi 2-2.
Setiap kursi dilengkapi fitur reclining (rebah) dan rotary (putar), sandaran kaki, stop kontak, audio jack 3.5 mm, lampu baca, meja lipat, serta bantal dan selimut. Sementara Kelas Luxury menawarkan privasi ekstra dengan hanya 18 kursi berkonfigurasi 1-1.
Keunggulan utamanya adalah kursi yang dapat direbahkan hingga 180 derajat (menjadi tempat tidur). Fasilitas pendukung lainnya serupa dengan kelas eksekutif namun dengan layanan yang lebih personal.
Sebagai penghubung kawasan ekonomi aktif di Pulau Jawa, kereta ini memiliki tingkat keterisian penumpang yang tinggi sepanjang tahun. Jalur ini menawarkan pemandangan pesisir pantai utara yang memanjakan mata, terutama saat melintasi wilayah Semarang hingga Pekalongan.
Jalur utara yang dilewati mencakup beberapa kota besar sebagai titik pemberhentian, antara lain:
- Stasiun Gambir (Jakarta)
- Stasiun Cirebon
- Stasiun Tegal
- Stasiun Pekalongan
- Stasiun Semarang Tawang
- Stasiun Bojonegoro
- Stasiun Surabaya Pasar Turi.
Waktu tempuhnya pun kini semakin singkat, yakni hanya sekitar 8 jam perjalanan berkat peningkatan performa sarana dan prasarana oleh PT KAI. Argo Bromo Anggrek tidak perlu diragukan lagi.
Selain kelas Eksekutif, kereta ini juga sering membawa kereta kelas Luxury bagi kamu yang menginginkan privasi ekstra.
- Tempat Duduk : Kursi yang bisa direbahkan (reclining seat) dan diputar (revolving seat).
- Hiburan dan Port: Tersedia stop kontak di setiap kursi, meja lipat, dan lampu baca.
- Layanan Makan: Kamu bisa memesan makanan khas kereta api melalui gerbong restorasi atau aplikasi Access by KAI.
Harga tiket KA Argo Bromo Anggrek bersifat dinamis, tergantung pada hari keberangkatan serta sub-kelas yang dipilih. Kelas Eksekutif dibanderol mulai dari kisaran Rp500.000 hingga Rp800.000-an. Sementara Kelas Luxury biasanya dibanderol mulai dari Rp1.100.000 ke atas.
Itulah sejarah dan profil Argo Bromo Anggrek yang terlibat kecelakaan dengan KRL.