Saham Sawit Apa Saja? Ini Daftar Emiten Sawit di BEI dan Prospeknya Tahun 2026

unsplash.com
saham sawit apa saja
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
8/5/2026, 10.27 WIB

Saham sawit kembali menjadi bidikan investor pada 2026 seiring naiknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global. Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia memiliki banyak perusahaan perkebunan besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga sektor ini sering dianggap menarik untuk investasi jangka panjang maupun trading komoditas.

Kenaikan harga CPO global dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi meningkatnya permintaan minyak nabati dunia, kebutuhan biodiesel, hingga ketatnya pasokan akibat cuaca ekstrem di sejumlah negara produsen. Kondisi tersebut membuat saham emiten sawit ikut mengalami peningkatan minat dari investor domestik maupun asing.

Namun, saham sawit juga dikenal sebagai sektor yang sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas, kebijakan ekspor pemerintah, nilai tukar rupiah, hingga isu lingkungan global. Karena itu, investor perlu memahami karakter industri sawit sebelum membeli saham sektor ini.

Untuk memahami saham sawit apa saja, berikut ini adalah beberapa daftarnya yang harus dipahami oleh calon investor. 

Apa Itu Saham Sawit?

Saham sawit adalah saham perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan pengolahan produk turunannya.

Perusahaan sawit biasanya memiliki bisnis mulai dari pengelolaan lahan perkebunan, produksi tandan buah segar (TBS), pengolahan minyak sawit mentah atau CPO, hingga produksi minyak goreng, biodiesel, dan oleokimia.

Ketika investor membeli saham perusahaan sawit, investor tersebut memiliki bagian kepemilikan dalam perusahaan dan berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham maupun pembagian dividen.

Berbeda dengan sektor teknologi atau perbankan, pergerakan saham sawit sangat dipengaruhi harga komoditas global. Saat harga CPO naik, pendapatan dan laba perusahaan sawit biasanya ikut meningkat. Sebaliknya, ketika harga CPO turun, margin keuntungan perusahaan dapat tertekan.

Mengapa Saham Sawit Banyak Diminati Investor?

Saham sawit diminati karena industri kelapa sawit memiliki pasar global yang sangat besar.

  • Minyak sawit digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari minyak goreng, makanan olahan, kosmetik, sabun, hingga bahan bakar biodiesel. Tingginya konsumsi membuat sektor ini tetap memiliki permintaan jangka panjang.
  • Indonesia juga memiliki posisi strategis karena menjadi produsen dan eksportir CPO terbesar di dunia. Dengan luas lahan perkebunan yang besar dan produksi tinggi, perusahaan sawit nasional memiliki peluang pertumbuhan yang cukup kuat.
  • Selain itu, beberapa emiten sawit dikenal rutin membagikan dividen kepada pemegang saham, terutama ketika harga CPO sedang tinggi.

Sektor sawit juga sering dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi karena berbasis komoditas.

Siapa Saja Emiten Sawit yang Terdaftar di BEI?

Di Bursa Efek Indonesia terdapat sejumlah perusahaan sawit besar yang cukup populer di kalangan investor.

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

PT Astra Agro Lestari Tbk merupakan salah satu emiten sawit terbesar di Indonesia dan bagian dari Grup Astra. Perusahaan ini memiliki area perkebunan luas di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta fasilitas pengolahan CPO dan produk turunannya.

AALI dikenal sebagai emiten sawit dengan manajemen yang relatif stabil dan cukup rutin membagikan dividen kepada investor.

2. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

PT Dharma Satya Nusantara Tbk awalnya bergerak di industri kayu sebelum memperluas bisnis ke sektor sawit dan energi terbarukan. DSNG memiliki perkebunan sawit di Kalimantan Timur dan dikenal cukup aktif mengembangkan bisnis.

Diversifikasi usaha membuat perusahaan ini memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam dibanding beberapa emiten sawit lain.

3. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk atau Lonsum merupakan salah satu perusahaan perkebunan tertua di Indonesia yang berdiri sejak era kolonial. Perusahaan ini bergerak di bidang kelapa sawit dan karet dengan operasional utama di Sumatera dan Kalimantan.

LSIP dikenal fokus pada efisiensi operasional dan memiliki kinerja yang cukup stabil.

4. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)

PT Salim Ivomas Pratama Tbk merupakan bagian dari Grup Salim dan Indofood. 

Perusahaan ini memiliki bisnis sawit yang terintegrasi dari hulu hingga hilir mulai dari perkebunan, pengolahan CPO, hingga produk konsumen seperti minyak goreng dan margarin.

5. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)

PT Eagle High Plantations Tbk memiliki area perkebunan sawit di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Perusahaan ini bergerak di bidang produksi minyak sawit mentah dan pengolahan tandan buah segar dengan kapasitas produksi yang cukup besar.

6. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

PT Sampoerna Agro Tbk merupakan perusahaan sawit yang memiliki operasional perkebunan di Sumatera dan Kalimantan.

Selain produksi CPO, perusahaan ini juga memiliki bisnis benih unggul kelapa sawit yang menjadi salah satu kekuatan utamanya.

7. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan sawit dengan operasional utama di Kalimantan Tengah.

Perusahaan ini dikenal cukup agresif melakukan ekspansi bisnis dan peningkatan kapasitas produksi.

8. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk atau SMART merupakan salah satu perusahaan sawit terbesar di Indonesia.

Perusahaan ini bergerak di seluruh rantai bisnis sawit mulai dari perkebunan, pengolahan CPO, hingga produksi minyak goreng, biodiesel, dan oleokimia. SMART juga menjadi salah satu eksportir produk sawit terbesar nasional.

9. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

PT Triputra Agro Persada Tbk bergerak di bidang produksi minyak sawit mentah dan karet dengan area perkebunan di Kalimantan dan Sumatera.

Dalam beberapa tahun terakhir, TAPG mencatatkan pertumbuhan laba yang cukup kuat sehingga mulai menarik perhatian investor sektor komoditas.

10. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA)

PT Tunas Baru Lampung Tbk merupakan perusahaan agribisnis yang memproduksi minyak goreng sawit, gula, dan produk turunannya.

Perusahaan ini merupakan bagian dari Sungai Budi Group dan menjadi salah satu pemain besar di industri agribisnis Indonesia.

Kapan Saham Sawit Biasanya Mengalami Kenaikan?

Saham sawit biasanya mengalami kenaikan ketika harga CPO global meningkat. Kondisi ini umumnya terjadi saat permintaan minyak nabati dunia naik, pasokan terganggu akibat cuaca ekstrem, atau terjadi peningkatan kebutuhan biodiesel.

Kenaikan saham sawit juga sering terjadi ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat karena sebagian besar penjualan sawit dilakukan melalui ekspor.

Selain itu, sentimen positif terhadap kebijakan biodiesel pemerintah juga sering mendorong penguatan saham sektor sawit.

Faktor Apa yang Mempengaruhi Harga Saham Sawit?

Harga saham sawit dipengaruhi berbagai faktor global dan domestik:

  • Faktor utama adalah harga CPO dunia karena langsung mempengaruhi pendapatan perusahaan sawit.
  • Selain itu, kebijakan pemerintah seperti pajak ekspor, larangan ekspor sementara, dan program biodiesel juga sangat berpengaruh terhadap industri ini.
  • Kondisi cuaca turut mempengaruhi produktivitas perkebunan sawit. Musim kemarau panjang atau curah hujan ekstrem dapat menurunkan produksi tandan buah segar.
  • Nilai tukar rupiah juga penting karena transaksi ekspor sawit menggunakan dolar AS.
  • Di sisi lain, isu keberlanjutan lingkungan kini semakin menjadi perhatian investor global. Banyak lembaga investasi mulai memperhatikan praktik keberlanjutan dan tata kelola perusahaan sebelum membeli saham emiten sawit.

Bagaimana Prospek Saham Sawit Tahun 2026?

Prospek saham sawit pada 2026 masih dinilai cukup menarik karena kebutuhan minyak nabati dan biodiesel global diperkirakan tetap tinggi.

Selain digunakan untuk industri makanan, sawit kini semakin penting sebagai sumber energi alternatif sehingga permintaannya diprediksi terus meningkat.

Namun, sektor sawit memiliki karakter yang cenderung siklikal atau mengikuti siklus harga komoditas. Karena itu, volatilitas saham sawit relatif lebih tinggi dibanding beberapa sektor lain seperti consumer goods atau perbankan.

Banyak analis menilai investasi saham sawit lebih cocok dilakukan dengan pendekatan jangka panjang dan analisis fundamental dibanding trading jangka pendek.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.