9 Daftar WNI yang Ditangkap Israel saat Misi Global Sumud Flotilla
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ditangkag tentara zionis Israel. Setidaknya, ada 9 WNI yang ditangkap saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania menuju Gaza, Palestina.
Berdasarkan data GPCI pada Selasa (19/5), ada dua WNI di Kapal Kars-1 Sadabat yang turut ditahan pasukan Israel. Dua WNI tersebut ialah Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo.
Dengan demikian, seluruh WNI yang ikut dalam perjalanan misi kemanusiaan Sumud Flotilla 2026 disebut telah ditahan. Berikut daftar WNI yang Ditangkap Israel di tengah misi Global Sumud Flotilla 2.0.
Daftar WNI yang Ditangkap Israel
Jurnalis Republika Bambang Noroyono bersama dua warga Malaysia berstatus telah ditahan militer Israel. Di kapal Ozgurluk, ada tiga WNI yang diculik tentara Israel dalam perjalanan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Mereka di antaranya jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro. Satu WNI lainnya, Andi Angga juga telah diculik tentara Israel dalam pelayaran misi Global Sumud Flotilla ini.
Andi Angga, seorang aktivis kemanusiaan berangkat bersama rombongan lain di kapal Josef. Sementara itu, ada dua WNI yang kapalnya masih berlayar per Senin malam ini.
Keduanya ialah Asad Aras dan Hendro Prasetyo dengan kapal Kasri Sadabad. Di kapal lain, Zefiro, dua WNI juga masih berlayar di perairan Mediterania.
Mereka ialah Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu. Relawan yang juga aktivis kemanusiaan yang juga founder International Networking for Humanitarian, Muhammad Husein juga mengunggah kabar empat warga negara Indonesia (WNI).
Berikut daftar lengkap WNI yang ditangkap Israel di armada Global Sumud Flotilla:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Herman Budiyanto menceritakan suasana mencekam saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2026. Dia melihat bagaimana kapal perang Zionis Israel mengejar kapal-kapal relawan agar tidak mencapai Gaza, Palestina.
Herman menceritakan ini kepada wartawan via video conference, Senin (18/5/2026) tepat saat dirinya dan rekannya masih berlayar di Laut Mediterania. Dia mengatakan, sempat melihat sejumlah drone yang memantau rombongan semalam sebelum kabar intersep kapal-kapal relawan.
2. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
Ronggo Wirasanu berada dalam kapal yang sama dengan Herman Budianto Sudarsono. Sebelum ditangkap, ia sempat mengungkapkan kondisinya dalam Kapal Zefiro yang tengah berada di Laut Mediterania.
Ronggo mengaku ada tentara Israel yang mendekat pada Senin pagi. Ia mengatakan dirinya dan relawan lain selalu waspada terhadap kondisi yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Ronggo juga mengaku dirinya siap melakukan langkah-langkah tertentu jika diintersep tentara Israel. Ronggo mengungkap kapal yang ditumpanginya masih aman karena kapten kapal mencoba bermanuver menghindari kejaran kapal tentara Israel yang mendekat.
3. Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
Rumah Zakat mengonfirmasi jika salah satu relawannya bernama Andi Angga Prasadewa telah diculik oleh Israel. Saat ini Rumah Zakat terus melakukan koordinasi dan pemantauan perkembangan informasi bersama pihak terkait.
Melalui akun Instagramnya, Rumah Zakat mohon doa terbaik untuk keselamatan Andi Angga Prasadewa dan seluruh peserta misi kemanusiaan.
4. Asad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
Penangkapan Asad Aras Muhammad juga dikonfirmasi Spirit of Aqso melalui laman resminya. Asad diculik bersama Hendro Prasetyo GPCI – SMART 171 dan sekira 20 aktivis lainnya di Kapal Ksar-i Sadabad.
Kapal Kasr-i dibajak Israel sekitar 100 NM dari Jalur Gaza atau sekitar 14 jam perjalanan lagi.
5. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
Penangkapan Hendro Prasetyo oleh tentara Israel juga dikonfirmasi Spirit of Aqso. Hendro ditangkap bersama Asad dan 20 aktivis kemanusiaan lainnya.
6. Bambang Noroyono (Jurnalis REPUBLIKA) Kapal BoraLize
Jurnalis Republika lainnya bernama Bambang Noroyono juga menjadi salah satu tawanan Israel saat ini. Setelah intersepsi terjadi, Bambang Noroyono dilaporkan diculik atau ditahan oleh tentara Zionis Israel bersama sejumlah relawan dan peserta misi lainnya.
“Jurnalis Republika Bambang Noroyono yang menyertai kapal Boralize juga diculik tentara zionis. Sebelumnya, ia melaporkan kapal-kapal perang tak jauh dari yang ia naiki. Kapal-kapal itu terlihat hanya berjarak seratusan meter dari kapal yang ia naiki,” tulis akun @republikaonline.
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Jurnalis REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifanbillah juga ditangkap oleh tentara zionis Israel. Informasi mengenai penangkapan jurnalis foto Thoudy Badai oleh Israel tersebut pertama kali disampaikan oleh Command Center Global Sumud Nusantara di Malaysia yang memantau perjalanan armada bantuan kemanusiaan tersebut.
Tidak lama setelah laporan itu muncul, beredar sebuah video pernyataan dari Thoudy sebagai tanda bahwa dirinya memang telah berada dalam penguasaan militer Israel.
“Jurnalis foto Republika, Thoudy Badai, terkonfirmasi diculik tentara Zionis Israel.” tulis akun @republikaonline.
8. Andre Prasetyo Nugroho - (Jurnalis Tempo) Kapal Ozgurluk
Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho juga dilaporkan diculik oleh zionis Israel.
“Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho ikut dalam misi Global Sumud Flotilla ini. Andre berada di kapal Ozgurluk bersama dua jurnalis lain, yang terkonfirmasi telah mengalami intersept atau pencegatan oleh militer Israel,” tulis akun @tvtempochannel.
9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan Jurnalis iNews) Kapal Ozgurluk.
Rahendro Herubowo, anggota Tim Media GPCI sekaligus jurnalis iNews, turut berada di Kapal Ozgurluk dalam misi kemanusiaan. Ia dilaporkan ikut ditangkap oleh Israel bersama Andre Prasetyo.