Berapa Batas Aman Makan Telur dalam Seminggu Supaya Tidak Kolesterol?

pexels.com
Berapa batas aman makan telur dalam seminggu
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
2/6/2026, 18.30 WIB

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat karena mudah diperoleh, harganya relatif terjangkau, dan mengandung berbagai nutrisi penting. Namun, kandungan kolesterol pada kuning telur kerap memunculkan kekhawatiran mengenai risiko penyakit jantung dan peningkatan kadar kolesterol darah. Kondisi tersebut membuat banyak orang bertanya mengenai batas aman makan telur dalam seminggu agar manfaat nutrisinya tetap diperoleh tanpa mengganggu kesehatan.

Perdebatan mengenai konsumsi telur sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pada masa lalu, telur sering dianggap sebagai makanan yang perlu dibatasi karena kandungan kolesterolnya cukup tinggi. Namun, berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara telur dan kolesterol darah tidak sesederhana yang dipahami sebelumnya. Para ahli kini menilai bahwa pola makan secara keseluruhan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan individu memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kesehatan jantung dibandingkan konsumsi telur semata.

Lalu, berapa batas aman makan telur dalam seminggu menurut rekomendasi terbaru para ahli?

Mengapa Telur Sering Dikaitkan dengan Kolesterol?

Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi Setelah Lebaran (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) (Katadata/Fauza Syahputra)

 

Pembahasan mengenai batas aman makan telur tidak dapat dilepaskan dari kandungan kolesterol yang terdapat pada kuning telur. Menurut Zakiah Wulandari, ahli dari Fakultas Peternakan IPB University, satu butir telur rata-rata mengandung sekitar 186 miligram kolesterol. Jumlah tersebut tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan rekomendasi asupan kolesterol harian yang umumnya berada pada kisaran 100 hingga 300 miligram per hari.

Meski demikian, perkembangan ilmu gizi menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kolesterol darah. Lauren Manaker, ahli gizi yang sering menulis di website Martha Stewart, menjelaskan bahwa faktor yang lebih berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah adalah konsumsi lemak jenuh secara keseluruhan. Dengan kata lain, sumber makanan seperti daging olahan, makanan cepat saji, dan produk tinggi lemak jenuh seringkali memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan telur.

Berapa Batas Aman Makan Telur dalam Seminggu?

Sejumlah organisasi kesehatan internasional dan penelitian terbaru menyebutkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah moderat masih aman bagi kebanyakan orang sehat.

American Heart Association merekomendasikan konsumsi sekitar tujuh butir telur per minggu sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung. Dengan kata lain, satu butir telur per hari masih berada dalam kategori aman bagi orang dewasa yang tidak memiliki gangguan kesehatan tertentu.

Beberapa penelitian yang dirangkum dalam berbagai publikasi kesehatan bahkan menemukan bahwa konsumsi hingga dua butir telur per hari atau sekitar 14 butir per minggu tidak meningkatkan risiko penyakit jantung pada individu sehat, terutama jika diimbangi dengan pola makan rendah lemak jenuh.

Sebuah studi yang dikutip Healthline pada 2025 menemukan bahwa konsumsi dua butir telur setiap hari dapat membantu memperbaiki profil kolesterol, termasuk menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, selama pola makan secara keseluruhan tetap sehat dan seimbang.

Meski demikian, angka tersebut bukan berarti semua orang dapat mengkonsumsi telur dalam jumlah yang sama. Kondisi kesehatan masing-masing individu tetap menjadi faktor utama dalam menentukan jumlah konsumsi yang aman.

Batas Konsumsi Telur bagi Orang dengan Kondisi Kesehatan Tertentu

Meskipun telur aman bagi sebagian besar orang sehat, beberapa kelompok memerlukan perhatian khusus terkait konsumsi telur. Menurut Pakar dari IPB Zakiah Wulandari, penderita diabetes dan tekanan darah tinggi sebaiknya membatasi konsumsi telur utuh maksimal dua butir per minggu. Pembatasan ini bertujuan mengontrol asupan kolesterol harian sekaligus mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.

Kelompok lain yang perlu berhati-hati adalah penderita hiperkolesterolemia familial, yaitu gangguan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol LDL sangat tinggi. Pada kondisi ini, pengaturan pola makan harus dilakukan secara lebih ketat dan biasanya memerlukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Meski demikian, putih telur tetap dapat menjadi pilihan karena mengandung protein berkualitas tinggi tanpa kolesterol. Oleh sebab itu, beberapa ahli menyarankan konsumsi putih telur sebagai alternatif bagi individu yang perlu membatasi kuning telur.

Kapan Konsumsi Telur Dianggap Berlebihan?

Selain memahami batas aman makan telur, penting pula mengetahui kapan konsumsi telur mulai dianggap berlebihan.

Pada umumnya, konsumsi lebih dari 14 butir telur per minggu dapat dikategorikan berlebihan bagi sebagian besar orang, terutama jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat. Namun, batas tersebut dapat berbeda pada setiap individu tergantung kondisi kesehatan, aktivitas fisik, dan kebutuhan nutrisi harian.

Risiko kesehatan juga meningkat apabila telur dikonsumsi bersama makanan tinggi lemak jenuh seperti sosis, daging olahan, mentega, atau keju tinggi lemak. Dalam situasi tersebut, sumber lemak jenuh dari makanan pendamping justru menjadi faktor yang lebih berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dibandingkan telur itu sendiri.

Karena itu, penilaian mengenai konsumsi telur tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan harus melihat pola makan secara keseluruhan.

Cara Mengkonsumsi Telur agar Tetap Sehat

Selain jumlah konsumsi, metode memasak juga berpengaruh terhadap manfaat kesehatan yang diperoleh. Para ahli umumnya merekomendasikan telur rebus, telur kukus, atau poached egg karena metode tersebut tidak memerlukan tambahan lemak dalam proses pengolahannya. Telur dadar yang dimasak menggunakan sedikit minyak zaitun juga dapat menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan menggoreng dengan banyak minyak atau mentega.

Telur sebaiknya dikombinasikan dengan makanan kaya serat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Kehadiran serat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus mendukung pengendalian kadar kolesterol darah. Pola makan yang bervariasi juga penting agar tubuh memperoleh berbagai jenis nutrisi yang tidak hanya berasal dari telur.

Batas Aman Makan Telur bagi Lansia

Pembahasan mengenai batas aman makan telur juga menarik jika dikaitkan dengan kebutuhan nutrisi lansia. Pada kelompok usia lanjut yang memiliki kadar kolesterol normal, konsumsi hingga dua butir telur per hari atau sekitar 14 butir per minggu masih dianggap aman.

Telur menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang membantu mempertahankan massa otot seiring bertambahnya usia. Selain itu, kandungan vitamin B12 dalam telur berperan penting dalam menjaga fungsi saraf dan membantu pembentukan sel darah merah. Karena mudah diolah dan memiliki nilai gizi tinggi, telur sering direkomendasikan sebagai salah satu sumber protein yang praktis bagi lansia.

Pertanyaan mengenai batas aman makan telur tidak memiliki jawaban yang sama untuk setiap orang. Bagi individu sehat, konsumsi sekitar satu butir telur per hari atau tujuh butir per minggu masih dianggap aman dan tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan.

Pada kondisi tertentu, konsumsi hingga 14 butir telur per minggu juga dapat ditoleransi, terutama apabila diimbangi pola makan rendah lemak jenuh dan gaya hidup sehat. Namun, penderita diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, serta hiperkolesterolemia perlu lebih berhati-hati dan menyesuaikan konsumsi telur dengan rekomendasi tenaga kesehatan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.