Sinopsis House of The Dragon Season 3 Lengkap dengan Daftar Pemainnya

HBO/SKY
Sinopsis House of The Dragon Season 3
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
23/6/2026, 09.42 WIB
Sinopsis House of the Dragon Season 3, serial drama fantasi asal Amerika Serikat ini mengadaptasi sejumlah peristiwa penting dari novel Fire & Blood, karya prekuel dalam semesta A Song of Ice and Fire yang ditulis oleh George R. R. Martin.
 
Musim ini dipimpin oleh Ryan Condal yang kembali menjabat sebagai produser eksekutif sekaligus showrunner. Deretan pemeran utama yang tampil antara lain Matt Smith, Emma D'Arcy, dan Rhys Ifans, bersama sejumlah aktor dan aktris lainnya.
 
Untuk penulisan skenario, Ryan Condal bekerja sama dengan Sara Hess, David Hancock, Philippa Goslett, Shyam Popat, Zenzele Price, dan Ti Mikkel. Sementara itu, sutradara diisi oleh Loni Peristere, Clare Kilner, Nina Lopez-Corrado, serta Andrij Parekh yang mengarahkan berbagai episode sepanjang musim ketiga.
 

Sinopsis House of The Dragon Season 3

Sinopsis House of The Dragon Season 3 (CNA.id)
 
Sinopsis House of The Dragon Season 3 kembali mengobarkan konflik besar dalam perang saudara Targaryen yang dikenal sebagai Dance of the Dragons. Pertarungan sengit terjadi antara pihak Hitam yang dipimpin Rhaenyra Targaryen dan pihak Hijau yang mendukung Aegon II.
 
Berkat bantuan pasukan Winter Wolves serta para dragonseeds, posisi Rhaenyra semakin kuat untuk merebut King's Landing. Namun, upaya damai yang sempat dirancang gagal total setelah Larys Strong diam-diam melarikan Aegon yang tengah terluka, sehingga ibu kota terjerumus ke dalam ketidakstabilan.
 
Sejumlah pertempuran besar kemudian mewarnai perjalanan musim ini, termasuk perang laut dahsyat Battle of the Gullet, tragedi berdarah The Butcher’s Ball, hingga kekacauan yang terjadi dalam Battles of Tumbleton. Dipenuhi intrik politik, strategi perang, dan berbagai pengkhianatan, musim ketiga menjadi salah satu fase paling kelam yang akan menentukan masa depan Westeros.
 

Jadwal House of The Dragon Season 3 Tayang di Indonesia

 
House of the Dragon Season 3 pertama kali ditayangkan di Amerika Serikat pada Minggu, 21 Juni 2026. Sementara itu, penonton di Indonesia dapat mulai menyaksikan serial ini sehari kemudian, yaitu pada Senin, 22 Juni 2026.
 
Musim ketiga menghadirkan total delapan episode yang akan dirilis secara bertahap setiap pekan, sehingga penggemar dapat mengikuti perkembangan cerita dari minggu ke minggu.
 

Daftar Pemain House of the Dragon Season 3

 
• Matt Smith sebagai Daemon Targaryen.
• Emma D’Arcy sebagai Rhaenyra Targaryen.
• Olivia Cooke sebagai Alicent Hightower.
• James Norton sebagai Ormund Hightower.
• Steve Toussaint sebagai Corlys Velaryon.
• Fabien Frankel sebagai Criston Cole.
• Matthew Needham sebagai Larys Strong.
• Sonoya Mizuno sebagai Mysaria.
• Tom Glynn-Carney sebagai Aegon II Targaryen.
• Ewan Mitchell sebagai Aemond Targaryen.
• Harry Collett sebagai Jacaerys "Jace" Velaryon.
• Phia Saban sebagai Helaena Targaryen.
• Bethany Antonia sebagai Baela Targaryen.
• Jefferson Hall berperan ganda sebagai Jason Lannister dan Tyland Lannister.
• Abubakar Salim sebagai Alyn of Hull.
• Clinton Liberty sebagai Addam of Hull.
• Phoebe Campbell berperan sebagai Rhaena Targaryen.
• Kurt Egyiawan tampil sebagai Orwyle.
• Freddie Fox sebagai Gwayne Hightower.
• Gayle Rankin berperan sebagai Alys Rivers.
• Kieran Bew tampil sebagai Hugh Hammer.
• Tom Bennett sebagai Ulf White.
• Joplin Sibtain sebagai Jon Roxton.
• Rhys Ifans sebagai Otto Hightower.
• Ellora Torchia memerankan karakter Kat.
 

Sinopsis House of The Dragon Season 1

 
Sebelum menyaksikan kelanjutannya, tidak ada salahnya untuk mengingat kembali alur cerita musim pertama. Rekap House of the Dragon Season 1 dapat membantu menyegarkan ingatan mengenai berbagai peristiwa penting yang menjadi dasar konflik pada musim kedua. Berikut sinopsis House of The Dragon Season 1:
 

1. Rhaenyra Dinobatkan Menjadi Ratu Westeros

 
Kisah House of the Dragon dimulai ketika Raja Viserys Targaryen dipilih sebagai penguasa Seven Kingdoms oleh Raja Jaehaerys Targaryen. Keputusan tersebut diambil karena Jaehaerys tidak memiliki pewaris laki-laki yang jelas.
 
Situasi serupa dialami Viserys. Dari pernikahannya, ia hanya memiliki seorang putri, yaitu Rhaenyra Targaryen. Demi menjaga garis keturunan Targaryen tetap berkuasa, Viserys menetapkan Rhaenyra sebagai pewaris takhta. Keputusan ini memicu perdebatan besar karena untuk pertama kalinya Westeros berpotensi dipimpin oleh seorang ratu.
 

2. Raja Viserys Menjalin Hubungan dengan Alicent

 
Otto Hightower melihat peluang besar ketika Raja Viserys belum memiliki putra sebagai pewaris. Ia pun mendorong putrinya, Alicent Hightower, untuk mendekati sang raja hingga keduanya menjalin hubungan yang semakin dekat.
 
Pada akhirnya Viserys mengumumkan niatnya untuk menikahi Alicent. Pernikahan tersebut menjadi awal dari konflik besar yang kelak memecah keluarga Targaryen. Dari hubungan itu lahir beberapa anak, yaitu Aegon, Aemond, Helaena, dan Daeron Targaryen, yang kemudian memainkan peran penting dalam perebutan kekuasaan.
 

3. Hubungan Spesial Rhaenyra dengan Criston Cole

 
Sejak muda, Rhaenyra memiliki kedekatan dengan Ser Criston Cole. Namun hubungan tersebut tidak mendapat restu sehingga Rhaenyra akhirnya menikah dengan Laenor Velaryon, anggota House Velaryon yang juga memiliki darah Targaryen.
 
Meski telah menikah, keduanya tetap menjalani kehidupan masing-masing. Rhaenyra masih memiliki hubungan dengan Criston Cole, sementara Laenor tetap bersama pasangannya. Akibatnya, tiga anak Rhaenyra memiliki ciri fisik yang berbeda dari keturunan Targaryen dan Velaryon pada umumnya. Rambut hitam mereka memicu spekulasi bahwa ayah biologis mereka bukanlah Laenor, melainkan Criston Cole.
 

4. Anak-anak Rhaenyra dan Alicent Mulai Berseteru

 
Konflik antara kubu Rhaenyra dan Alicent pada awalnya hanya berupa ketegangan politik. Namun perlahan perseteruan itu berkembang menjadi permusuhan yang lebih serius.
 
Salah satu peristiwa penting terjadi ketika Lucerys Velaryon menyerang Aemond Targaryen setelah terlibat pertengkaran. Dalam insiden tersebut, mata Aemond terluka parah hingga membuatnya kehilangan penglihatan pada salah satu mata. Kejadian itu memperdalam kebencian Alicent terhadap Rhaenyra dan memperlebar jurang pemisah di antara kedua keluarga.
 

5. Rhaenyra Menikah dengan Daemon

 
Keputusan besar lainnya yang diambil Rhaenyra adalah membangun aliansi dengan pamannya sendiri, Daemon Targaryen. Hubungan politik tersebut kemudian diperkuat melalui pernikahan.
 
Untuk mewujudkannya, Rhaenyra dan Daemon menyusun rencana yang membuat Laenor Velaryon seolah-olah telah meninggal dunia, padahal ia melarikan diri bersama pasangannya. Setelah itu, Rhaenyra menikahi Daemon. Langkah tersebut memperkuat posisinya karena Daemon dikenal sebagai pejuang ulung, penunggang naga yang disegani, dan tokoh berpengaruh di Westeros.
 

6. Aegon Dinobatkan sebagai Penguasa Westeros

 
Menjelang akhir hayatnya, Raja Viserys mengucapkan kata-kata yang kemudian disalahartikan oleh Alicent. Ia meyakini bahwa Viserys menghendaki putranya, Aegon, untuk menjadi penerus takhta.
 
Keyakinan tersebut mendorong terbentuknya konsolidasi politik yang mendukung Aegon sebagai raja baru. Akibatnya, Aegon II Targaryen resmi dinobatkan sebagai penguasa Westeros, sementara Rhaenyra yang sebenarnya telah ditunjuk sebagai pewaris harus meninggalkan King's Landing.
 
Dalam situasi itu, Rhaenys Targaryen memilih mendukung Rhaenyra. Sejak saat itulah konflik terbagi menjadi dua kubu besar, yaitu Kubu Hitam yang berpihak kepada  Rhaenyra dan Kubu Hijau yang mendukung Alicent dan Aegon.
 

7. Lucerys Dimakan Naga

 
Musim pertama ditutup dengan peristiwa tragis yang menjadi pemicu perang besar. Rhaenyra mengutus putranya, Lucerys Velaryon, ke Storm's End untuk mencari dukungan politik.
 
Namun di sana ia bertemu dengan Aemond Targaryen, yang masih menyimpan dendam atas luka yang dideritanya di masa lalu. Aemond berusaha mengintimidasi Lucerys menggunakan naganya. Situasi kemudian lepas kendali ketika naga yang ditungganginya menyerang dan memangsa Lucerys.
 
Kematian Lucerys menjadi titik balik yang menandai pecahnya perang terbuka antara kubu Rhaenyra dan kubu Alicent, sekaligus membuka babak baru konflik berdarah dalam keluarga Targaryen.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.