Daftar Negara dengan Kebakaran Lahan Terluas 2026, Indonesia Peringkat 39 Dunia
Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan lingkungan global sepanjang 2026. Hingga 1 Agustus 2026, luas area yang terbakar di seluruh dunia mencapai sekitar 112,3 juta hektare berdasarkan data Global Wildfire Information System (GWIS) melalui Our World in Data.
Dari jumlah tersebut, negara-negara di Afrika mendominasi daftar dengan area terbakar terbesar. Republik Demokratik Kongo menempati posisi pertama dengan lebih dari 13,6 juta hektare lahan terbakar. Sementara itu, Indonesia berada di luar 15 besar dan menempati peringkat ke-39 dunia dengan area terbakar sekitar 488.365 hektare.
15 Negara dengan Kebakaran Lahan Terluas 2026
Data hingga 1 Agustus 2026 menunjukkan sebagian besar negara dengan area terbakar terbesar berada di Afrika. Berikut daftarnya:
Republik Demokratik Kongo – 13.611.126 hektare
Australia – 11.801.650 hektare
Angola – 7.473.034 hektare
Sudan Selatan – 6.955.022 hektare
Republik Afrika Tengah – 6.017.881 hektare
Myanmar – 4.325.702 hektare
India – 4.029.704 hektare
Rusia – 3.335.029 hektare
Guinea – 3.250.992 hektare
Zambia – 3.213.687 hektare
Venezuela – 2.977.466 hektare
Nigeria – 2.807.200 hektare
Thailand – 2.669.550 hektare
Laos – 2.641.321 hektare
Amerika Serikat – 2.371.207 hektare
Republik Demokratik Kongo menjadi negara dengan area kebakaran lahan terluas pada 2026 hingga awal Agustus. Luas area terbakar di negara tersebut mencapai sekitar 13,61 juta hektare atau 12,1 persen dari total area terbakar dunia.
Australia menyusul di peringkat kedua dengan 11,8 juta hektare. Sementara itu, Angola, Sudan Selatan, dan Republik Afrika Tengah masing-masing mencatat area terbakar lebih dari 6 juta hektare.
Jika tiga negara teratas digabungkan, area terbakar di Republik Demokratik Kongo, Australia, dan Angola mencapai sekitar 32,9 juta hektare. Jumlah tersebut setara dengan hampir sepertiga dari total area terbakar secara global hingga 1 Agustus 2026.
Afrika Mendominasi Kebakaran Lahan Dunia
Besarnya angka kebakaran di sejumlah negara Afrika menjadi salah satu faktor utama tingginya total area terbakar dunia pada 2026. Dari 15 negara dengan area terbakar terbesar, terdapat tujuh negara yang berada di benua Afrika.
Secara keseluruhan, Afrika menyumbang sekitar 55 persen dari total area terbakar dunia hingga 1 Agustus 2026. Di kawasan Afrika sub-Sahara, pembakaran lahan juga telah lama digunakan untuk membuka lahan, mengelola padang penggembalaan, dan mempersiapkan lahan pertanian.
Kondisi tersebut membuat luas area terbakar tidak selalu dapat diartikan sebagai luas hutan yang mengalami kebakaran liar. Data GWIS juga mencakup pembakaran lahan pertanian, pembakaran yang direncanakan, serta kebakaran lanskap lainnya. Karena itu, angka tersebut perlu dibaca sebagai area yang terbakar, bukan semata-mata luas hutan yang terbakar akibat bencana.
Indonesia Peringkat 39 dengan 488.365 Hektare
Indonesia tercatat berada di peringkat ke-39 dunia dalam daftar negara berdasarkan luas area terbakar pada 2026.
Hingga 1 Agustus 2026, area terbakar di Indonesia mencapai sekitar 488.365 hektare, atau sekitar 0,4 persen dari total area terbakar dunia. Angka tersebut menempatkan Indonesia jauh di bawah negara-negara yang masuk 15 besar.
Meski berada di luar 15 besar, ancaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali menjadi perhatian pada Agustus 2026. Sejumlah wilayah di Kalimantan mengalami peningkatan titik panas dan aktivitas karhutla.
Pemerintah juga memperkuat pengendalian kebakaran di sejumlah wilayah yang dinilai rawan, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kondisi musim kemarau turut meningkatkan risiko meluasnya kebakaran di wilayah yang memiliki lahan gambut.
Data lainnya menunjukkan bahwa kebakaran di Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada Juli 2026. Hampir 95.000 hektare lahan dilaporkan terbakar dalam satu bulan tersebut, hampir dua kali lipat dibandingkan total area yang terbakar selama enam bulan sebelumnya.
Australia Jadi Negara Non-Afrika dengan Kebakaran Terluas
Australia menjadi negara di luar Afrika dengan area terbakar terbesar pada 2026. Berdasarkan data hingga awal Agustus, luas area yang terbakar mencapai sekitar 11,8 juta hektare.
Angka tersebut membuat Australia berada di posisi kedua dunia, hanya di bawah Republik Demokratik Kongo. Australia juga menjadi negara dengan area terbakar terbesar di kawasan Oseania.
Di Asia, Myanmar berada di posisi teratas dengan sekitar 4,33 juta hektare area terbakar. India menyusul dengan sekitar 4,03 juta hektare. Sementara itu, Thailand dan Laos juga masuk dalam 15 besar dengan masing-masing lebih dari 2,6 juta hektare area terbakar.
Di kawasan Eropa, Rusia menjadi negara dengan area terbakar terbesar dalam daftar tersebut, yakni sekitar 3,34 juta hektare. Adapun Amerika Serikat mencatat sekitar 2,37 juta hektare dan menempati posisi ke-15 dunia.