Benarkah Tepung Bisa Memadamkan Api? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gagasan mengenai pemanfaatan bahan berbasis pangan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Diskusi ini mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatra Selatan pada Senin, 24 Agustus 2026, seperti dilansir Katadata.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan adanya inovasi zat berbasis tepung ubi yang dinilai mampu memisahkan oksigen ($O_2$) dari karbon dioksida ($CO_2$) guna mencegah serta memadamkan api pada tahap awal.
Respons terhadap paparan tersebut mendorong Presiden Prabowo mendorong pengujian, pengembangan, serta produksi massal bahan ini melalui pengajuan anggaran resmi. Konsep penyebaran dari helikopter atau pesawat ini bahkan dijuluki sebagai metode ubi bombing untuk melengkapi teknik water bombing.
Di tengah keberhasilan Satgas Karhutla Riau menekan luasan area kebakaran dari 16.000 hektare menjadi 900 hektare sepanjang Januari hingga Agustus 2026, pertanyaan mengemuka: benarkah tepung bisa memadamkan api jika ditaburkan langsung ke titik kebakaran?
Berikut adalah penyajian data dan fakta ilmiah terkait mekanisme reaksi tepung, hingga rujukan riset dan publikasi jurnal internasional terkait.
Benarkah Tepung Bisa Memadamkan Api?
Jawaban lugas atas pertanyaan apakah tepung dalam bentuk serbuk kering bisa memadamkan api adalah TIDAK BISA.
Menggunakan tepung ubi kering secara langsung justru berisiko tinggi memperbesar kobaran api. Tepung ubi yang biasa dijumpai mengandung karbohidrat kompleks berupa pati (starch) yang tersusun atas biopolimer amilosa dan amilopektin, di mana sifat dasarnya tetap merupakan bahan organik yang mudah terbakar jika terkena suhu tinggi.
Penyebaran partikel mikro di udara: Menurut penelitian dari Ruichong Zhang dan Chengyu Xie yang diterbitkan dalam jurnal Processes (2022), saat tepung kering ditaburkan, partikel mikro akan terhambur dan melayang-layang membentuk awan debu (dust cloud).
Peningkatan pasokan oksigen dan resiko kebakaran: Dilansir dari laman Fire Fighter Now, partikel halus yang terdispersi di udara memiliki luas permukaan jauh lebih besar dibandingkan tepung tumpukan, membuat pasokan oksigen mengelilingi setiap butiran tepung secara optimal. Menyebarkan tepung kering secara langsung tidak menghentikan pembakaran, melainkan berisiko membuat api menyala lebih besar dan tidak terkendali.
Reaksi pembakaran cepat: Menurut penelitian dari Rolf K. Eckhoff dalam Dust Explosions in the Process Industries (2003), jika awan debu tepung tersebut terpapar percikan api atau radiasi panas tinggi, reaksi oksidasi cepat akan terjadi seketika.
Bukti penelitian cassava dust explosion: Menurut penelitian dari Ruichong Zhang (Guangxi University) dan Chengyu Xie (Xiangtan University) yang dilansir dari jurnal Processes (2022), uji bola 20 liter membuktikan bahwa debu pati singkong (cassava starch dust) memiliki tingkat pembakaran cepat dan menghasilkan tekanan ledakan tinggi.
Potensi Pati Ubi Menjadi Flame Retardant dan Hidrogel
Meskipun tepung kering tidak bisa memadamkan api, inovasi yang dimaksud oleh Kapolri Listyo Sigit merujuk pada produk olahannya, yaitu hidrogel tahan api (flame-retardant hydrogel) berbasis pati tapioka. Dalam bentuk hidrogel basah ini, jawabannya adalah BISA. Pati ubi yang diolah secara kimia dan fisika mampu diubah menjadi material tahan api yang menyerap serta menahan air dalam jumlah besar untuk mengisolasi titik api.
Menurut penelitian dari Z. Karakas dan M. Hancer yang diterbitkan dalam Journal of Applied Polymer Science (2017), hidrogel tapioka memiliki daya tempel kuat pada berbagai permukaan dan membentuk lapisan arang padat (char layer) yang mengisolasi bahan bakar dari oksigen.
Berbagai rujukan ilmiah di atas memperjelas jawaban dari pertanyaan benarkah tepung bisa memadamkan api? Tepung ubi kering secara tegas tidak bisa digunakan karena justru berisiko memicu kebakaran dan ledakan debu. Namun, ekstraksi pati tapioka yang telah diformulasikan menjadi matriks hidrogel basah masih bisa dan memiliki potensi ilmiah yang teruji untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.