11 Tuntutan Demo Buruh Hari Ini 24 September 2026, Apa Saja?

Katadata/Fauza Syahputra
Buruh memblokade Jalan Merdeka Selatan saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Balaikota Provinsi DKI Jakarta, Senin (17/11/2025). Dalam aksinya buruh menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta menjadi Rp6 juta pada tahun 2026.
Penulis: Tifani
Editor: Safrezi
24/9/2026, 11.58 WIB

Sejumlah buruh akan menggelar demo di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada hari ini, Kamis (24/9). Aksi damai tersebut diperkirakan diikuti sekitar 50.000 buruh yang berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. 

Demo buruh hari ini rencananya akan dimulai dari kawasan Semanggi. Massa kemudian akan melakukan konvoi sepeda motor menuju kawasan depan Menara UOB di Jalan MH Thamrin.

Selain menyampaikan aspirasi di lokasi aksi, perwakilan buruh juga akan mengirimkan petisi kepada pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Berikut daftar tuntutan demo buruh hari ini:

Tuntutan Demo Buruh Hari Ini


Demo buruh Jakarta tuntut kenaikan UMP Rp5,8 juta (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)
 

Berikut 11 tuntutan yang akan dibawa kelompok buruh dalam aksi hari ini:

  1. Mewujudkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh.
  2. Menjamin kepastian kerja, menghentikan eksploitasi sistem outsourcing dan pekerja kontrak, serta mencegah penyalahgunaan sistem pemagangan.
  3. Menjamin hak buruh atas upah yang layak dan bermartabat, termasuk menghapus sistem koefisien nilai tertentu yang dinilai tidak jelas.
  4. Menjamin dan melindungi pekerja platform, termasuk pekerja media, pengemudi ojek online (ojol), serta pekerja yang terdampak transisi iklim.
  5. Menjamin hak pesangon buruh dan mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.
  6. Memperkuat serikat pekerja dan menjamin kebebasan berserikat.
  7. Menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja serta kesejahteraan pekerja sebagai tujuan utama pembangunan.
  8. Memberikan sanksi dan menegakkan hukum terhadap perusahaan yang melanggar hak-hak buruh.
  9. Menjamin dan melindungi buruh perempuan, termasuk terkait hak cuti haid agar pekerja tidak diwajibkan menyertakan surat dokter atau menyatakan dirinya sakit.
  10. Memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan pekerja rentan lainnya.
  11. Menjalankan program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan keterampilan baru (reskilling) bagi buruh Indonesia untuk menghadapi peralihan dari pekerjaan konvensional menuju teknologi dan otomatisasi.

Polisi Siapkan Jalur Alternatif

Polda Metro Jaya menyiapkan 1.550 personel Direktorat Lalu Lintas untuk mengatur arus kendaraan selama aksi berlangsung. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan antara lain Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, Jalan Gatot Subroto di sekitar Gedung DPR/MPR RI, serta kawasan Monumen Nasional (Monas). Pengamanan lalu lintas akan dilakukan di sejumlah titik, mulai dari kawasan Semanggi, Sudirman, UOB, Senayan, Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Patung Kuda, hingga Monas.

Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi aksi diimbau mempertimbangkan jalur alternatif. Polda Metro Jaya juga menyiapkan sejumlah rute alternatif, di antaranya:

  • Dari Jakarta Barat menuju Monas: Jalan Tomang Raya-Jalan Suryopranoto-Harmoni-Monas.
  • Dari Jakarta Selatan: Jalan Tendean-Jalan HR Rasuna Said-Jalan HOS Cokroaminoto-Tugu Tani-Monas.
  • Dari Jakarta Timur: Jalan Jatinegara-Jalan Kramat Raya-Tugu Tani-Monas.
  • Dari Simpang Semanggi menuju Slipi atau Tomang: Jalan Sudirman-Bendungan Hilir-Pejompongan-Jalan Letjen S. Parman.
  • Dari Jalan Gatot Subroto: Jalan Gerbang Pemuda-Patal Senayan-Jalan Tentara Pelajar-Jalan Letjen S. Parman.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.