Kalender Jawa Hari Ini 25 Oktober 2026 jatuh pada Minggu Kliwon dengan neptu 13, bertepatan dengan 13 Jumadilawal 1960 serta 14 Jumadilawal 1448 H. Tanggal Jawa dan Hijriah tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama (Kemenag), sedangkan keterangan wuku Watugunung mengikuti Kalender Jawa Online Ki-Demang.
Weton dan Neptu 25 Oktober 2026
- Hari dan pasaran: Minggu dan Kliwon.
- Weton: Minggu Kliwon.
- Tanggal Jawa: 13 Jumadilawal 1960.
- Tanggal Hijriah: 14 Jumadilawal 1448 H.
- Wuku: Watugunung.
- Neptu: Minggu (5) + Kliwon (8) = 13.
Neptu diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran; menurut tabel neptu Primbon.com, Minggu bernilai 5 dan Kliwon bernilai 8 sehingga totalnya 13.
Memahami Weton, Pasaran, dan Neptu
Menurut penjelasan Keraton Yogyakarta, penanggalan Jawa mengenal saptawara atau siklus tujuh hari serta pancawara atau siklus lima pasaran. Dalam kasus ini, Minggu adalah nama hari, Kliwon adalah pasarannya, dan Minggu Kliwon adalah wetonnya. Neptu merupakan nilai angka yang diberikan kepada hari dan pasaran tersebut.
Pertemuan hari dan pasaran yang sama berulang setiap 35 hari atau satu selapan. Dengan menambahkan 35 hari dari 25 Oktober 2026, weton Minggu Kliwon berikutnya jatuh pada 29 November 2026. Perhitungan ini menjelaskan mengapa weton tidak menetap pada satu tanggal Masehi yang sama setiap bulan.
Acuan Nilai Hari dan Pasaran
Tabel neptu Primbon.com mencantumkan nilai berikut untuk memeriksa perhitungan weton:
- Nilai hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.
- Nilai pasaran: Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Jumlah neptu yang sama dapat dimiliki weton berbeda. Minggu Kliwon bernilai 13 dari 5 + 8, sementara Sabtu Wage juga bernilai 13 dari 9 + 4. Dengan demikian, total neptu saja belum cukup untuk menentukan nama weton; hari dan pasarannya tetap harus diperiksa.
Mengapa Tanggal Jawa dan Hijriah Berbeda?
Dalam kalender yang menjadi rujukan artikel ini, 25 Oktober 2026 tercatat sebagai 13 Jumadilawal 1960 Jawa dan 14 Jumadilawal 1448 H. Meskipun nama bulannya sama, angka tanggalnya berbeda. Keraton Yogyakarta menjelaskan bahwa kalender Sultan Agungan meneruskan angka tahun Saka, tetapi menggunakan perhitungan berdasarkan pergerakan bulan dan memiliki aturan yang berbeda dari kalender Hijriah.
Saat mencatat tanggal kelahiran atau keperluan adat, simpan tanggal Masehi, tanggal Jawa, dan sumber kalendernya secara terpisah. Dengan begitu, angka tanggal yang berbeda tetap dapat ditelusuri ke rujukan yang digunakan.
Watak Weton Minggu Kliwon
Dalam tafsir primbon Jawa yang dijelaskan Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo, Minggu Kliwon atau Ahad Kliwon dikaitkan dengan kesabaran, kelembutan, kesantunan, dan kepandaian merangkai kata. Pangarasan Lakuning Lintang melambangkan kemampuan memberi arah serta menjadi teladan, meskipun ada kecenderungan berganti pekerjaan atau tempat tinggal.
Sisi yang perlu diperhatikan ialah menyembunyikan perasaan, mempertahankan pendapat yang belum tentu benar, dan ingin menang dalam percakapan. Tafsir pancasuda Lebu Katiyup Angin menggambarkan hambatan meraih keinginan sehingga menekankan kesungguhan berusaha. Penafsiran tradisional ini merupakan bahan refleksi, bukan ukuran pasti kepribadian maupun masa depan seseorang.
Wuku Watugunung: Anjuran dan Pantangan
Wuku adalah pekan dalam siklus pawukon. Keraton Yogyakarta menjelaskan bahwa ada 30 wuku dengan durasi masing-masing tujuh hari, sehingga satu putarannya berlangsung 210 hari. Weton menunjukkan perpaduan hari dan pasaran pada tanggal tertentu, sedangkan wuku menunjukkan posisi pekannya dalam siklus yang lebih panjang.
Wuku Watugunung berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 menurut kalender Ki-Demang, setelah wuku Dukut berakhir pada 24 Oktober. Dengan demikian, tanggal 25 menjadi awal pekan Watugunung. Ki Totok Yasmiran menjelaskan petungan tradisional berikut:
- Anjuran tradisional: Melakukan perdagangan hewan ternak berkaki empat atau rajakaya pada Minggu Kliwon dalam wuku Watugunung, yang dalam petungan disebut Rahayu.
- Pantangan tradisional: Bepergian ke arah timur untuk urusan sangat penting selama tujuh hari wuku Watugunung berlangsung.
Petungan tersebut dirangkum dari ulasan Ki Totok Yasmiran di detikJateng, “Kalender Jawa Minggu Kliwon 29 Maret 2026: Rahayu”. Tanggal dalam judul sumber berbeda, tetapi kombinasi weton dan wukunya sama. Sebutan Rahayu merupakan penilaian tradisional, bukan jaminan keuntungan usaha atau hasil suatu kegiatan.
Kalender Jawa 19–25 Oktober 2026
Berikut kalender Jawa 19–25 Oktober 2026 yang disusun berdasarkan penanggalan Kalender Hijriah 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pedoman penanggalan Jawa dan Hijriah. Nilai neptu dihitung dari penjumlahan nilai hari dan pasaran.
| Tanggal | Weton | Neptu |
| 19 Oktober 2026 | Senin Wage | 8 |
| 20 Oktober 2026 | Selasa Kliwon | 11 |
| 21 Oktober 2026 | Rabu Legi | 12 |
| 22 Oktober 2026 | Kamis Pahing | 17 |
| 23 Oktober 2026 | Jumat Pon | 13 |
| 24 Oktober 2026 | Sabtu Wage | 13 |
| 25 Oktober 2026 | Minggu Kliwon | 13 |
Pada rentang ini, 19–24 Oktober termasuk wuku Dukut, sedangkan 25 Oktober memasuki wuku Watugunung menurut kalender Ki-Demang. Jumat Pon, Sabtu Wage, dan Minggu Kliwon sama-sama memiliki neptu 13 meskipun nama wetonnya berbeda.
Kalender Jawa Hari Ini 25 Oktober 2026 memiliki weton Minggu Kliwon dengan neptu 13; untuk rincian lainnya, baca Kalender Jawa Oktober 2026 lengkap dan ulasan weton Minggu Kliwon di Katadata.