Permintaan Kredit Naik, KoinWorks Hanya Salurkan di Sektor Potensial

koinworks
Ilustrasi platform Koinworks
Editor: Yuliawati
15/7/2020, 21.27 WIB

Permintaan pinjaman pada teknologi finansial pembiayaan meningkat selama normal baru (new normal). Startup fintech lending KoinWorks mencatat permintaan pinjaman naik hingga 30%.

COO KoinWorks Bernard Arifin mengatakan meskipun permintaan meningkat, Koinworks  menyeleksi pemberian pinjaman dan hanya memilih sektor yang dianggap potensial saja.

"Orang-orang yang jualan di e-commerce, yang terjadi sekarang banyak yang kebanjiran order, makanan beku (frozen food) meningkat penjualannya. Mereka permintaannya tinggi, ini yang kami bantu," ujarnya dalam konferensi video pada Rabu (15/7).

(Baca: Startup E-Commerce, Fintech, Pendidikan Panen Investasi Saat Pandemi)

Perusaahaan juga mencatat pinjaman yang sudah disalurkan naik 15%  semester pertama tahun ini jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejauh ini, 41,78% pinjaman KoinWorks disalurkan ke sektor fesyen dan kuliner. 19,61% sektor olahraga dan hobi. Kemudian 11,5% sektor gawai dan elektronik.

Dengan memberikan pinjaman pada sektor potensial, Bernard mengaku perusahaan bisa menjaga risiko gagal bayar. Saat ini, rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) KoinWorks masih berada di kisaran 1%.

KoinWorks juga telah merestrukturisasi pinjaman untuk meringankan beban peminjam  yang terdampak Covid-19. Meski begitu, hanya sedikit peminjam KoinWorks yang merestrukrisasi pinjamannya. Terdapat sekitar 5% dari portfolio peminjam yang terbukti terdampak pandemi dan mendapatkan restrukturisasi pinjaman.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan pengguna selama pandemi sebesar 41%. Pertumbuhan itu dilihat selama enam bulan terakhir di 2020 dengan total lebih dari 519.000 pengguna yang terdaftar di platform KoinWorks hingga Juni lalu.

Di masa pandemi, KoinWorks juga mendapat pendanaan US$ 20 juta atau sekitar Rp 316 miliar meski sebagian investor memilih untuk wait and see. Pendanaan itu diperoleh dari Quona Capital, EV Growth, dan Saison Capital, serta investor lainnya.

(Baca: Riset: E-Commerce dan Fintech Berpotensi Besar Diretas Saat Pandemi)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan