Viral Video Billie Eilish Rasis, Akhirnya Minta Maaf

Instagram/@billie.eilish.hot
Billie eilish
22/6/2021, 15.27 WIB

ZIGI – Penggemar menyerukan untuk memboikot Billie Eilish dari China. Hal itu berawal dari beredarnya sebuah video dimana Billie dituduh menunjukkan sikap rasisme dengan mengejek aksen Asia dan mengucapkan cercaan Anti Asia.

Setelah video itu viral, pelantun lagu Bad Guy ini melayangkan permintaan maaf lewat Instagram Story. Billie mengklarifikasi terkait suaranya yang terdengar seperti mengejek aksen orang Asia. Penasaran? Yuk simak artikelnya!

Awal Mula

Kontroversi Billie Eilish berawal dari sebuah video TikTok yang diunggah di akun @Icxvy pada 14 Juni 2021. Akun tersebut membagikan beberapa video Billie yang telah diedit dan di bagian akhir terlihat Billie mengucapkan cercaan rasisme dengan menggunakan lagu Tyler the Creator berjudul Fish yang dirilis pada 2011. Tak hanya itu, Billie Eilish juga terdengar menirukan aksen Asia.

Video itu viral dan kini telah ditonton hingga 1,1 juta pengguna TikTok. Penggemar pun meminta agar Billie Eilish mengeluarkan pernyataan terkait video viral tersebut. Dikutip dari Global Times pada Selasa, 22 Juni 2021, perilaku rasis Billie dengan cepat memicu kekecewaan dan kemarahan netizen di China. Bahkan, beberapa warganet mengusulkan agar Billie Eilish diboikot di China.

Apakah (video) ini sebelum dia menjadi terkenal atau tidak, atau seseorang melakukannya dengan sengaja sehingga itu terjadi. Kesan buruknya akan ada selamanya. Internet akan mengingatnya,” kata warganet yang marah.

Saya ingat dia (Billie Eilish) mengumumkan tur Asia, dan akan tampil di Shanghai yang seharusnya terjadi pada Agustus 2020 jika semuanya normal. Aku tidak tahu apakah dia masih akan melihat penjualan yang baik setelah kejadian ini," timpal warganet yang lain.

Billie Eilish Minta Maaf

Setelah banyak yang menuntutnya untuk meminta maaf, Billie pun mengunggah tulisan panjang di Instagram Story pada Selasa, 22 Juni 2021. Di awal tulisan, penyanyi 19 tahun ini menuliskan kalimat dia mencintai penggemarnya. Menurutnya, video tersebut terjadi ketika dia masih berusia 13 atau 14 tahun.

Ada pengeditan video yang terjadi di sekitarku ketika aku berusia 13 atau 14 tahun di mana aku mengucapkan kata dari sebuah lagu yang pada saat itu aku tidak tahu adalah istilah menghina yang digunakan terhadap anggota komunitas Asia,” tulisnya.

Billie melanjutkan bahwa dirinya ingin muntah ketika dia tahu bahwa dulu pernah berkata rasis. Ia juga meminta maaf atas perilakunya di masa lalu.

Aku terkejut, malu dan ingin muntah bahwa aku pernah mengucapkan kata itu. Lagu ini adalah satu-satunya saat aku pernah mendengar kata itu karena tidak pernah digunakan di sekitarku oleh siapa pun di keluargaku. Terlepas dari ketidaktahuan dan usiaku saat itu, tidak ada alasan bahwa itu menyakitkan. Dan untuk itu aku minta maaf,” sambungnya.

Bahas Soal Aksen

Billie Eilish lalu membahas video di mana dia tampak mengejek aksen Asia. Dia mengatakan bahwa cara dia berbicara seperti itu telah dia gunakan sejak dia masih kecil.

Video lain dalam klip yang diedit itu adalah aku berbicara dengan suara konyol yang dibuat-buat, sesuatu yang aku mulai lakukan sebagai seorang anak dan telah aku lakukan sepanjang hidupku ketika berbicara dengan hewan peliharaan, teman dan keluarga. Ini benar-benar omong kosong. Sama sekali tidak meniru siapapun atau bahasa, aksen atau budaya apa pun, sedikit pun,” tuturnya.

Di akhir, Billie Eilish mengatakan bahwa orang yang mengenalnya sudah tahu bahwa ia sering bermain dengan suara. Namun, semenjak video itu beredar banyak yang salah tafsir pada Billie. Sementara itu, beberapa warganet berspekulasi bahwa video viral itu diunggah sebagai serangan yang disengaja menjelang perilisan album Happier Than Ever pada 30 Juli mendatang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.