Pemuda Indonesia-Afrika Siap Satukan Kreativitas Dukung G20 2022
ZIGI – Webinar Indonesia-Africa Youth Friendship in Support of G20 Indonesia 2022 Presidency sukses digelar beberapa waktu lalu. Acara ini mengusung tema Youth Creativity in Harmony di mana kreativitas anak muda saat ini dinilai sebagai kekuatan peradaban.
Lantas, apa saja poin yang dibahas dalam forum penting tersebut? Yuk, simak berita selengkapnya berikut ini. Keep scrolling!
Bertujuan untuk Menyatukan Generasi Muda
Dalam keterangan resminya, acara ini mengangkat tema tentang kaum muda karena beberapa alasan. Kaum muda saat ini menjadi bagian signifikan dari populasi negara-negara G20 di mana pemuda Afrika diposisikan sebagai populasi pemuda terbesar kedua di dunia setelah Asia.
Selain itu, generasi muda adalah salah satu penggerak perubahan sosial di Indonesia dan Afrika dan menjadi kaum paling progresif dalam perubahan zaman. Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkuat kolaborasi inklusif antara Kepresidenan G20 Indonesia 2022 dengan generasi muda di seluruh dunia.
Dipandu oleh pembawa acara Niwoho Shivoki, acara ini merupakan bentuk kerja sama antara PPI Dunia dengan Youth and South African Youth for International Diplomacy (SAYID). Sebagai forum yang membahas tentang kreativitas anak muda, acara ini juga menampilkan keragaman budaya dan kegiatan ekonomi kreatif dari pemuda Indonesia dan Afrika.
Pemuda adalah Kekuatan Peradaban
Dalam penyampaiannya, Koordinator PPI Dunia, Faruq Ibnul Haqi menyebut forum G20 sebagai sebuah pertemuan yang cukup penting. G20, kata dia, adalah forum multilateral yang mampu menyatukan 18 kekuatan ekonomi utama dunia dan Uni Eropa.
“Anggotanya berjumlah lebih dari 60 persen dari populasi dunia. Anggotanya meliputi Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Cina, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki dan Inggris Raya dan lain-lain, dan Uni Eropa,” beber Faruq dikutip Zigi.id dari keterangan pers, Senin, 31 Januari 2022.
Oleh sebab itulah, Indonesia cukup bangga dengan diselenggarakannya G20 tahun ini. Lebih lanjut, Faruq menyebut event ini pertama kali diadakan di Indonesia sehingga diharapkan negara ini bisa memberikan kontribusi besar pada ekonomi dunia hingga soal perubahan iklim.
“Jadi, saya percaya di masa depan ketika kita negara-negara Indonesia dan Afrika akan kuat bekerja sama terutama di bidang ekonomi,” tambah Faruq.
Sejalan dengan itu, Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Dybouti dan Uni Afrika, Busyra Basnur menjelaskan ada tiga alasan kenapa forum pemuda di G20 tersebut cukup penting diselenggarakan dan harus dihadiri.
Pertama, Busyra menyebut bahwa ia bisa bertemu dengan generasi muda Indonesia dan Afrika dan berbagai teman dari berbagai belahan dunia. Kedua, ini adalah momen yang tepat bagi pemuda di Indonesia, Afrika dan seluruh dunia untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. Ketiga, forum ini sangat penting untuk kamu, untuk saya dan untuk kita semua.
“Generasi muda di Indonesia dan Afrika adalah pemimpin masa depan di dunia. Jadi, saya ingin selalu bekerja sama dengan generasi muda,” tambah Busyra.
Pemuda menurut Busyra memegang peranan penting dalam keberhasilan hubungan dan kerjasama antar negara dan bangsa. Lebih lanjut, forum ini diharapkan bisa menjadi momen yang tepat bagi pemuda Indonesia-Afrika untuk saling berbagai dalam berbagai hal yang bisa memajukan generasi.
Sementara itu, Anthony Paulo Sunjaya sebagai perwakilan dari PPI Dunia berharap bonus demografi di Indonesia dan Afrika bisa dimaksimalkan. Menurutnya, salah satu cara untuk bisa mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan sektor pendidikan khususnya di Indonesia dan Afrika.