ZIGI – Dorce Gamalama meninggal setelah dinyatakan terpapar Covid -19 pada Rabu, 17 Februari 2021, kakak kandungnya, Elita mengungkap fakta bahwa penyanyi artis kawakan itu sempat mengalami koma.
Pemilik nama asli Dedi Yuliarto tersebut didiagnosa mengidap penyakit diabetes akut. Sebelum meninggal, Dorce telah memberikan warisan kepada anak-anak angkatnya. Seperti apa sosok Dorce di mata keluarga? Simak ulasan berikut!
Baca juga: Prosesi Pemakaman Dorce Gamalama, Tanpa Nama di Batu Nisan
Dorce Disebut Alami Koma 3 kali
Dorce Gamalama mengidap penyakit diabetes sejak 15 tahun silam. Penyakit bawaan tersebut semakin parah saat positif Covid-19. Dorce belakangan ini dalam keadaan kritis dan pihak keluarga tidak bisa berkunjung.
"Bunda kan di ruang ICU jadi nggak bisa gampang di jenguk. Paling bisa cuma sebentar itu juga cuma satu orang aja," ujar Ana, anak angkat Dorce di TPU Bantar Jati pada Rabu, 17 Februari 2022.
Mendadak, kakak kandungnya, Elita yang sudah berusia 65 tahun meneteskan air mata yang merasa sedih karena harus kehilangan adik satu satunya.
"Itu adik aku satu satunya. Aku ga punya adek lagi. Kalau akan terjadi seperti ini bunda uda ikhlas," tambah Elita.
Lebih lanjut dia menjelaskan jika adiknya itu ternyata pernah mengalami tak sadarkan diri alias koma selama 3 kali. Namun selama ini mereka enggan mengungkap ke publik.
"Komanya uda tiga kali. Jadi kita uda ga bisa jenguk lagi yang terakhir ini karna di vonis Covid-19," lanjutnya.
Dorce di Mata Keluarga
Dorce merupakan anak bungsu dari 10 saudara. Hal yang paling tak bisa dilupakan sebagai kakak adalah sosok Dorce yang lucu, dan tidak pernah menyusahkan keluarga sekalipun saat sakit.
"Orangnya suka bercanda kalau pun sakit ga pernah ngeluh seolah-olah nggak sakit. Apa yang dia rasain dirasain sendiri. Sebenarnya dia ga mau nyusain sodara. Sampai kemaren dia komplikasi pun ga cerita," ucap wanita 65 tahun itu.
Selain itu, Dorce juga dikenal sangat baik dan bertanggung jawab terhadap keluarga. Namun yang membuat sang kakak merasa sangat sedih ketika dirinya kembali ke kampung halaman di Padang tiba tiba menerima kabar jika adiknya itu kritis hingga masuk rumah sakit.
"Sangat baik sama semua keluarga. Uda lama saya nggak komunikasi sama dia. Soalnya belakangan dia uda ga bisa pegang hp. Aku pulang ke Padang. Pas aku sampai Padang dia koma lagi. Cuma 5 hari aku di Padang," kata Elita.
Warisan Dorce untuk Anak Angkat
Sementara soal anak angkat Dorce, Ana yang mendampingi Elita mengatakan mendiang telah menyelesaikan kewajibannya sebagai orang tua dengan memberikan warisan rumah kepada masing masing anak.
"Soal anak bunda sudah ngasih rumah masing-masing, dan 3 lainnya uda pada menikah tinggal anak paling kecil, Abu Bakar aja yang belom. Tanggung jawab bunda uda penuh semua," ujar Ana di pemakaman Dorce Gamalama.
Di samping itu, Ana juga berkomentar soal prosesi pemakaman hingga penyolatan jenazah Dorce, seperti yang menjadi pertanyaan banyak orang saat ini.
Degan tegas Ana mengatakan jika pihak keluarga pun tidak mengetahui apakah pria yang berganti kelamin menjadi perempuan itu disalatkan sebagai laki laki atau perempuan.
"Sekarang pun kita sudah tidak bisa mengambil keputusan. Uda diputusin dari rumah sakit jadi pihak kelurga pun mengikuti, kita sudah tinggal terima begitu dari rumah sakit. Makanya mau dimandiin secara perempuan maupun laki laki kita nggak tahu. Dia datang begitu dia kembali begitu udah," tutur Ana.
Dorce sendiri di makamkan di TPU Bantar Jati, Bambu Apus, Jakarta Timur atas wasiat dari almarhum Dorce yang meminta untuk dimakamkan satu liang lahat dengan keponakannya.
"Dimakamin di sini, Keponakan aku, ya dia minta disini. Masih satu lliang lahat. Ga mau dipisah. Udah lama sih ada 10 tahunan ada kali ya (keponakannya meninggal)," kata Elita.
Ana sendiri merupakan anak angkat yang sering menghabislan waktu bersama Dorce jika anak angkatnya yang lain tak bisa hadir menemaninya. Bahkan dia memilih tinggal tak jauh dari rumah mendiang Dorce Gamalama, pemilik nama asli Dedi Yuliarto.
Baca juga: Misteri Gunung Gamalama, Asal Usul Nama Dorce Gamalama